Instagram

Follow @raniayuna

Friday, June 23, 2017

#Sehatea dengan Pasangan - Bring More Joy and Happiness


Berbicara tentang menikah di usia muda merupakan salah satu wishlist saya sejak duluuuu karena saya melihat mama dengan anak-anaknya (3 perempuan semua hehe) bisa berkomunikasi dan bersahabat seperti layaknya kakak adik.

Yaps, kami selalu kompak bisa saling curhat satu sama lain, ke salon bareng, shopping bareng kadang juga adu argumen hahaha serunya kalau mengingat masa-masa masih satu rumah (sebentar lagi mudik lebaran asyik bisa kumpul dan rame lagi).

Usia mama saat menikah dulu umur 23 tahun dan saya pun Alhamdulillah bisa mengikuti jejaknya walau meleset setahun yaitu di umur 24 tahun. Saya mengenal suami kurang dari satu tahun dan tanpa babibu suami mengajukan lamaran dengan membawa keluarganya dari Jakarta ke rumah saya di Surabaya. Kaget? Pastinya hehe.

 





Suami asli keturunan Padang tulen yang lahir dan besar di Ibu Kota Jakarta sedangkan saya asli Surabaya yang sejak lahir sampai kuliah belum pernah meninggalkan kota tercinta ini sampai akhirnya kerja mengharuskan saya merantau karena mendapatkan penempatan di Jakarta.

Jika mengenang pertemuan kami rasanya lucu juga hehe mulai dari karakter kami yang berbeda dia orang yang humoris (saya bisa mengenali gaya ketawa suami dari radius beberapa meter lho haha) dan seorang yang easy going sedangkan saya hmm orang yang lebih kalem dan introvert.

Selain karakter, selera kami pun berbeda misal dari selera makanan lidah Padang dan lidah Jawa hehe, suami juga yang mengenalkan apa itu jengkol hahaha karena sejak lahir sampai gede saya nggak kenal yang namanya jengkol. Dan ternyata rasanya hmm.. enak juga lho apalagi masakan mama mertua saya.

Saya siy lebih bisa menerima masakan Padang karena rasa pedas juga dominan pada masakan khas Surabaya, sedangkan suami belum bisa cocok dengan masakan Jawa yang manis hahaha (misi saya ternyata belum berhasil nyekokin suami dengan masakan Jawa). Akhirnya saya yang menyerah di rumah lebih sering masak yang berbau-bau balado sampai anak saya yang masih 3 tahun sudah terbiasa makan rendang, sate padang, kering kentang balado.

5 tahun pertama masa berat ujian pernikahan?

Tahun 2017 ini menjadi tahun ke 5 kami Insya Allah, sejauh ini tidak ada masalah berarti Alhamdulillah belum pernah kami bertengkar sampai diem-diem nggak ngobrol. Suami orang yang sangat sabar dan pendengar yang baik. Saya bisa cerita apapun ke dia dan selalu mendapatkan solusi.

Setiap kegalauan dan keresahan saya selalu bisa diluruskan lagi hahaha (terkadang saya suka mengkhawatirkan hal-hal kecil yang nggak penting / krusial misal mau pergi liburan ke luar kota beberapa hari dan saya pun bingung saat packing semua rasanya penting untuk dibawa haha). Suami pandangannya lebih luas ke depan dan well planned. Jadi, keresahan saya akan hal yang nggak penting sampai yang penting pun terkikis dengan sendirinya.

Tips komunikasi agar selalu #Sehatea dengan pasangan

Saya dan suami ya masih dalam belajar juga ya, disini saya cuma sharing kebiasaan sehari-hari di rumah dan menurut saya cukup ampuh. Sharing is Caring right?

Komunikasi dua arah
Namanya juga komunikasi dua-duanya wajib saling mendengarkan dan mengkomunikasikan maksud dengan baik. Lihat sikon saat suasana sudah dirasa nyaman dan santai nah itu saat yang tepat untuk saling ngobrol.

