Instagram

Follow @raniayuna

Saturday, November 11, 2017

Recipe : Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam

9:38:00 PM 8 Comments
Sebagai ibu pekerja saya tidak bisa setiap saat mempunyai waktu untuk memasak, jadi saya menyiapkan cemilan atau "lauk darurat" untuk anak dalam bentuk frozen food setiap weekend. Terkadang makanan yang sudah disediakan di rumah, tiba-tiba anak tidak mau makan nah "lauk darurat" ini yang dikeluarkan dari freezer dan menjadi penyelamat hehe.

Sebelumnya saya juga sudah pernah share resep Nugget Ayam Keju Sayuran (silahkan dibuka linknya 😊)

Anak saya cenderung menyukai makanan yang crispy jadi saya menyiapakan stock nugget dan juga suka dengan yang berkuah seperti sop supaya lebih bergizi lagi saya tambahkan dimsum. Jadi saya menyiapkan dua stock frozen food ini di dalam freezer.

Berikut adalah dua resep yang bisa dijadikan sebagai alternatif stock frozen food di kulkas yaitu Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam. Kedua resep ini dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan juga waktu yang cepat.

Recipe 1: Nugget Ikan Dorry

Nugget ini crispy di luar dan lembut di dalam karena menggunakan ikan dorry



Bahan:

  • Ikan dorry fillet (cuci bersih beri perasan jeruk nipis dan garam diamkan selama 15 menit kemudian cuci kembali)
  • Tepung terigu
  • Tepung roti / Bread crumbs
  • 1 butir telur (kocok dan siapkan di wadah)
  • 1 sdm saus teriyaki


Cara membuat:

  1. Potong ikan dorry fillet dalam bentuk memanjang
  2. Lumuri dengan saus teriyaki hingga merata
  3. Balur satu persatu potongan fillet ikan dengan urutan tepung terigu - telur - tepung roti
  4. Simpan dalam wadah tertutup di freezer


Recipe 2: Dimsum Udang Ayam


Dimsum udang ayam setelah dikukus


Bahan:

  • Kulit Pangsit
  • Udang cincang 200 gr (blender)
  • Ayam cincang 200 gr (blender)
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 buah wortel (setengah dipotong kecil dan setengah diparut)
  • 1 daun bawang (iris tipis)
  • 1 butir telur
  • 1/2 bawang bombay (cincang)
  • 1 bawang putih (dihaluskan dengan gula garam secukupnya)
  • 1 sdm saus teriyaki
  • 1/2 sdm minyak wijen 
  • kecap asin secukupnya

Cara membuat:

  1. Campur dalam wadah hingga menyatu dan menjadi adonan (udang, ayam, wortel yang dipotong kecil, telur, daun bawang, bawang bombay, bawang putih yang sudah dihaluskan, saus teriyaki, minyak wijen, kecap asin, dan tepung tapioka) 
  2. Ambil kulit pangsit dan letakkan adonan no 1 di bagian tengah 
  3. Taburi parutan wortel di atasnya
  4. Lakukan sampai adonan habis
  5. Kukus selama kurang lebih 25 menit
  6. Letakkan dalam wadah hingga dingin kemudian simpan di dalam freezer
  7. Penyajian dimsum ini bisa dikukus / digoreng / dicampur dalam sup

Tentunya tidak lagi khawatir karena makanan ini homemade, non msg, dan dari bahan berkualitas yang dipilih ibu sendiri 😊

Selamat mencoba dan semoga anak-anak suka ya..

Xoxo,
Rani Ayuna

Wednesday, November 1, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 2 - Cinta pada Secangkir Cokelat

11:59:00 AM 2 Comments
Cinta pada Secangkir Cokelat

Yaps judul postingan blog ini masih serupa dengan postingan blog sebelumnya silahkan baca dahulu buat yang belum ya supaya ceritanya nyambung 😆  (Book Review: Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum) . 

