Instagram

Follow @raniayuna

Monday, September 10, 2018

Yuk Berubah Lebih Baik, Lets Move!



Tulisan ini terinspirasi karena sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru Hijriah, momen hijrah yang sangat menyentuh bagi Umat Muslim yaitu dengan meneladani bagaimana Nabi Muhammad SAW yang berjuang dengan tidak mudah putus asa serta berhasil menaklukkan rasa takut dan sedih ketika harus meninggalkan keluarga untuk berjuang menyebarkan Islam bagi kebaikan umat Muslim. Cerita saya ini tidak ada sepersekian persen perjuangan Nabi Muhammad SAW, tetapi saya sungguh terinspirasi dari semangat dan keberanian Nabi.

Kehidupan saya seolah berubah 360 derajat ๐Ÿ˜†. Setahun yang lalu di tanggal yang sama di tahun 2017, saya masih menikmati cuti melahirkan menanti kehadiran my second born bersantai di rumah bersama Kakak Gibran. Siapa sangka di tahun ini di tanggal yang sama di tahun 2018 saya sedang duduk mendengarkan kuliah dari dosen-dosen hebat yang setiap hari selalu membuat saya kagum dan berucap wow keren wow wow keren ๐Ÿ˜‚ternyata banyak ya yang saya belum tahu dan rupanya ilmu yang saya banggakan selama ini ibarat buah jeruk masih di kulitnya saja.

Bersama teman-teman S2๐Ÿ’“
Kembali ke beberapa bulan sebelumnya di Tahun 2017…
Saya pernah melakukan survey kecil di insta story di saat saya bimbang menentukan pilihan. Saya bukan ingin menyerahkan pengambilan keputusan kepada orang lain tetapi saya ingin tahu persepsi orang tentang memilih stay di zona nyaman atau berani untuk keluar zona nyaman untuk mengembangkan diri lebih baik.


Tahukah hasilnya? Ternyata beda tipis sekali yang menyarankan antara keluar dari zona nyaman dan stay di zona nyaman. Begitu banyak teman-teman dan kerabat yang menyarankan saya stay dengan kondisi stabil saat ini mungkin mereka melihat dengan kondisi sekarang saja sudah happy lalu apalagi yang dicari kenapa harus menyusahkan diri sendiri dan bersusah-susah memilih hal lain.

Bisa disimpulkan berdasar survey sederhana itu, bagaimana mengubah kebiasaan dan keluar dari zona nyaman menjadi suatu hal yang susah untuk dijalani. Walau di satu sisi, kita tahu ada peluang untuk melangkah ke tingkat selanjutnya yang lebih baik dan itu terbuka jalannya di depan mata.

Dengan bismillah dan memohon restu ke suami dan keluarga saya akhirnya mengambil keputusan keluar dari zona nyaman dengan segala konsekuensi dan air mata, saya harap ini adalah hal yang bisa saya #Pastikanyangbenar.


Saya melangkah untuk mengikuti seleksi beasiswa pendidikan S2 Magister Profesi Psikologi yang saat itu pun saya belum tahu Universitas mana yang ditawarkan hanya diberi petunjuk Fakultas Psikologi terbaik di Indonesia. 
Di sisi lain, di bulan yang sama saat saya memutuskan mengikuti seleksi saya juga baru saja mendapat promosi jabatan. Bisa dibayangkan masih kondisi happy dapat promosi terus saya justru memilih bersusah payah untuk ikut tes seleksi S2 dengan saingan peserta dari seluruh Indonesia. Sempat terbersit yasudahlah nggak usah ikut seleksi susah-susah nikmatin saja dulu kenaikan jabatan ini hehe. Tapi, No! saya harus bergerak…walau saya tahu konsekuensinya jika saya lulus beasiswa S2 maka saya harus dengan sukarela melepas jabatan tersebut.


