Monday, November 7, 2016

Mendampingi tumbuh kembang anak di masa golden age

Pernahkah mendengar bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya? Ya peran seorang ibu tidak berhenti setelah melahirkan saja, ibu berperan besar dalam pembentukan watak, karakter dan kepribadian anak. Sekalipun anak sudah mulai bersekolah, peran pendidik tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada guru karena peran ibu dan juga ayah tentunya tidak tergantikan.

Sebagai seorang ibu yang memutuskan untuk bekerja 5 hari dalam seminggu, rasa cemas dan khawatir tentu saja ada karena tidak bisa mendampingi anak terus menerus selama 24 jam. Ada kalanya saya mulai down dan curhat dengan suami karena saya tidak bisa memantau detik demi detik perkembangan Gibran.

Saya menceritakan segala kekhawatiran saya karena memperhatikan kegiatan Gibran selama di rumah bersama pengasuhnya saat itu Gibran masih berusia 1-2 tahun sangat kurang mendapat stimulus (baca: diajak bermain). Saya mengetahui hal tersebut karena kami sengaja memasang kamera di rumah yang terhubung ke smartphone sehingga dapat memantau setiap kegiatan anak selama kami tinggal bekerja.





Masa-masa 0-6 tahun adalah masa "kritis" karena masa ini adalah saat-saat perkembangan otak anak sangat cepat. 80% perkembangan otak terjadi di masa ini. Anak akan sangat aktif menyerap informasi (baik dan buruk) serta dasar perkembangan motorik, sosio emosional, moral kognitif terjadi di masa golden age.

Saya menyadari bahwa ini jalan yang saya pilih untuk menjadi ibu bekerja dan harus siap dengan segala konsekuensinya.  Lalu bagaimana agar tumbuh kembang menjadi maksimal? saya memang bukan ibu yang sempurna namun saya berusaha untuk mengejar "ketertinggalan" saya selama waktu bekerja.



Hal pertama yang saya lakukan adalah setiap ada saya dan suami di rumah maka tugas pengasuh sudah selesai, sebisa mungkin kegiatan anak bersama mama dan papanya. Ya mungkin ini adalah hal sepele tapi manfaatnya mulai kami rasakan di usia Gibran yang saat ini sudah beranjak 3 tahun. Kelekatan terhadap papa mamanya semakin kuat.

Dahulu pernah ada masanya Gibran lebih memilih bersama pengasuhnya dibanding dengan mamanya (saat itu saya baru awal masuk kerja setelah cuti melahirkan) setiap saya gendong selalu meminta kembali bersama pengasuh. Rasanya lebih menyedihkan dibanding putus cinta hehe. Semenjak itu kami mulai membangun ikatan dengan anak dengan lebih banyak hands on, harus sabar ya karena memang akan nampak hasilnya seiring dengan berjalannya waktu.

Saya pun mulai stalking kegiatan ibu-ibu keren di instagram, pinterest dan juga blog topiknya tidak jauh-jauh dari kegiatan "bermain" bersama anak. Bermain disini bukan sekedar bermain namun lebih ke memberikan stimulus yang tepat di setiap tahap perkembangan anak. Saya pun mulai "meniru" membuat sensory play saat gibran berusia 1-2 tahun mulai mengenalkan tekstur, warna, temperatur, suara dan lain-lain. Sekali lagi manfaatnya memang tidak langsung terlihat tetapi percaya deh (karena sudah banyak penelitian) jika anak diberikan stimulus yang tepat akan mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Baca juga:
Playing time: Water Beads
Soft play dough recipe (no cook needed)

Entah darimana asalnya, tiba-tiba saya dikenalkan dengan Program Mungil Ilmu (doa dari kegalauan saya karena sering bingung mencarikan aktivitas yang sesuai dengan kondisi anak). Bagi saya yang tidak bisa setiap saat menyiapkan materi "bermain", saya sangat terbantu ketika berkenalan dengan Program Mungil Ilmu. Kenapa? karena di Mungil Ilmu sudah "tersedia materi" sesuai dengan kondisi perkembangan dan usia anak dengan tema tiap minggu yang berbeda-beda. Jadi setiap minggu saya mendapat email materi belajar anak selama satu minggu lengkap dengan panduan dan goal yang ingin dicapai. Alhamdulillah.

Program Mungil Ilmu ini tidak hanya bergantung dengan worksheet semata karena mereka berpandangan apabila hanya bergantung pada worksheet apa bedanya dengan mesin fotokopi (hehe iya bener juga sih). Jadi, kegiatannya lebih banyak yang melibatkan hands on activities misal saat topik tentang transportasi.

