Instagram

Follow @raniayuna

Monday, May 21, 2018

Pengalaman pertama ke Dokter Spesialis Gizi (Nutritionist)

Kehidupan dengan bayi di bawah satu tahun pasti tidak jauh-jauh dari jadwal imunisasi, timbang badan, ukur tinggi badan, obat demam, batuk pilek, mompa asi dan berbagai perintilan yang alhamdulillah menyenangkan 💓





Sebetulnya si adik ini lahirnya nggak kecil-kecil amat 3,42 pertumbuhan berat badan cenderung normal sampai dengan hari masuk kerja dan si adik mulai kenal namanya batuk pilek. Saya pun lengah dan berat badannya drop bukan terjun bebas sih cuma per bulan naiknya irit banget.

Saya mulai berkelana mencari saran dari Dokter Spesialis Anak (DSA) dan tentunya saya sudah parno duluan siap-siap diomelin ama DSA. Iya... rasanya kalau ke DSA pengalaman si kakak dulu berasa kaya lagi rapotan ditanya berbagai hal kenapa berat badan kecil, asinya berapa kali, dikasih makan apa hiks. Pernah dulu anak pertama rasanya baper dan merasa gagal haha. Sekarang mesti lebih strong dong.

Ok mulai dari DSA pertama setelah cerita A sampai Z.

Ini adalah beberapa kalimat yang saya ingat dari DSA pertama:

"Bu, Kita nggak boleh menyia-nyiakan dua tahun golden period ya (bisa google tentang dua tahun pertama kehidupan) harus cepat ditangani, ibu coba pakai Bubur Instan dulu. Dalam bubur instan itu sudah ditakar kandungan gizinya dan ada zat besinya (oh iya Bayi ASI memiliki kecenderungan Anemia)"

"Ibu masak MPASI, dengan bubur, secuil daging, sayuran sudah yakin cukup nutrisinya?" 😓

"Ibu kalau sampai 9 bulan pertambahan berat badannya belum bagus campur susu formula ya" (apa kabar asi simpanan di rumah dalam hati cry and cry 😭)

Nah begitulah saya keluar dari ruangan DSA dengan lunglai haha lebay.

Akhirnya saya pun mulai mencoba untuk memberi selingan Bubur Instan awalnya hanya untuk sore hari kemudian saya coba setiap hari. Namun, saya campur juga dengan sayuran kukus yang sudah diblender. Sepertinya si adik belum berjodoh dengan si bubur dan akhirnya sembelit parah. Kasihan setiap mau BAB menangis kencang sampai pernah saya bawa ke UGD karena saya belum berani kasih Microlac dan si adik belum BAB hampir seminggu 😵 (setelah konsultasi dengan dokter ternyata diperbolehkan Microlac jika sudah 3-4 hari belum BAB dan ada tanda-tanda sembelit duh sudah terlanjur panik duluan sih haha).

Second Opinion: DSA Kedua

Akhirya saya mencoba DSA lain dan menceritakan yang sudah dilalui.
DSA kedua lebih kalem dan menyarankan untuk mengobati sembelitnya dahulu. Sebetulnya DSA kedua ini ingin meresepkan suplemen zat besi namun ditunda karena zat besi bisa memicu konstipasi.

MPASI si adik disarankan untuk beralih ke Bubur saring lengkap dengan sayuran dan lauknya ditambahkan extra virgin olive oil. Tidak lupa untuk diberi selingan buah. Selain itu, untuk menambah nutrisi sebaiknya diberi air perasan jeruk baby.

Jika sembelit sudah sembuh baru akan diberikan suplemen zat besi. Dijadwalkan Bulan Juni untuk ketemu lagi. Akhirnya saya mulai berjanji untuk menyiapkan semua makanan adik sebelum berangkat kerja jadi asisten rumah tangga cukup membantu menyuapi saja.

Rasanya lebih yakin kalau membuat sendiri dari sisi takaran dan higienitas. Walaupun tidak bisa menemani sepenuhnya di rumah karena harus bekerja tetapi setidaknya saya bisa tenang apa yang si adik makan tercukupi gizinya (sebelumnya saat makan bubur instan saya menyerahkan ke asisten di rumah untuk membuat karena saya pikir mudah dan lebih baik dibuat sebelum makan supaya fresh).

Setelah selesai dari DSA kedua, saya baru ingat belum menanyakan banyak hal karena terlalu fokus dengan sembelit si adik yang berkepanjangan. Akhirnya saya browsing dan menemukan artikel seorang blogger saya lupa alamat blognya bercerita tentang pengalaman ke Dokter Gizi.Terima kasih ilmuanya bermanfaat sekali.

Saya pun mencoba mengikuti jadwal makan yang diberikan Dokter Gizi tersebut dan si adik sembuh dari sembelitnya. Setiap timbang juga ada progress walau masih irit 😂 tetap alhamdulillah deh.