Tahapan demi tahapan dilalui selama 5 bulan, peserta pun berguguran. Pengumuman akhirnya dikeluarkan dan hasilnya Kampus yang ditunjuk di…… Yogyakarta! saya pun menangis antara senang dan sedih berarti saya harus siap melepas semua mulai dari pekerjaan, jabatan sampai harus berjauhan dengan keluarga. Welcome Long Distance Marriage!

Last day at office
Kembali ke Kondisi saat ini…

Kuliah S2 pun tidak semudah bayangan saya, jadwal yang sangat padat Senin-Jumat mulai dari jam 07.30 sampai jam 16.00 ditambah setiap mata kuliah dengan tugas yang susul menyusul dan deadline yang ketat. Bahkan ada dosen saat orientasi mengucapkan selamat menikmati sudah sign contract with the devil. Oh ini toh maksudnya..mostly saya tidur jam 1-2 pagi setiap harinya hahaha.


Setelah 3 Minggu menjalani ritme yang berantakan ini, saya mulai merasakan kesehatan saya mulai menurun akibat kurang tidur lembur hampir setiap hari, kurang minum, kurang olahraga, makan seadanya asal kenyang. Tanda-tanda fisik saya saat mulai melemah adalah sariawan, panas dalam, bibir kering, sembelit sampai yang terparah radang tenggorokan.


Jika sudah muncul beberapa tanda-tanda itu, saya sudah paham bahwa ini warning dari tubuh saya untuk segera mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat karena kuliah berbeda dengan kerja yang ada jatah cuti tahunan. Kalau sering absen kuliah bisa-bisa saya gagal dan tidak lulus.

Kesehatan menjadi kunci supaya bisa tetap optimal dalam perkuliahan salah satu yang selalu saya simpan di rumah dan beli saat belanja mingguan di supermarket adalah Larutan Cap Kaki Tiga. Kenapa saya memilih selalu menyimpan di kulkas? Karena yang mengkonsumsi bukan hanya saya sendiri tetapi bisa untuk satu keluarga sampai anak saya juga karena saat ini Larutan Cap Kaki Tiga ada khusus untuk anak dengan berbagai varian rasa yang enak dan kemasannya juga menarik dengan gambar kartun favorit anak-anak. Saat ini ukurannya juga sudah bervariasi mulai dari ukuran 200 ml, 320 ml dan 500 ml.
  
Ahlinya panas dalam

Sudah terbayang kan rasanya saat minum Larutan Cap Kaki Tiga ini glek glek langsung terasa segar dan badan menjadi lebih enakan. Larutan Cap Kaki Tiga ini berbahan dasar alami bahan dasarnya mineral alami (gypsum fibrosum dan calcitum) dan merupakan resep turun menurun tepercaya dan telah dikonsumsi banyak keluarga selama berpuluh-puluh tahun. Selain itu, Larutan Cap Kaki Tiga sudah berlogo halal MUI dan terdaftar di BPOM RI. Semakin yakin dengan khasiat produk satu ini hehe. Mantab!

Kalau sehat bawaannya happy terus!


Larutan Cap Kakit Tiga cocok buat penggemar makanan pedas seperti saya
Oh iya, untuk memelihara kesehatan keluarga juga harus #Pastikanyangbenar dan lihat juga kredibilitas brandnya. Sedikit cerita, Larutan Cap Kaki Tiga kesayangan kita ini sudah ada sejak lama banget dari tahun 1937 pertama kali dilaunching di Wen Ken Drug Singapore yang kemudian tahun 1978 baru masuk ke Indonesia. Sejak tahun 2011, PT Kino Indonesia Tbk sebagai pemegang resmi lisensi Cap Kaki Tiga dan menjadi pionir ahlinya panas dalam.


Yuk dengan datangnya Tahun Baru Hijriah kita sama sama mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat supaya ibadah dan ikhtiar kita bisa lebih semangat dan optimal. Saya doakan juga semua impian teman-teman bisa tercapai sesuai harapan. Amiiin….



#PastikanYangBenar, #CapKakiTiga, #AhlinyaPanasDalam



Informasi lebih lanjut bisa klik link di bawah ini:








Xoxo,

Rani Ayuna
 















No comments:

Post a Comment