Mungil ilmu menyediakan printable sheet mulai dari jalur jalan raya, rambu-rambu lalu lintas lengkap dengan beberapa  bangunan seperti sekolah, minimarket, toko bunga, rumah dll (gambar tersedia di dalam paket). Gibran bersemangat sekali ketika saya berikan printable sheet tersebut padahal waktu itu saya sampai rumah sudah jam 8 malam haha. Your wish is my command nak!.

Akhirnya Gibran membantu menempel jalur jalan raya dengan lem, menentukan letak rambu lalu lintas beserta bangunan-bangunannya sambil bercerita "ini rumah Gibran di ujung, ini sekolah Gibran dekat rumah kakek ya dan seterusnya". Capek langsung hilang seketika melihat Gibran bersemangat beraktivitas. Setelah selesai berlanjut dengan bermain role playing sebagai seorang pengemudi. Menyenangkan! Bagi yang penasaran bisa mulai googling tentang Program Mungil Ilmu ini ya.

Hasil karya mama dan Gibran


"Ma ini mobilnya mau ke Bank ambil uang di ATM" cerita Gibran dengan semangat

Kegiatan dengan anak saya dimulai setiap sepulang dari kerja, capek? ya pasti namanya juga bekerja seharian di kantor plus menerjang kemacetan ibukota yang yahh begitulah hehe. Namun, saya selalu mengingat pesan bahwa anak berhak mendapatkan perhatian dengan baterai yang full charge dari orang tuanya bukan batere sisa-sisa yang sudah redup dan ketika sampai di rumah yang terdengar omelan demi omelan karena mood orang tua yang sudah menurun (Salah apa anak kita? they deserve better with caring and attention from us their parents).

Kegiatan sebelum tidur, mendongeng dengan tools dari Paket Mungil Ilmu dengan Topik Lawan Kata


Seringkali ketika sampai di rumah yang terlihat dimana mana mainan berantakan ya sudahlah tidak perlu ngomel suatu saat kita pasti akan rindu kondisi rumah dengan mainanan yang berserakan dan celotehannya yang nyaring plus banyak tanya itu :) (Setuju?)

Saya menyempatkan menulis artikel ini walau waktu sudah menunjukkan pukul 22.46 WIB (nulis sambil ngantuk hehe) agar semakin banyak orang tua mulai melek dan reminder juga untuk diri saya sendiri bahwa "bermain" dengan anak itu penting khususnya di masa Golden Age yang pasti tidak bisa terulang. Jangan sampai menjadi penyesalan :)

"You can't stop your children from growing up, but you can BE PRESENT so you don't miss your children from growing up." 
Blog from New Leaf Wellness about how to live in the here and now.



*Artikel ini bukan artikel sponsor

Xoxo,
Rani Ayuna













9 comments:

  1. Anak saya jg ada dlm masa golden age. Memang kdng terasa bersalah tdk bisa maksimal krn bekerja. Tapi saya sependapat bahwa kualitas lebih penting dr kuantitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tetap semangat mendampingi si kecil ya mom. Sharing juga mom tentang tips quality time bersama si kecil nanti saya belajar juga :)

      Delete
  2. Ran.. Bakalan nyontek nih gw kayaknya.. Hehe
    Secara masih blm bisa nemenin main full time. Semoga selalu dimudahkan Allah yaa segala urusannya. Salam buat Agil dan Gibran

    _hesty

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mb Hesty long time no see ya :)
      Amin semoga Mb Hesty juga selalu diberi kemudahan amin amin yra. Oiya salam balik dari Mas Aghil hehe. Ditunggu acara kumpul2nya mba Hesty :)

      Delete
  3. Nice artikel mbak..persiapan buat anak ntar ...salam kenal ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Mb Dewi, semoga segera hadir malaikat-malaikat kecil Mb Dewi dan Mr Denmark :)

      Delete
  4. Amiiin :) udah 4 tahun mbak..pengen banget gaya kayak begono sama anak ntar...

    ReplyDelete
  5. hemm so sweet nya Mbak, kerja tapi tetep menyempatkan waktu full buat Gibran. Ehh baru inget pas buka2 artikel yg lain ternyata aku udh pernah mampir ke sini di tulisan tentang tripod gorilla. OMG ternyata kemaren ketemu juga sama penulisnya xixi. Semoga bisa ketemu lagi kita ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa sadar kita dah kenalan duluan ya mba dari blog hehehe, iya mba pengen bisa satu event lagi sama mba febri yang seruuu dan asik banget :)

      Delete