Instagram

Follow @raniayuna

Sunday, December 17, 2017

Yuk Jadi Bunda Peduli Asupan Sehat (PAS)

1:14:00 AM 6 Comments
Periode Emas: 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Menjadi seorang ibu adalah anugerah yang sangat luar biasa. Setiap ibu pasti memiliki kisah yang memorable dan sulit untuk dilupakan. Begitu juga dengan saya, pengalaman saat hamil bisa dikatakan cukup bikin deg-degan karena di dua kehamilan saya dinyatakan mengidap tokso positif. 

Penyebabnya adalah adanya protozoa Toksoplasma Gondii yang ditularkan melalui daging / kotoran hewan yang terinfeksi. Seorang yang mengidap tokso positif tidak menunjukkan gejala yang signifikan / terlihat mata seperti halnya saya merasa dalam kondisi sehat dan baik-baik saja sampai dengan hasil Tes Torch menyatakan Tokso Positif.

Atas inisiatif sendiri, ketika dinyatakan hamil anak pertama saya mengajukan untuk dilakukan Tes Torch kepada Dokter Obgyn. Tes ini untuk mengetahui apakah ibu hamil terinfeksi  toxoplasmosis / rubella /cytomegalovirus / herpes simplex.

Bagi siapapun yang berencana hamil atau saat ini sedang hamil menurut saya tidak ada salahnya dan penting sekali untuk mengusulkan ke Dokter Obgyn supaya dilaksanakan Tes Torch. Pencegahan dan pengobatan lebih baik dilakukan daripada nantinya berdampak pada janin (kemungkinan cacat / prematur). Silahkan googling ya apa saja akibat dari  toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex apabila menginfeksi ibu hamil.

Sebagai ibu hamil dengan kondisi tokso positif tentunya perlu "extra effort" agar janin saya dapat tumbuh normal dan sehat. Saya pun mengikuti anjuran Dokter Obgyn untuk treatment obat selama 4 bulan dan tidak boleh lewat satu haripun untuk minum obat tersebut, jika tidak saya harus mengulang kembali treatment tersebut dari awal 💆

Sebetulnya saya sudah berencana ketika akan promil anak kedua, ingin Tes Torch kembali agar dapat treatment seandainya masih tokso positif. Ternyata Allah SWT berkehendak lain saya dinyatakan hamil sebelum sempat periksa dan lagi-lagi di kehamilan kedua ini tokso masih betah di tubuh saya.

Selain berobat, effort lain yang saya upayakan adalah
  • Rajin yoga agar pikiran saya jauh dari stress. Kondisi kehamilan "yang tidak biasa" rentan untuk menghadirkan pikiran negatif dan saya memilih untuk tetap tenang dan bahagia selama hamil karena saya yakin apa yang saya rasakan juga dirasakan janin. 
  • Memantau secara rutin ke Dokter Obgyn perkembangan janin dan Tokso (USG bulanan, USG 4D, Cek darah rutin)
  • Memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi dan baik untuk janin (menghindari makanan instan dan junk food)
  • Minum Susu untuk Kehamilan 
  • Menambah vitamin yang mengandung Asam Folat dan DHA 
  • Rajin mencari tahu pantangan-pantangan bagi ibu hamil dengan tokso positif misal tidak makan daging yang mentah jadi kalau makan steak minta yang well done aja ya.

Bisa dikatakan selama masa kehamilan sampai dengan persalinan saya melakukan hipnosis dan sugesti kepada diri sendiri bahwa saya dan janin dalam kondisi sehat, sehat dan sehat. 

PR saya tidak berhenti setelah anak saya lahir sehat dan sempurna, karena golden period berjalan selama 1000 hari pertama kehidupannya yaitu dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

Salah satu ikhtiar saya adalah dengan terus mencari "ilmu" salah satunya menghadiri Seminar yang diadakan oleh PT Kalbe Blackmores Nutrition dengan topik yang sangat menarik yaitu "Blackmores - Bunda Peduli Asupan Sehat (Bunda PAS)" pada 9 Desember 2017 di Hotel Pullman Jakarta. 