Nah di bahasan yang sekarang saya mau sharing topik favorit kedua yang ada di buku Ummu Balqis ini yaitu Cinta pada Secangkir Cokelat. Kalau dari judulnya sudah pasti berbau-bau romantis ya 💝. Saya merasa kisah yang diangkat dekat dengan kehidupan suami istri sehari-hari yang sering diabaikan dan dianggap biasa saja namun jika didiamkan bisa "membahayakan".

Jika berbicara tahun awal pernikahan pasti yang dibayangkan asyik ya akhirnya tinggal serumah bisa dekat dan tiap hari sayang-sayangan semanis dan seromantis drama korea. Maaf ya jika memupuskan impian para pasangan muda. Tapi nyatanya tidak selalu demikian 😅

Monday, October 30, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum

12:10:00 PM 0 Comments

"Mengasuh bukan mengeluh
Mendidik bukan menghardik"
-Ummu Balqis-

Kalimat di atas yang membawa saya akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Buku setebal 177 halaman tersebut. Rasanya membaca kalimat tersebut muncul rasa nyess di dada. Saya yang telah terlahir menjadi seorang ibu selama 4 tahun masih banyak sekali kekurangan dan ilmu. 

Saya pun mencari tahu tentang apa buku ini dan ternyata apa yang inginkan terangkum komplit di dalamnya mulai informasi seputar baby blues syndrome, mengenalkan Allah kepada anak, mendidik anak cinta Alquran, mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM), Toilet Training, mengajak anak cinta lingkungan sampai mengajarkan pendidikan seks bagi anak. Komplit kan untuk ukuran buku yang tidak setebal novel Harry Potter 😆


Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana dan tidak menggurui. Mengapa? karena disajikan dalam bentuk cerita atau pengalaman dari Ummu Balqis. Bahkan, cerita ini diawali dari tahapan yang paling awal saat Ummu dinyatakan hamil hingga memiki dua anak. 

Saya merasa seperti diajak untuk melihat pelajaran dan hikmah dari setiap pengalaman Ummu Balqis dan juga banyak tips-tips yang dibagikan.

Jika diminta memilih ada dua bahasan yang paling saya suka dan paling sering saya ulang untuk membacanya agar selalu saya ingat yaitu "Tantrum oh tantrum" dan "Cinta pada secangkir cokelat".


Pada bahasan "Tantrum oh Tantrum", Ummu bercerita betapa sedihnya Ummu saat melihat seorang ibu yang marah dan memberikan hukuman fisik kepada anaknya dikarenakan sang anak tantrum di minimarket.

Saya sendiri pernah melihat hal-hal semacam ini ketika bepergian ke mall yang menyedihkan sebelas-dua belas dengan cerita Ummu sang ibu memberi hukuman fisik sekaligus berteriak memarahi sang anak di depan umum lebih parahnya lagi karena ada seorang cleaning service yang memperhatikan kejadian tersebut jadilah ikut kena semprot oleh sang ibu tersebut katanya "kenapa lihat-lihat ini urusan keluarga saya" duhhh! si ibu 😐

kalau saya sendiri pengalaman anak tantrum juga pasti pernah apalagi saat si kakak di awal-awal punya adik duh tantrumnya ada di level puncaknya pernah saya sampai menangis di kamar mandi ya sedih kesal dan bingung jadi satu. Emang si kakak marahnya bagaimana? duh nggak bisa diceritakan pokoknya rasanya bikin mamanya broken heart banget.

Jadi, mengapa anak tantrum? Ummu menceritakan bahwa anak tantrum karena si anak menginginkan sesuatu secara menggebu-gebu tetapi sulit untuk menyampaikannya. Sehingga, yang terjadi anak meledak dan menangis. 

