Friday, January 14, 2022

Ledakan Emosi

11:29:00 AM 0 Comments

 

Source gambar: Pexels

Semua orang tua dulunya pun seorang anak

Yang pernah merajuk, merengek, marah dulu di masanya ke orang tua

Namun, ketika menjadi orang tua di masa kini lupa masa-masa itu pernah terjadi


Orang tua membalas kemarahan anak dengan kemarahan yang lebih dahsyat

Ya...... "Ledakan Emosi" 

Kondisi memanas suara meninggi masalah tidak selesai nggak ada solusi

Yang ada hanya sakit hati 

Ya Orang tua

Ya Anak juga


Seperti bekas paku yang menhujam pohon ketika paku dicabut bekasnya tidak hilang

Menancap untuk waktu yang lama hingga nanti masanya si anak menjadi orang tua 

Kejadian pun berulang dan berulang ke generasi berikutnya


Putus mata rantai itu

Marahnya anak sejatinya bukanlah marah dan ingin menyakiti hati ayah ibunya

Dibalik marahnya ada emosi lain yang disimpan bisa jadi sedih, kecewa, takut 

Pesan yang ingin disampaikan adalah:

"Aku ingin diperhatikan"

"Aku ingin dipeluk"

"Aku ingin ditemani"


Maka, jaga emosi kita jangan terjebak pada "content" atau marah-marahnya anak sehingga kita ikut meledak-ledak

Perhatikan "structure" nya ada kejadian apa, ada perubahan apa, dstnya

Dengarkan

Berikan pelukan

It's ok to be not ok 

Kita cari bersama-sama apa yang merisaukan hatimu


*) Titip catatan sebagai pengingat diri


With Love,

Rani Ayuna


Wednesday, January 12, 2022

Kehidupan dan kesulitan

8:22:00 AM 0 Comments
Source gambar: Pexels


Apa yang aku pelajari dari kehidupan?

Tidak selalu sesuai rencana bukan akhir segalanya... (benar)

Keinginan yang belum terwujud bisa jadi hal yang baik... (benar)

Zona nyaman tidak selalu rasanya nyaman... (benar)

Perasaan negatif tidak selalu negatif.... (benar)

Kesulitan demi kesulitan bukan berarti hal yang buruk... (benar)

dstnya


Mataku terbuka melihat semua yang terjadi dan digariskan oleh-Nya

Aku bisa merasakan dan memahami setelah banyak melalui peristiwa demi peristiwa yang awalnya tak ku ketahui tujuan dan maknanya

Ternyata menghadirkan segala sesuatu yang dirasa ada sedih kecewa marah dan menerima bahwa diri sedang tidak baik-baik saja tidak seburuk itu

Menekannya masuk ke dalam ketidaksadaran seperti sebelumnya justru mengalirkan "toxic" ke dalam diri

Dengan "menerima" dan memberikan waktu "jeda" kepada diri sendiri untuk mencerna sedikit demi sedikit apa yang sedang terjadi membantu menjernihkan pikiran


Menangislah ketika ingin

Peluk diri sendiri 

Berserah kepada-Nya

Lalu.. bangkit lagi mencoba setapak demi setapak proses yang ada

Percayalah kelak kita akan semakin kuat 

Tidak ada kesulitan dari Allah SWT melebihi kemampuan hambanya.


Rani Ayuna