Sejalan dengan Visi dan Misi Kalbe Blackmores Nutrition yaitu menyediakan solusi kesehatan yang terbaik untuk membantu mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Please jangan malas untuk hadir di acara seminar semacam ini karena banyak ilmu yang didapat jadi supaya kita jadi bunda yang smart dan tidak termakan "mitos". Misal pernah dengarkan pantangan makan pedas karena nanti anaknya jadi belekan atau minum air kelapa membuat anak jadi kulitnya putih (nah kalau kedua orang tuanya sawo matang masa iya anaknya jadi berkulit putih?💆) dan masih banyak lagi mitos yang berkembang turun temurun.

Seminar Bunda PAS diawali dengan Ibu Lanny Kuswandi  seorang perawat bidan lulusan R.S. Carolus yang saat ini menjadi Pakar Hynobirthing. Bagi mommies yang sedang hamil saya share nih "ilmu" yang saya dapat:

Ibu Lanny Kuswandi - Pakar Hynobirthing
Sesi Hypnobirthing - Menanamkan sugesti dan mindset bahwa kehamilan dan melahirkan adalah proses yang menyenangkan

Sesi Hypnobirthing: Ibu Lanny Kuswandi
  • Kuncinya adalah kesabaran dan ketenangan
  • Selama masa kehamilan sering-seringlah untuk melakukan relaksasi dan memberikan sugesti baik kepada diri sendiri maupun untuk janin. Sugesti yang dicontohkan adalah : Papa dan mama sering ajak baby berkomunikasi ajak dia untuk bekerja sama agar tumbuh dengan sehat dan mudah saat persalinan, meyakinkan diri sendiri bahwa melahirkan adalah proses yang menyenangkan dan nyaman.
  • Berbahagialah dan hindari stress karena baby juga merasakan apa yang dirasakan oleh ibu.
  • Saat memasuki masa kontraksi jangan pasif tidur-tiduran saja tetapi lakukan hal yang menyenangkan dengan pasangan misal berdansa, duduk di gym ball, pijat, mendengarkan musik dan lain-lain. 

Sesi berikutnya adalah coaching clinic / talk show bersama Dr Raissa E Djuanda, M. Gizi, Sp. GK (Rs Hermina Jatinegara dan RS Pondok Indah Puri Indah), dr Bram Pradipta, SP.OG, Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Pengasuh Redaksi Spesialis Kebidanan dan Kandungan Klikdokter.com, Efranda Stefanus (Presenter), dan Alvina Christanti (Medical Marketing Manager Blackmores). 

Sesi Coaching Clining

Nah di sesi ini, "ilmu" yang didapat lebih beragam berikut saya sharing ya:
  • Sebelum hamil minimal 3 bulan sebelum mulailah untuk mengkonsumsi asam folat bisa melalui vitamin atau memperbanyak makanan dengan asam folat tinggi seperti alpukat dan jeruk.
  • Selama hamil sebaiknya mengurangi makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan minyak
  • Bagi setiap ibu hamil kenaikan berat badan normal ditentukan dari kondisi masing-masing untuk Ibu dengan berat badan Overweight / Obesitas maka kenaikan disarankan 7 kg, untuk Ibu berat badan normal disarankan maksimal 16 kg dan untuk Ibu Underweight disarankan maksimal 18 kg. Sedangkan untuk ibu dengan hamil kembar bisa mencapai kenaikan 20 kg. 
  • Nutrisi tepat maka berat badan bayi lahir normal yaitu minimal 2,5 kg. Apabila nutrisi tidak tepat maka beresiko bayi berat badan lahirnya rendah dan prematur.
  • Porsi makan ibu hamil bukan artinya makan 2 kali lebih banyak dibanding sebelum hamil yang terpenting adalah nutrisinya.
  • Ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi berlebih terhadap durian, nanas dan tape karena mengandung prostaglandin yang bisa memicu kontraksi.
  • Solusi bagi anak yang susah makan / fase GTM : Anak diajak untuk terlibat dalam proses memasak, menggunakan peralatan makanan yang menarik, memodifikasi makanan misal buah dibuat ice cream, menambahkan olive oil dalam makanan anak, memberikan suplemen omega3 untuk meningkatkan nafsu makan dan untuk perkembangan otak. 
  • Bagi ibu hamil yang hilang nafsu makan sebaiknya mengkonsumsi suplemen omega3 (konsultasikan dengan obgyn terlebih dahulu).