Ummu memberikan tips untuk mengatasi tantrum pada anak yaitu:
Pertama, kita harus fokus dan tidak emosi
Kedua, bawa anak ke tempat tenang dan sepi serta jauhkan dari barang yang bisa membahayakan anak dan sekitar (terkadang saat tantrum anak suka melempar barang-barang)
Ketiga, alihkan perhatiannya kepada hal lain / hal yang bisa menarik hatinya
Keempat, jika tetap meronta-ronta berikan waktu anak untuk menangis meluapkan emosi dan tetap berada di sampingnya
Kelima, saat anak tenang mulai peluk, usap punggungnya dan berikan pengertian kepada anak. 

Ummu juga memberikan pesan:
"Bentakan dan pukulan mungkin dengan cepat menghentikan tangisan anak tapi hal itu akan membekas di ingatannya. Kelak ia bisa melakukan hal yang sama karena merasa diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah"

Saya langsung sedih membayangkan ketika besar anak akan membentak atau naudzubillah memukul karena dahulu pernah diperlakukan sama saat anak masih kecil 😞. Hati ibu mana yang tidak sakit diperlakukan seperti itu ya apalagi mengingat bagaimana perjuangan saat melahirkan dan membesarkan anak. Semua jiwa raga ibu pasti dicurahkan untuk anak kemudian mendapatkan balasan seperti itu 💔 😢.

Dear all mommy, selalu ingat masa seperti ini tidak akan berlangsung selamanya jangan sampai apa yang sudah terjadi sekarang akan menjadi penyesalan kita selamanya. Seperti cuaca akan ada hari hujan yang lebat disertai badai tetapi akan ada waktunya badai itu akan pergi tergantikan dengan pelangi yang indah kan?

Setiap emosi saya sudah memuncak saya selalu teringat anak kecil di depan saya ini yang dahulu saat bayinya saya timang, peluk dan cium. Masa saya tega mau memukulnya? tahan mommies jangan sampai kita kalah dengan emosi.



Nah, kalimat terakhir ini yang menyentuh banget buat saya dan menjadi pengingat supaya bisa menjadi ibu yang sabar, cerdas dan baik. Bahwa anak bukanlah milik kita namun anak adalah titipan yang diberikan Allah SWT.

Buat saya secara pribadi, anak adalah guru terbaik. Saat anak tantrum sebenarnya Allah sedang memberikan ujian "kesabaran" agar kita bisa naik kelas. Saat kita harus mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan anak sehingga tidak bisa membeli barang yang kita inginkan sebetulnya kita sedang diuji tentang "keikhlasan". Dan masih banyak lagi pelajaran yang telah diberikan oleh guru terbaik yaitu dari anak kita sendiri.

Dahulu terkadang saya mempertanyakan kepada Allah diawali dengan "Why" kenapa saya yang harus mengalami ini dan itu? tapi sekarang saatnya merubahnya menjadi "What" apa sebenarnya yang ingin Allah ajarkan kepada saya dari situasi yang sedang terjadi?

Selalu bersyukur di setiap situasi, there is always a reason to smile 😊
Jadi, apakah kita sudah siap untuk ujian kenaikan kelas?

Review to be continued di Part 2 membahas satu lagi topik yang paling saya sukai dari Buku Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis yaitu "Cinta pada secangkir cokelat" 😍.

Xoxo,
Rani Ayuna



Friday, October 27, 2017

Beauty Review: Skincare V 10 Plus (Water Based Peeling & Acne Treatment Serum)

9:21:00 PM 0 Comments
 

Jujur sejak kehamilan masuk trisemester akhir (7-9 bulan) rasanya saya malaaaas sekali untuk pakai serangkaian perawatan skincare sehari-hari. Ternyata malasnya berlanjut sampai selesai lahiran jadi sehari hari cuma ketemu sama sabun wajah saja waktu mandi pagi dan sore selebihnya nggak pake apa apa lagi. Akhirnya kulit menjadi kering dan agak kusam 😑.

