Friday, January 14, 2022

Ledakan Emosi

 

Source gambar: Pexels

Semua orang tua dulunya pun seorang anak

Yang pernah merajuk, merengek, marah dulu di masanya ke orang tua

Namun, ketika menjadi orang tua di masa kini lupa masa-masa itu pernah terjadi


Orang tua membalas kemarahan anak dengan kemarahan yang lebih dahsyat

Ya...... "Ledakan Emosi" 

Kondisi memanas suara meninggi masalah tidak selesai nggak ada solusi

Yang ada hanya sakit hati 

Ya Orang tua

Ya Anak juga


Seperti bekas paku yang menhujam pohon ketika paku dicabut bekasnya tidak hilang

Menancap untuk waktu yang lama hingga nanti masanya si anak menjadi orang tua 

Kejadian pun berulang dan berulang ke generasi berikutnya


Putus mata rantai itu

Marahnya anak sejatinya bukanlah marah dan ingin menyakiti hati ayah ibunya

Dibalik marahnya ada emosi lain yang disimpan bisa jadi sedih, kecewa, takut 

Pesan yang ingin disampaikan adalah:

"Aku ingin diperhatikan"

"Aku ingin dipeluk"

"Aku ingin ditemani"


Maka, jaga emosi kita jangan terjebak pada "content" atau marah-marahnya anak sehingga kita ikut meledak-ledak

Perhatikan "structure" nya ada kejadian apa, ada perubahan apa, dstnya

Dengarkan

Berikan pelukan

It's ok to be not ok 

Kita cari bersama-sama apa yang merisaukan hatimu


*) Titip catatan sebagai pengingat diri


With Love,

Rani Ayuna


No comments:

Post a Comment