Instagram

Follow @raniayuna

Wednesday, September 9, 2020

Happy Breastfeeding: Bincang seputar post-partum deppression, Makna sukses menyusui, serta ASI bernutrisi

Pengalaman menyusui bagi saya merupakan salah satu pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Jika ditanya sukseskah meraih gelar S1 Asi (6 bulan)? S2 Asi (1 tahun)? atau mencapai S3 Asi (2 tahun)?

 

Bagi saya setelah menjalani perjalanan meng-ASIhi pada dua anak, persepsi saya tentang keberhasilan menyusui tidak lagi dimaknai sesederhana dan sesimple seberapa lama seorang ibu berhasil menyusui anaknya tetapi bagaimana seorang ibu bisa meng-ASIhi dengan bahagia, tenang dan tanpa adanya tekanan. Ya.. kebahagiaan ibu penting karena menular kepada bayi dan anggota keluarga yang lain.

 

 

Ok sebelum membahas lebih lanjut seputar meng-ASIhi rasanya perlu bagi setiap ibu mengetahui adanya kondisi kritikal di awal periode post-partum yang dapat mempengaruhi kondisi ibu dan anak selanjutnya. 


Periode post-partum atau setelah melahirkan merupakan titik kritis dan high risk time terjadinya depresi. Dalam suatu riset "baby blues" dialami sebanyak 50% ibu baru jika tidak dikelola dengan baik maka dapat menimbulkan risiko jangka panjang pada anak baik secara kognitif maupun perilaku (Miller, 2002). Hal penting lainnya, apabila gejala depresi muncul di awal periode post-partum terbukti menurunkan prevalensi menyusui (Hatton dan Dorato, 2005).

 

Beck (2001) menjabarkan penyebab post-partum deppresion sangat beragam seperti prenatal depression (kondisi stress sebelum kelahiran), self esteem (konsep diri negatif bisa karena perubahan bentuk tubuh, perubahan aktivitas, dst), childcare stress (pengasuhan anak), prenatal anxiety (kecemasan sebelum kelahiran anak), life stress (stress dari kehidupan sehari-hari misal kesulitan mengatur waktu, tidak memiliki sumber daya memadai dst), social support (kurangnya dukungan dari keluarga, judgement yang tidak tepat dst), marital relationship (hubungan dengan suami kurang harmonis), hingga kehamilan yang tidak diinginkan/tidak direncanakan juga bisa menjadi penyebab signifikan munculnya post-partum deppresion.

 

Lalu apa kaitannya post-partum deppresion dengan menyusui?

Kabar baiknya adalah ibu yang menyusui memiliki gejala depresi yang lebih sedikit/rendah dibanding ibu yang tidak menyusui (Hatton dan Dorato, 2005).

Hal tersebut benar saya rasakan, saat menyusui dan mata saya beradu pandang dengan anak muncul rasa tenang dan rileks yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Saran saya saat menyusui tidak sambil menyambi kegiatan yang lain seperti bermain hp atau menonton TV dijamin moment tenang dan rileks itu bakal lebih terasa.

 

Saat anak pertama, pernah ada saat-saat saya mengalami mood swing seperti senewen, kecewa, marah, sedih terutama saat saya mengalami kejar tayang stock ASIP. Pengetahuan saya saat itu seputar ASI masih sangat minim dan membuat saya lalai dalam mengatur waktu memompa asi di sela-sela jam kerja. Akhirnya saya belajar bagaimana strategi memompa asi di sela-sela jam kantor dan saat di rumah. Memang betul ASI itu based on demand semakin sering dikeluarkan maka semakin banyak kuantitas ASI yang dihasilkan. Pelajaran yang saya dapat dari anak pertama adalah kondisi mood swing justru semakin memperparah kuantitas ASI yang dihasilkan.So... usahakan relaks dan kelola emosi dengan baik.

 

Permasalahan kuantitas ASI solved bergulir ke masalah berikutnya, saat kakak dinyatakan kenaikan berat badannya kurang signifikan oleh DSA padahal sudah full ASI. Apa yang salah ya? ternyata salah satu indikator ASI berkualitas dan bernutrisi terlihat dari warnanya yang kekuningan atau putih pucat artinya ASI memiliki kandungan lemak yang cukup. Namun, ASI saya saat itu cenderung jernih walau tetap ada lapisan kental kekuningan tetapi tidak banyak. 