Bubur Ubi Ungu Daging Cincang Labu Wortel Edamame


Jadwal dan Menu MPASI yang saya coba untuk si adik:

06.00  : 
ASI (100-120 ml)
08.00  : 
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
10.00 :
Juice/Buah: 50-60 ml (Salah 1)
Jeruk Baby
Melon
Apel
Pir
Pepaya (Sembelit)
Semangka
Pisang
12.00 :
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
14.00 :
ASI (100-120 ml)
16.00 :
Juice/Buah: 50-60 ml (Salah 1)
Jeruk Baby
Melon
Apel
Pir
Pepaya (Sembelit)
Semangka
Pisang
18.00 :
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
> 20.00 :
ASI

Third Opinion: Dokter Spesialis Gizi / Nutritionist

Rasanya tidak sabar harus menunggu Bulan Juni untuk bertemu dengan DSA kedua, akhirnya saya mencari
Dokter Spesialis Gizi dan rata rata praktek di hari kerja.

Akhirnya saya mendapatkan nama Dr. Verawati Sudarma, Sp.GK di Kemang Medical Centre (KMC) Jakarta berpraktik di hari Sabtu.

Saat bertemu, dokternya ramah dan saya bisa bercerita dengan nyaman tanpa merasa terpojok. Saya juga bercerita kekhawatiran tentang pertambahan berat badan si adik yang irit banget.

Dr Verawati pun melihat catatan berat badan dan tinggi badan serta mengukur lengan si adik.

"Ibu ini anaknya secara berat badan memang kurang (sambil melihatkan grafik KMS), kalau tinggi badan sudah bagus di dalam range, lingkar lengannya juga masih masuk dalam range"

Saya akhirnya menyerahkan print out kertas menu mpasi si adik.
"Wah ibu sudah prepare ya sampai di print"  (dalam hati daripada harus ingat-ingat udah makan apa aja kan lebih baik udah ditulis dan tinggal disodorin aja hehe 😁)

Long Short Story..

Dr Verawati menyarankan:
  1. Mengganti Karbohidrat dengan Tepung Beras Putih saja karena tepung beras merah/tepung beras cokelat/oatmeal mengembang di perut dan lebih cepat kenyang.
  2. Menambahkan Extra Virgin Coconut Oil (EVCO). Jadi diseling misal senin-rabu Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dilanjutkan Kamis-Minggu dengan EVCO. Takarannya 1 sendok baby setiap makan.
  3. Dua kuning telur untuk satu hari (saya campurkan ke bubur)
  4. Buah diganti Perasan Air Jeruk Baby saja agar tidak sembelit dan membantu penyerapan zat besi (Buah yang mengandung Vitamin C bagus untuk penyerapan zat besi).
  5. Minum Interlac 1 kali sehari sebelum tidur (untuk pencernaan).
  6. Takaran daging untuk sekali makan 35 gram.
    Untuk permulaan dibuat 80 gram untuk sehari
  7. Porsi sekali makan 3/4 mangkuk bayi sudah baik dan dilanjutkan saja.
  8. Pemberian Unsalted Butter, Kaldu dan Keju bisa dilanjutkan
  9. Setiap hari Senin ukur berat badan dengan timbangan digital caranya timbang dengan gendong bayi dikurang dengan timbang sendiri (catatan: baby tanpa memakai baju).  
  10. Selain berat badan, diminta untuk ukur tinggi badan dengan meteran baju dari kepala sampai telapak kaki.

Yah.. kira-kira kurang lebihnya itu ilmu yang saya dapat dari beliau 💓
Semoga ada perkembangan yang signifikan untuk berat badan si adik yang mungil. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Xoxo,
Rani Ayuna


















4 comments:

  1. Baby nya brp bulan mba? Aku awal2 jg sampe ditulis dan diatur sedemikian rupa eh tapi kesini sini jd ngeliat yg adabaja, meski berpatokan dr yg ditulis juga XD dan kadang suka kelewat prona nya apalagi pas edamame ga ada di supermarket dkt rumah T.T prohew pun kadang bngung ngolahnya gimana ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba visya, sudah 8 bulan. Untuk sekarang saya masih pakai sistem kukus supaya nutrisinya nggak banyak hilang mba. Prona bisa juga pakai tahu tempe kalau tidak ada edamame. Semangat mba visya semoga babynya sehat ya.

      Delete
  2. memang penting banget ya memantau berat badan bayi ini biar tahu tumbuh kembangnya. anakku dari umur 1 tahun juga susah banget naik berat badannya. kucoba tambahan vitamin dan zat besi jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba antung, betul dua tahun pertama memang wajib pantau tumbuh kembang anak karena masa masa golden period anak yang berpengaruh untuk tahun tahun kedepannya.

      Delete