Instagram

Follow @raniayuna

Sunday, May 27, 2018

Penting! Cari tau, Kenali, Atasi Alergi pada Anak


Suatu hari di ruang konsultasi Dokter Spesialis Anak (DSA)

Saat itu saya sedang berkonsultasi dengan DSA berkaitan dengan gangguan pencernaan si adik yang berkepanjangan hampir 3 minggu dan saya masih galau dan bingung apa sebabnya.

"Mom, apa ada riwayat alergi di keluarga?"

itu adalah pertanyaan awal yang diajukan ke DSA ke saya dan suami. Awalnya saya dengan percaya diri mengatakan "Tidak Dokter"

Dalam sependek pemahaman saya alergi itu bersifat turunan dan gejalanya timbul ruam-ruam merah, gatal atau ada juga yang sampai sesak nafas (ada teman yang sampai asma karena alergi). Sepertinya sih saya dan suami belum pernah menunjukkan gejala seperti itu.

Jadi, gejala alergi itu ternyata tidak hanya ruam merah dan adanya sesak nafas seperti perkiraan saya di awal. Ada beberapa gejala alergi yang perlu dikenali:

  • Gangguan Kulit: gatal, bentol, dan yang paling sering adalah Dematitis Atopik/Eksim yang biasanya terjadi pada anak berusia 1 tahun prevelansinya sekitar 10%-20%. Dermatitis Atopik ini 50% penyebab utamanya berasal dari faktor eksternal seperti lingkungan yang kering, sabun, debu, rumput, serbuk tumbuhan sementara 50% lainnya berasal dari makanan. The big 8 pencetus adalah susu, telur, ikan, makanan laut, gandum, kacang tanah, kedelai, kacang pohon (walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio).
  • Gangguan Pernafasan: Nafas bunyi, sesak nafas, batuk dll
  • Gangguan Pencernaan: diare, konstipasi/sembelit, muntah dll

Nah ternyata ada 1 yang sepertinya muncul di si adik yaitu gangguan pencernaan 😥

Lalu, saya pun mulai mendengar penjelasan dari DSA dengan seksama

"Mom, alergi itu ada dua sebab sih tidak selalu merupakan turunan dari orang tua, nah orang tua yang tidak alergi pun bisa anaknya alergi"

Jadi, maksud DSA itu orang tua dengan riwayat alergi akan menyebabkan anak memiliki peluang yang besar untuk alergi juga. Namun, tidak menutup kemungkinan orang tua yang sama sekali tidak alergi anaknya juga tidak alergi.
  • Kedua orang tua tidak alergi : kemungkinan anak alergi 5%-15%
  • Salah satu orang tua alergi:  kemungkinan anak alergi 20%-40%
  • Orang tua tidak alergi, salah satu anak alergi: si adik kemungkinan alergi 25%-35%
  • Kedua orang tua menderita alergi: kemungkinan anak alergi 40%-60%
  • Kedua orang tua menderita alergi yang sama: kemungkinan anak alergi 50%-80%

Selain faktor genetik, ada juga faktor lingkungan bisa berasal dari makanan, debu, serangga, obat, bulu hewan dan masih banyak lagi pencetusnya.

Saya pun terdiam berusaha mencerna kalimat per kalimat yang disampaikan DSA. Akhirnya saya pun berusaha mencari akar masalah si adik yang sembelit berkepanjangan.

👪 Saya, suami dan kakak tidak ada riwayat alergi

Pola makan adik di awal MPASI
Minggu 1-2
Pagi: Bubur beras saring + ASI
Siang: Bubur beras saring + ASI
Sore: Bubur Instan + Sayur kukus blender
Selingan: Puree pepaya

Minggu 3-4
Pagi, siang, sore: Bubur Instan + Sayur kukus blender
Selingan: Puree pepaya dan pir

Mengapa minggu 3-4 saya beri bubur instan? berawal dari konsultasi ke salah satu DSA terkait kenaikan berat badan yang irit saya disarankan menggunakan Bubur instan untuk mengejar zat besi karena bayi ASI cenderung Anemia, baca artikel sebelumnya " Pengalaman Pertama ke Dokter Spesialis Gizi (Nutritionist "

Ada yang aneh? coba apa kira-kira sebabnya? 😅

Suspect: Mpasi Instan karena semakin sering saya berikan semakin sembelit si adik. Kami pun menelusuri kandungannya di dalamnya mengandung susu. Apakah karena susu? Akhirnya langkah awal saya hentikan pemberian bubur instan dan beralih sepenuhnya ke bubur dari tepung beras yang dimasak. Selain susu, suspect kandungan di dalamnya adalah tinggi zat besi. Ternyata zat besi memicu terjadinya konstipasi.