Nah kalau cerita tentang skincare rasanya nggak ada ujungnya karena terus berinovasi dan berkembang seperti produk skincare dari Jepang ini namanya V10 Plus. Secara pribadi brand ini masih terdengar asing ya. Namun, ternyata sudah mendapat 14 penghargaan Internasional di Asia dan Eropa sejak tahun 2011. Selain itu juga digunakan sebagai produk perawatan resmi untuk Mrs Singapura sejak tahun 2013.

Sebelum memutuskan untuk mencoba saya mencari tahu dahulu tentang skincare V10 Plus ini karena saya nggak mau pakai produk asal-asalan dan malah merugikan kulit wajah saya.

Saya dapat dua produk ini Peeling dan Serum (Upps tulisan Serumnya kebalik 😛)


Wednesday, October 25, 2017

Beauty 101: Oatmeal Scrub, You will love it!

12:22:00 PM 6 Comments
Siapa yang belum tahu oatmeal? saya pikir mostly sudah tahu ya apa itu oatmeal. Yaps betul makanan yang rasanya enak banget kalau dibikin overnight oat (sarapan terfavorit ditambah strawberry, almond, susu atau yoghurt udah enak pakai banget). Eh tapi sekarang saya bukan mau membahas resep overnight oat tetapi oatmeal sebagai scrub 😊


Jadi, ceritanya lagi-lagi saya sedang suka banget cari tahu tentang produk alami yang bisa dipakai untuk skincare rutin supaya nggak perlu lagi beli skincare yang mahal-mahal itu kulit wajah jadi sehat dan efeknya juga bagus untuk tubuh kita mengurangi bahan-bahan kimia yang nggak jelas kan. Salah satunya yang berbahan oatmeal ini. Salah dua dan tiganya ada lain-lain lagi juga sih tapi disimpan dulu deh buat postingan blog berikutnya hehe.

Monday, October 23, 2017

Beauty Review: Must Have Item! Chetapil Gentle Skin Cleanser

10:53:00 PM 0 Comments

Rasanya sayang banget kalau sudah dapat produk yang bagus dan nggak dishare infonya ke orang lain ya. Jadi awal mulanya saya berpikir dengan bertambahnya usia saya ingin mereduce / meminimalisir penggunaan skincare yang mengandung bahan-bahan kimia berlebih / berat.

Salah satu produk yang ingin saya sharing sekarang adalah sabun pembersih wajah. Ngomongin sabun pembersih wajah pasti banyak sekali ya ragamnya. Begitu juga dengan saya sudah tidak terhitung beberapa kali berganti brand pembersih wajah. Dulu saya pikir semakin banyak busa maka akan semakin bersih kulit kita. Hmm dan ternyata saya salah.

Pernah nggak ketika kita menggunakan sabun wajah yang berbusa-busa ketika dibilas wajah berasa kesat? Kulit wajah terasa kesat itu menandakan kulit kita menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya 😕

Setelah saya cari tahu sabun yang baik itu justru yang sedikit mengandung deterjen / busa atau lebih bagus lagi jika tidak berbusa. Salah satu produk yang lagi saya suka banget kurang lebih satu bulan ini adalah Chetapil Gentle Skin Cleanser.

Cetaphil memiliki jargon "Ahli Kulit Sehat" 💓

Wednesday, October 4, 2017

Personal thought : think happy be happy

2:11:00 PM 0 Comments


Tak terasa sudah masuk satu bulan sejak kehadiran aleena di keluarga kami. Happy? Absolutely setiap lihat dia, bau wanginya, dengar tangisnya, gendong dia walau bekas operasi masih cenut cenut tetap bikin happy.

Semua orang di rumah memulai adaptasi dari awal mulai dari suami, kakak gibran, si mba di rumah dan juga saya. Suasana berubah 360 derajat 👶

Tidak mudah keluar dari hal rutin yang sudah lama dijalani intinya keluar dari comfort zone ya. Dulu setiap malam bisa tidur nyenyak sekarang harus begadang dan curi waktu supaya bisa nabung asi sebelum masuk kerja.