Artinya apa? ada yang kurang dari sisi asupan makanan ibu sehingga mempengaruhi kualitas ASI terlebih saya juga anemia. Oleh karena itu, saya belajar bahwa kuantitas banyak memang bagus tetapi kualitas pun perlu dijaga. 

 



Saya ingat bagaimana dukungan suami sangat membantu di masa-masa sulit tersebut. Suami selalu menghibur misal dengan memijat dengan teknik pijatan oksitosin, mengajak refreshing dengan jalan-jalan, memberikan "me time" bagi saya untuk tidur atau melakukan hal-hal yang saya sukai. 


Saat anak kedua lahir di tahun 2017, saya dan suami bersama-sama "belajar" kembali dengan menghadiri suatu event yang diadakan Kalbe Blackmores Nutrition pada 9 Desember 2017 di Jakarta "Blackmores - Bunda Peduli Asupan Sehat (Bunda PAS)" (klik link untuk informasi lengkapnya ya). Hari itu awal perkenalan saya dengan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) sekaligus mendapatkan ilmu teknik hypnobirthing bersama Ibu Lanny Kuswandi. Walaupun saat itu, posisi sudah melahirkan tetapi ilmu dari Ibu Lanny saya ingat sampai sekarang bahwa kesabaran dan ketenangan ibu menjadi kunci terhindar dari stress. Pengalaman saya mengkonsumsi suplemen ini secara rutin membawa perubahan pada kualitas ASI yaitu lebih kental dan berwarna kekuningan artinya ASI semakin bernutrisi.

 



Rahasia Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ada di kandungan 17 nutrisi esensialnya yang telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu menyusui dan bayi:

  • Tinggi asam folat yang membantu ibu dari resiko anemia
  • Tinggi kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan mencegah osteoporosis pada ibu
  • Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan bantu ibu menjaga energi dan tidak mudah sakit
  • Omega 3/DHA untuk pertumbuhan otak dan mata buah hati. kelebihannya Omega3/DHA ini tidak berbau sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi.
  • Vitamin dan mineral lainnya yang dibutuhkan ibu menyusui.

 

Suplemen seperti ini yang seharusnya didapatkan seluruh ibu di Indonesia untuk mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga mendukung terwujudnya generasi yang sehat. Hal yang melegakan berkat kerjasama Kalbe Blackmores Nutrition sebagai produsen PBFG dengan Bumi Sehat Foundation sejak tahun 2017 maka setiap tahunnya 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold dibagikan ke 3 kota (Denpasar, Aceh dan Papua) secara berkelanjutan membantu pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui.


Saya merasa mengedukasi diri itu sangat penting terlebih bersama-sama dengan pasangan. Rasanya sudah menjadi kebutuhan bagi para ibu dan ayah untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga dapat meningkatkan awareness dalam memberikan ASI bernutrisi dan ASI berkualitas.

 


 

Kabar baiknya, dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition melakukan serangkaian edukasi dan sharing pengalaman seputar ASI dan menyusui melalui akun sosial media Blackmores Indonesia di Instagram @blackmoresid dan website blackmores cuss segera dikepoin ya 😉

 

Jadi, bagi para ibu yang saat ini sedang hamil dan menyusui terutama di masa pandemi covid-19 seperti ini bentengi diri dan perkuat imunitas sangat penting yaitu dengan menambahkan asupan bernutrisi seperti Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold untuk menyuplasi ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa. Tentunya jika ibu lancar menyusui dan pertumbuhan bayi baik maka kondisi psikologis ibu dan anak pun jauh lebih tenang dan happy.

 

Produk Blackmores sangat mudah didapatkan di E-commerce Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Shopee yang bertuliskan Official Store.

 

Salam bahagia dan bersyukur 💓

Rani Ayuna

 




4 comments:

  1. paling happy kl breastfeed itu kl sambil liat2an ama baby romantis bgt

    ReplyDelete
  2. Setuju Bund, memang Blackmores multivitamin terbaik karena kandungannya sangat lengkap :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp.. Blackmore selain untuk kehamilan dan menyusui banyak varian lainnya juga :)

      Delete