Selama ini saya belum memberikan sufor ke adik masih full ASI jadi memang kemungkinan kandungan susu ini berasal dari si bubur. Saya tidak bilang bubur instan tidak baik ya karena saya paham di beberapa kasus bubur instan ini bisa jadi penyelamat untuk boosting berat badan seperti saran DSA saya sebelumnya.

Mengapa DSA saya menyarankan pemberian bubur instan untuk boosting berat badan? karena bubur ini sudah dirancang sedemikian rupa oleh para ahli agar gizi si kecil tercukupi dan jangan samakan bubur instan dengan makanan instan orang dewasa ya karena jauh berbeda kandungan, cara pengolahannya, dan juga untuk bubur instan bayi tidak diperbolehkan mengandung pengawet.

Hasil: Setelah menghentikan bubur instan yang mengandung susu dan tinggi zat besi tersebut si adik mulai berkurang sembelitnya dan di usianya yang 8 bulan saat ini sudah hampir setiap hari lancar BABnya. Alhamdulillah setelah PR sembelit teratasi PR berikutnya adalah boosting berat badan si adik 😆

Nah, yang menjadi pikiran saya selanjutnya adalah nanti jika sudah selesai masanya si adik minum ASI (semoga bisa bertahan sampai dua tahun ya dek). Bagaimana jika alergi si susu itu berlanjut? semoga sih pencernaan adik sudah semakin baik dan kuat ya.

Dengan adanya Morinaga Chilkid Soya, ibu sudah tidak perlu khawatir untuk memilihkan susu yang cocok dengan anak alergi. PT Kalbe Nutritionals bekerjasama dengan Morinaga Jepang sejak tahun 1986 dengan visinya yaitu Nourishing the Platinum Generation for Platinum Nation yang bertujuan untuk menyediakan nutrisi berkualitas dan terbaik dan berkomitmen tinggi untuk secara kontinu berkontribusi untuk perkembangan generasi unggul, Generasi Platinum. 





Setiap tahunnya juga selalu rutin mengadakan Morinaga Allergy Week dengan berbagai program edukasinya dan memiliki program tetap bernama Morinaga Allergy Solution. Tahun ini tema yang diangkat seputar Dermatitis Atopik / Eksim.

Coba deh cek alergi di website morinaga www.cekalergi.com free dan bisa konsultasi dengan Dokter lho 😆

Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI juga memberikan informasi seputar alergi pada anak:
  • Susu atau alergen protein susu sapi merupakan pencetus paling umum di dunia angka kejadian 2 - 7.5%. Bayi dengan asi eksklusif memiliki kemungkinan 0.5%.
  • Salah satu cara pencegahan alergi terhadap makanan dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan sedini mungkin
  • Memberikan Asi Eksklusif atau apabila tidak bisa maka diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial
Apa ya tanda-tanda umum jika anak alergi susu sapi?
Gejala awalnya adalah adanya gejala klinis seperti buang angin, kembung, nyeri, dan bisa juga berujung pada diare. Susu sapi mengandung laktosa jika lactase tidak cukup tersedia maka lactosa tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus si kecil.

Lalu amankah susu soya? susu soya mengandung lemak dari minyak tumbuhan dan bebas dari laktosa. Chilkid Soya sendiri memiliki kualitas setara susu sapi diperkaya L-Methionin, Karnitin, Asam Amino Essential serta vitamin dan mineral.


Chilkid Soya

Setidaknya saya sudah menabung informasi untuk persiapan si adik jika sudah lulus ASI. Hasil survey 9 dari 10 ibu puas dan merekomendasikan Chilkid Soya solusi terbaik alergi anak.

Nah, mommies jika ada tanda-tanda anak alergi please jangan diabaikan segera cari tau, kenali dan atasi agar tidak menghambat tumbuh kembang dan anak alergi tetap berprestasi ya 💓. Jika alergi tidak dipahami dan dicegah bisa jadi tumbuh kembang si kecil akan terhambat karena kegiatan belajar, bermain serta aktivitas stimulasinya terganggu. 




Informasi lebih lanjut:
Facebook: Morinaga Platinum
Instagram: @Morinagaplatinum
Twitter: @MorinagaID
Youtube: MorinagaPlatinum 


Xoxo,
Rani Ayuna


#MorinagaAllergyWeek
#AlergiTetapBerprestasi
#SusuAlergiAnak
#SusuAlergi
#SusuMorinaga
#Morinaga
#ChilkidSoya
#SolusiAlergi
#AlergiAnak




No comments:

Post a Comment