Dahulu fokus perhatian ke kakak gibran sekarang yang diperhatikan ada dua hehe. Wajar kalau kakak agak susah adaptasi di awal cepat sekali marah dan tantrum juga nggak sabaran. Maaf ya kak tapi pasti bisa dilalui dengan baik ujian kenaikan kelas ini.

Stress? Haha jangan ditanya semua rasanya campur aduk happy, stress, sedih, bingung bergabung jadi satu. Becandaan waktu itu cuma bilang ke suami kayanya kena Toodler Blues padahal dimana mana orang baru melahirkan kenanya Baby Blues ya ini justru yang menjadi pikiran saya adalah si kakak. 

Seiring berjalan waktu hingga kini satu bulan lamanya bergelut dengan proses adaptasi dan kesabaran. Sepertinya mulai membuahkan hasil 😃. Si kakak mulai sayang-sayang dan bisa diminta jagain adiknya kalau mama keluar kamar. Bahkan, sekarang kalau adik mulai nangis si kakak mulai nyanyi supaya adiknya diem. See? Semua badai pasti berlalu tidak selamanya anak akan tantrum kan? So don't panic just take a deep breath and think happy so you will be happy too.

Semoga ini menjadi ujian kenaikan kelas bagi keluarga kami supaya bisa lebih bahagia lagi amin :)

#Randomtought


Kakak Gibran 4 years old my beloved son

Xoxo,
Rani Ayuna

Friday, September 8, 2017

Jatuh Cinta dengan Mustela untuk Perawatan Kulit si Kecil

2:02:00 PM 6 Comments
Baby Aleena 2 days old
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, saya akhirnya bisa bertemu malaikat kecil yang dikirimkan Allah SWT dari surga Alhamdulillah. Setelah penantian selama 39 minggu, kita bisa bertemu ya nak hallo my sweety baby girl Adik Aleena.

Hal pertama yang tentunya menjadi perhatian saya dan para ibu lainnya tentunya pada perawatan bayi pasca melahirkan. Ngomong-ngomong produk perawatan bayi sudah banyak sekali brand skincare baby yang sudah kita kenal, kalau produk Mustela sudah pernah kenal kah?


Jujur saya termasuk newbie tentang produk Mustela ini, awalnya tau saat datang ke pameran di JCC Jakarta beberapa waktu lalu dan cuma curi-curi pandang penasaran karena mba SPG yang manggil-manggil sambil cerita produk hihi.

Ternyata Brand Mustela ini sudah ada lho sejak tahun 1950 jadi merupakan brand senior juga ya (maafkan saya yang kudet ini hehe) dan sudah menjadi Brand Mother and Baby Skincare Nomor 1 di Eropa. Komitmen brand ini juga fokus pada perawatan kulit bayi  yang aman dan efektif.

Sedikit cerita, Produk Mustela Bebe di Indonesia memang cenderung masih baru (wajarlah ya kalau belum familiar hehe) yaitu baru masuk sejak awal tahun 2016 yang didistribusikan oleh salah satu produsen farmasi terbesar di Indonesia yaitu PT Interbat.

Kenapa saya lebih concern dengan Produk Skincare Baby untuk anak kedua?

Sedikit cerita saya pernah mengalami masa-masa suram hehe saat merawat anak pertama khususnya dalam perawatan kulit. Memang saat itu banyak kado sabun, shampoo, lotion dari kerabat.

Karena minimnya pengalaman dan informasi (maklum masih newbie sebagai ibu muda) saya santai saja berganti-ganti brand dan ternyata malah berakibat kurang baik ke kondisi kulit si kakak.

Waktu itu sempat ada semacam kerak di kulit kepalanya (sampai dibawa ke DSA buat konsultasi karena keraknya semakin melebar) ternyata akibat tidak cocok dengan shampoo dan hair lotion yang digunakan.