Berdasarkan data dari Klikdokter.com, topik kehamilan merupakan topik yang paling dicari oleh pembaca atau sekitar 60% dari total 25 juta page view per bulannya. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman Bunda terkait masa kehamilan dan menyusui. 

dr Bram Pradipta, SP.OG juga menyampaikan bahwa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat dari kurangnya asupan nutrisi saat hamil seperti defisiensi zinc dan magnesium yang dapat menyebabkan preeklampsia dan kelahiran prematur. 

Berkaitan dengan nutrisi, saat ini sudah tersedia Produk Unggulan dengan kandungan super lengkap dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan menyusui yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (saya sudah konsumsi jauh sebelum menghadiri seminar Bunda PAS lho, ayo bumil dan busui sudah belum? 😉).

Suplemen harian saya (diminum 2 kapsul / hari)

Suplemen ini memiliki kandungan tinggi DHA, tinggi kalsium, zat besi yang membantu mengurangi risiko konstipasi dan memenuhi kebutuhan akan vitamin dan mineral selama masa kehamilan dan menyusui. 

Saya pun masih mengkonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold sampai saat ini (anak saya berusia hampir 4 bulan). Saya merasa lebih fit dan saya yakin Asi saya dapat mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak. 

ASI jadi lebih lancar dan bernutrisi

Walau saya "terkadang" masih suka-suka dalam memilih makanan ya kadangkalanya saya juga ingin makan fast food 😓yang saya tahu sebetulnya secara nutrisi masih "kurang"😜 dengan mengkonsumsi Blackmores ini setidaknya saya menambahkan sesuatu yang baik untuk tubuh saya dan juga untuk produksi ASI. 

Komposisi dan Keunggulan Blackmores (backgroundnya so sweet ya tiba-tiba kakak cium adek 💗)

Komposisi:
Asam folat 400 µg, Kalium iodide 196 µg (Iodium 150 µg), Fish oil 1000 mg mengandung 330 mg Omega-3 (DHA 250mg + EPA 50 mg), Fe (II) fumarate 31.4 mg (Zat besi 10 mg), Niasin 15 mg, Vitamin C 60 mg, Kalsium karbonat 600 mg (Kalsium 240 mg), Zinc sulfat 41.6 mg (Zinc 15 mg), Magnesium oksida 99.6 mg (Magnesium 60 mg), Thiamine nitrate 1000 µg (Vitamin B1 810 µg), Riboflavin (Vit B2 1500 µg), Pyridoxine HCl (Vit B6 1500 µg), Vit B12 3 µg, d-alpha tocopherol (natural Vit E 10.42 IU), Dunaliella salina cell extract soft concentrate 144 mg

4 Keunggulan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold:
  1. Kandungan nutrisinya esensial dan sesuai rekomendasi WHO untuk kehamilan sehat
  2. Kandungan odourless fish oil dari sumber alami Omega 3 dari laut terdalam yang tidak berbau
  3. Dosis tertinggi yang sesuai dengan pemenuhan dosis harian akan kalsium dan DHA/EPA
  4. Dosis diformulasikan berdasarkan rekomendasi pemerintah

Yuk mommies, kita upayakan yang terbaik terutama untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil dari hal mendasar yaitu pastikan asupan yang kita berikan adalah asupan nutrisi yang sehat dan terbaik 😙.


Informasi lebih lanjut terkait Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold. 
Instagram: @BlackmoresID
Facebook: Blackmores Indonesia


Xoxo,
Rani Ayuna