Hindari memberondong suami dengan segala pertanyaan ketika melihat suami sedang lesu/banyak pikiran hehe jika belum dijawab bukan berarti suami tidak percaya dan tidak mau bercerita lho dengan kita karena sebetulnya hanya perlu waktu dan tidak mau menambah pikiran kita. 

Eye contact itu penting, saat pasangan kita bicara usahakan untuk memberikan eye contact karena menandakan kita perhatian dan berusaha menangkap pesan yang disampaikan. Kita nggak maukan saat curhat pasangan kita malah noleh-noleh lihat sekeliling pasti kita merasa didengerin nggak siy kita ngomong.

Trust

Yaps percaya dengan pasangan dan selalu terbuka. Kalau bukan ke pasangan hidup ke siapa lagi kita curhat? Ke teman? Yakin curhatan kita nggak kemana-mana? Saya percaya dengan suami dan bukan tipikal yang sedikit-sedikit suka cek-cek handphone atau curigaan dengan teman suami. Begitu juga suami ke saya.

No Bohong-Bohong, sekali kita berbohong sulit untuk bisa dipercaya jadi usahakan untuk selalu jujur apa adanya dengan pasangan.


Ciptakan suasana yang menyenangkan
Saat macet pulang kantor (taukan jalanan Jakarta kalau macet seperti apa) saya tidak pernah sama sekali melihat suami emosi di jalan, mainin klakson atau marah-marah dengan pengemudi lain. Bahkan, pernah suatu ketika mobil kami ditabrak dari belakang hingga penyok.

Suami menghampiri pengemudi tersebut dan melihat kondisi mobil. Saya melihat dari spion kalau pengemudi yang menabrak itu tidak ada itikad baik untuk mengganti dan malah seperti marah-marah. Padahal saya lihat dari suami tidak ada emosi ataupun membentak pengemudi tersebut.

Saat masuk mobil dia hanya bilang “ya sudah sepertinya memang orangnya hanya supir dia emosi karena denial tidak mau mengaku salah supaya tidak perlu ganti rugi, nanti supaya Allah saja yang mengganti” dan kami pun melanjutkan pulang dengan tenang.

Jadi seburuk apapun kondisi, tergantung dari bagaimana kita dan pasangan berusaha menyikapi mau memperburuk keadaan atau yaaa dibawa santai dan tertawa saja. Life is up and down come on don't take it too serious :D apalagi sekarang masuk usia kehamilan 7 bulan anak kedua kami rasanya pengen dibawa happyyyyy aja lah percaya deh semua masalah itu dikasih sepaket dengan solusinya.





Salah satu moment santai kami itu saat sore bisa ngobrol di teras sambil ngeteh berdua salah satu brand favorit kami adalah Teh Hijau Kepala Djenggot. Saat minum teh hangat itu rasanya membawa ketenangan tersendiri lho jadi saat menyampaikan unek-unek juga jadi rileks dan nyaman.




Kenapa Teh hijau?
“Tea brings more joy to happiness, and more comfort to sadness”

karena saya dan suami ingin selalu sehat jiwa dan juga fisik. Banyak sekali manfaat teh hijau khususnya untuk kesehatan dan kecantikan.



Nah, jadi bagaimana pendapat kalian dalam menyikapi perbedaan? Mau berberdebat tiada akhir dan memaksakan bahwa diri kitalah yang paling oke dan benar atau bersama-sama kita menciptakan moment #Sehatea yang rukun, damai, dan nyaman?

Dunia ini diciptakan dengan keberagaman kalau semua dipaksakan sama dimana letak menariknya? Pelangi akan lebih indah jika berwarna-warni kan? :)

Xoxo,

Rani Ayuna

4 comments:

  1. ngeteh bersama dengan keluarga itu memang mengasyikan dan menambah kebresamaan

    ReplyDelete
  2. Aku suka makanan Padang Ran. Bumbunya berasa, walau pedas tapi kalau jengkol ga suka. Bau sih hehehehe... semoga terus sehati dengan suaminya, ya Ran. Duh jadi pengen makan nasi padang terus minumnya sama teh tawar. Enak kayaknya nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya mba kalau jengkol ada triknya supaya ga bau waktu masak
      amin amin makasih mba efi untuk doanya :)

      Delete