Tidak hanya itu, si kakak juga pernah kena Diaper Rash (ruam popok) jadi di bagian pantatnya muncul kemerah-merahan dan saya lihat dia tidak nyaman mungkin rasanya gatal duh pengalaman saat anak pertama memang masih serba trial and error maafkan mama ya kak huhu.

Nah, untuk perawatan Baby number 2 saya ingin memastikan produk kulit yang oke dan mulai mencari tau seputar perawatan kulit yang benar agar tidak terulang lagi kisah-kisah yang lalu.

Friday, August 18, 2017

Personal thought: Negosiasi dengan si toodler

10:40:00 AM 0 Comments
Libur telah tiba hehehe iya sekarang sudah mulai masuk cuti melahirkan niy menanti detik detik bertemu si adek yang semakin gede aja di dalam perut (posisi badan sudah nggak kondusif mau ubah posisi dari bangun ke duduk susah atau dari duduk ke berdiri juga sakit hahahaha).

Ternyata bayangan cuti bisa santai di rumah itu ya nggak seindah bayangan. Entah kenapa si kakak yang biasa mandiri ga pake ngerengek kalau cuma sama si mba di rumah jadi super manjanya fiuuh.

 

Hari ini sudah berhasil ngebujuk buat berangkat sekolah yang tadinya kakak kekeh nggak mau sekolah kalau ada mamanya di rumah huhu..

Duuh pe er baru ini haha ternyata lebih capek di rumah dibanding kerja di kantor ya haha tapi mama menikmati tiap detiknya sama kakak :)

 


Okee mommy can handle this (singsingkan baju lengan) itu foto di atas semua mainan dibongkar. Tips saya siy nggak usah buru buru ngeberesin ntar capek sendiri haha kalau sudah puas main baru semua diberesin (tutup mata dulu aja).

Kesempatan ini saya gunakan untuk melatih negosiasi dengan si toodler 4 tahun ini. Saat negosiasi usahakan posisi tinggi kita sama dengan anak dan keep eye contact. Jangan menyerah kalau belum berhasil ya mommy2. 

Cari celah dan berpikir cepat apa yang kira kira bisa membuat mereka tertarik. Niy salah satu contoh negosiasi dengan kakak saat mau mandi tadi pagi. 

M: kak ayo mandi yuk nanti dijemput kakek sekolah kakak belum siap
K: tapi kan gibran masih mau main mobil truk
M: oh gitu ya.. mobil truk juga kotor tuh kak dimandiin yuk pakai sabun warna blue yang wangi itu di kamar mandi
K: oh iya dikasih air juga ya ma mobil truknya boleh?
M: oke boleh kak yuk diajak mandi :)

Nah gitulah kira-kira negosiasi ama si kakak karena kalau cuma nyuruh sekarang udah ga mempaaaaan hahaha karena toodler udah punya pikirannya sendiri. 

Karena nulisnya di bulan Agustus jadi foto kakak lagi moment agustusan juga

Oh iya nanti sore rencana mau check up rutin ke dokter rencana mau ajak si kakak buat ikut wish me luck :)

Xoxo,
Rani ayuna

Friday, June 23, 2017

#Sehatea dengan Pasangan - Bring More Joy and Happiness

9:42:00 AM 4 Comments

Berbicara tentang menikah di usia muda merupakan salah satu wishlist saya sejak duluuuu karena saya melihat mama dengan anak-anaknya (3 perempuan semua hehe) bisa berkomunikasi dan bersahabat seperti layaknya kakak adik.

Yaps, kami selalu kompak bisa saling curhat satu sama lain, ke salon bareng, shopping bareng kadang juga adu argumen hahaha serunya kalau mengingat masa-masa masih satu rumah (sebentar lagi mudik lebaran asyik bisa kumpul dan rame lagi).

Usia mama saat menikah dulu umur 23 tahun dan saya pun Alhamdulillah bisa mengikuti jejaknya walau meleset setahun yaitu di umur 24 tahun. Saya mengenal suami kurang dari satu tahun dan tanpa babibu suami mengajukan lamaran dengan membawa keluarganya dari Jakarta ke rumah saya di Surabaya. Kaget? Pastinya hehe.

 

Saturday, April 15, 2017

My Precious Moment: Mempersiapkan yang Terbaik untuk yang Teristimewa di Masa Kehamilan

11:46:00 PM 20 Comments
Jika saya mendengar kata kehamilan, yang terbayang adalah 9 bulan yang super excited sekaligus mendebarkan! Excited karena 9 bulan lagi akan bertemu dengan si kecil yang lucu dan menggemaskan dan tentu saja penantian uji coba test pack yang berulang kali itu akhirnya menemukan jawaban dengan munculnya garis dua! 

Ya.. bagi saya menanti dua menit saat uji test pack itu sama deg2annya seperti mau dilamar hehe. Dan ketika garis dua itu muncul rasanya ingin lompat dan segera lari cari suami untuk segera kasih tahu hehe. 

Saat hamil anak pertama, saya sengaja meletakkan hasil uji test pack begitu saja di kamar mandi hehe supaya suami saat masuk kamar mandi dapat kejutan and it works! Setelah 4 bulan menikah akhirnya doa siang dan malam itu terjawab.

Nah, sekarang saya sedang menanti kehadiran si kecil kedua. Walau sudah pernah hamil 4 tahun silam rasa super excited dan mendebarkan itu muncul kembali. Kenapa saya bilang masa kehamilan adalah masa yang mendebarkan? Masa kehamilan itu bisa diibaratkan seperti perjuangan. 

Kehamilan kedua usia 5 bulan

Yap berjuang agar si kecil tetap sehat sampai hari kelahirannya tiba. Selain itu, kondisi tubuh ibu juga perlu dijaga. Di awal kehamilan badan rasanya mudah lelah dan lemas, dan tentu saja mual serta muntah juga tidak terelakkan.

Di tiga bulan pertama, saya agak kesulitan untuk makan. Saat berhasil makan terkadang malah keluar lagi dan berakhir di kamar mandi. Demi si kecil agar tumbuh sehat, akhirnya saya tetap makan lagi agar si kecil tetap mendapat nutrisi yang optimal.

Sabtu lalu tepatnya pada 8 April 2017, diselenggarakan Prenagen Pregnancy Education Journey di Hotel Pullman Jakarta dengan tema "Terbaik untuk yang Teristimewa". Saat acara itu Dr Boy Abidin menjelaskan juga terkait pentingnya asupan nutrisi yang seimbang untuk janin istilahnya "You are what your mother eat". 

Monday, March 27, 2017

Just Stay Healhty: Perkuat Sistem Imun #Sehat365hari

1:10:00 PM 4 Comments


Peralihan Bulan Februari ke Bulan Maret ini cuaca sering berubah-ubah ada kalanya hujan terus menerus seharian penuh dan ada kalanya panas terik menyengat.

Beberapa kali weekend kami memutuskan untuk stay di rumah saja berkumpul bersama keluarga di rumah dan memperbanyak stok buah-buahan untuk cemilan sehat.

Perubahan kondisi tubuh pun berubah dengan cepat, Hari sabtu dan minggu kemarin Gibran lagi semangat banget makan sampai-sampai nambah terus makannya. Eh tak disangka-sangka di hari senin pagi drop batuk pilek sampai muntah.

Walau sudah menjaga asupan makanan, penyakit bisa masuk dari arah mana saja bisa dari makanan, minuman, pernapasan, atau kontak dengan penderita baik langsung maupun tidak langsung.  Duh sepertinya saya kecolongan, bisa jadi saat pergi ke luar rumah Gibran kontak dengan orang yang sedang batuk pilek atau memegang barang yang sudah terkontaminasi.

Tubuh Anak memang lebih rentan karena sistem imunnya masih dalam proses perkembangan dan belum sempurna. Selain anak, orang dengan usia lanjut juga sama rentannya karena sistem imun seringkali mengalami penurunan.

Lalu bagaimana dengan kita yang berada di posisi tengah? sama juga walau sistem imun masih baik kita harus tetap menjaga supaya tidak sakit. Apalagi seorang ibu tuntutannya sehat terus karena yang kebagian mengurus keluarga. Kalau sakit juga nggak bisa lama-lama hehe. Jadi, menjaga kesehatan buat saya wajib hukumnya.

Saat anak jatuh sakit pasti sedih ya pikirannya jadi bercabang-cabang, untuk pertolongan pertama saya langsung memberinya minuman hangat dicampur madu dan obat batpil yang biasa dipakai, tapi itu belum cukup karena untuk mempercepat penyembuhan anak, saya mendapatkan informasi dari serbaherba untuk minum Stimuno Syrup setiap hari. 

Stimuno Syrup
Pemberian Stimuno dalam kondisi sehat cukup 1x sehari sedangkan ketika sudah jatuh sakit menjadi 3x sehari.

Tuesday, March 14, 2017

Sharing Resep: Nugget Ayam Keju Sayuran

7:43:00 AM 0 Comments
Masa-masa toodler si abang gibran ada kalanya mulai pilih pilih makanan ada saatnya maunya dibikinin ayam ala kentucky atau yang lagi sering sekarang ini maunya nugget dan nugget. 

Awalnya saya selalu beli di supermarket nugget dorry (iya bahan dasarnya ikan dorry dan dia suka). Cuma ya harganya juga lumayan ya kalau beli terus hehe dan belum lagi kalau ada pengawetnya huhu. Akhirny dilema itu berakhir dengan browsing resep bikin nugget rumahan yang saya modif sedikit ala saya. Yuk cobain mungkin bisa jadi solusi anak-anak yang sulit makan sayuran juga.

Bahan 1:
400 gr daging ayam dada fillet - potong kecil
1 slice keju cheddar (bisa juga pakai keju parut)
1 wortel - parut
5 kuntum brokoli - parut
80 gr tepung panir atau bread crumbs
125 ml air 
2 siung bawang putih - haluskan
1 daun bawang - iris tipis tipis
1 telur - kocok
Gula garam secukupnya
2 sendok teh kaldu bubuk non msg

Bahan 2 - untuk celupan:
200 gr bread crumbs 
3 putih telur - kocok

Cara membuat: 
1. Blender bahan 1 sampai halus 
2. Kukus bahan 1 yang sudah diblender kurang lebih 30 menit
3. Potong sesuai bentuk yang diinginkan 
4. Celupkan dalam putih telur kemudian gulingkan dalam bread crumbs - sampai adonan habis
5. Simpan dalam freezer supaya set 
6. Goreng dan sajikan

Nugget Ayam Keju Sayuran

Thursday, February 23, 2017

Tips Merencanakan Liburan Menyenangkan dan Hemat

8:45:00 AM 2 Comments

Tips Liburan Hemat


Liburan sukses versi saya itu yang pasti menyenangkan dan tentu juga hemat ramah di kantong, karena saya dan suami suka berlibur dengan mengajak keluarga besar jadi semua wajib direncanakan dengan matang agar bisa berjalan happy dan aman terkendali (on budget).
 
Liburan itu tidak harus melancong ke luar negeri. Indonesia sangat luas dan memiliki banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dan yang pasti, goal untuk liburan hemat bisa tercapai. Saya mau sharing beberapa tips yang bisa berguna untuk merencanakan liburan yang menyenangkan sekaligus hemat.

Salah satu contohnya adalah dengan rajin-rajin cek harga tiket maskapai seperti Lion Air. Seperti diketahui Lion Air suka memberikan harga yang lebih miring kan? Selain itu ada banyak cara lainnya, dan berikut adalah tips untuk liburan hemat dan tak membosankan.