Saturday, November 26, 2016

Lifestyle: Sudah siap untuk Frugal Living ?

Frugal Living

Suatu sore...

Saya dan suami membahas tentang konsep manusia yang selalu merasa tidak puas, misal ketika seseorang naik gaji apakah kemudian orang tersebut telah berada di titik puas yang dia inginkan? apakah kemudian orang tersebut akan bertambah tabungan di rekeningnya berkali lipat dari sebelumnya?

Yes mostly yang ada kenginan duniawinya akan terus bertambah ya upgrade handphone baru, upgrade mobil dan seterusnya. Jika mengikuti nafsu dan trend percayalah itu semua nggak akan ada habisnya.



Saya banyak belajar dari suami saya yang selalu hidup dalam kesederhanaan. Suami saya tipikal orang yang tidak suka belanja baju, sepatu atau pernak pernik sekunder lainnya karena menurutnya masih banyak yang masih layak untuk digunakan. Duh saya masih sering kepleset tapi sekarang sudah mulai mengerem.

Sederhana bukan berarti hidup pelit atau serba irit ya istilah kerennya "Frugal Living". Sudah pernah dengarkan sebelumnya? atau justru belum pernah?.

Konsep Frugal Living adalah living better with less. Jadi, kita lebih cermat dalam mengatur keuangan dengan menghindari hal-hal yang tidak perlu dan memaksimalkan apa yang sudah kita punya. Sudah dapat poinnya? Frugal Living versi saya terdiri dari 3 kata kunci

Cut: Sisihkan semua yang tidak diperlukan dan sia-sia
Optimize: Maksimalkan apa yang bermanfaat dan berguna
Be Creative: Selalu lakukan hal-hal di luar kebiasaan yang bisa memberikan nilai tambah 

Teman saya Mba Wiwid Wadmira juga memberikan inspirasi kepada saya dalam postingannya di website kumpulan emak blogger berjudul Frugal Living, Gaya Hidup Hemat Masa Kini. Thanks Mba Wiwid ternyata kita satu aliran ya :)

Saya setuju gaya hidup ini cocok banget dengan kondisi saat ini dimana banyak sekali dorongan untuk menjadi manusia yang konsumtif, jadi ini seperti "rem" nya. Frugal Living menuntun saya untuk semakin bijak dan saya merasa menemukan adanya ketenangan batin. Saya tidak lagi "ngoyo" mengikuti trend dan sebagainya.

Mau coba Frugal Living? be ready...

Saya share 5 langkah frugal living versi saya untuk dicoba :)

Jujur dengan diri sendiri mana yang masuk dalam kategori kebutuhan dan keinginan. 

Seringkali saat berada di pusat perbelanjaan saya melakukan self talk "Yakin mau beli baju ini? di lemari kayanya masih banyak baju layak pakai? dan seterusnya"

Saya akan membeli misal ada tuntutan dress code acara tertentu dan memang tidak punya tapi kalau tujuannya hanya karena ingin saja sebetulnya tidak apa-apa juga asal intensitasnya tidak sering-sering hehe.

Sekali lagi konsep frugal living bukan hidup yang benar-benar irit sekali sampai menyiksa dan tidak bisa menikmati hidup sampai-sampai baju bolong masih dipakai dengan alasan masih bisa dipakai jadi nggak beli baju hehe. Ya hidup sewajarnya dan tidak berlebihan :)

Maksimalkan yang kita punya.
 
Jika melihat seisi rumah pasti banyak barang yang mungkin tidak selalu digunakan dan berakhir di gudang dan lemari penyimpanan. Coba buka lagi dan ingat-ingat barang itu, kenapa harus ingat? untuk meminimalisir membeli barang serupa yang pada akhirnya tidak digunakan. Mau tahu contoh sederhananya? coba hitung berapa banyak tumbler dan kotak makan yang kita punya?.

Selalu ingat kembali dengan apa yang telah kita miliki, setiap bepergian wajib bagi saya untuk membawa botol air mineral di kendaraan jadi tidak perlu lagi membeli di supermarket atau contoh lain dengan selalu sedia tas kain sebagai pengganti kantong belanja plastik.

Selain lebih hemat ada kepuasan batin bagi saya karena barang yang saya miliki berfungsi sebagaimana mestinya tidak hanya teronggok di rumah saja.

Salah satu kegiatan menyenangkan di saat weekend adalah berkebun. Rasanya sayang jika ada tanah nganggur dan tidak menghasilkan apapun. Apa yang saya tanam? sederhana saja tanaman yang bisa dikonsumsi keluarga mulai dari cabe, bawang bombay, kemangi, daun salam,  pandan, lavender, pepaya, alpukat, jeruk.

Beberapa ada yang sudah bisa dikonsumsi dan sempat saya bagi dengan teman-teman walau tidak banyak. Tentunya ada tambahan kepuasan batin ketika bisa memanfatkan dengan maksimal apa yang kita punya.

Be Creative: Tempat ini sebetulnya untuk digunakan di kamar mandi karena di kamar mandi sudah ada akhirnya dialihfungsikan untuk perlengkapan meja makan  (sendok garpu, gunting, minuman sachet) selain lebih rapi juga membuat meja makan lebih lapang. Coba cek barang yang tidak digunakan mungkin bisa dialihfungsikan juga untuk hal lain?

Memotong pengeluaran dengan belanja menggunakan uang cash.
 
Nah ini saya masih banyak berlatih karena kenginan untuk pakai kartu debit lebih kuat setiap belanja, padahal dengan belanja menggunakan uang cash akan memaksa kita membuat prioritas apa yang akan kita belanjakan.

Saat kita "tadinya" hanya akan belanja minyak di supermarket pasti akan berbeda jika kita membawa uang cash dan kartu debit, dengan kartu debit keinginan untuk menambahkan belanjaan ke troli akan semakin besar. Setuju? coba cek saat belanja apakah ada barang-barang yang tadinya tidak dibutuhkan ikut masuk, potato chips atau cokelat mungkin? :p

Belanja saat habis saja.
 
Saya merasakan sendiri perbedaan ketika "belanja bulanan" dengan "belanja saat habis saja". Belanja bulanan saat gaji masih hangat baru ditransfer ke rekening bisa berakhir dengan struk belanjaan yang panjang dan rata-rata barang yang sebetulnya "belum dibutuhkan" saat itu dan hanya akan berakhir di lemari penyimpanan.

Seringkali karena berakhir di lemari penyimpanan, saat barang habis misal sabun kita tidak lagi ingat bahwa kita sudah memilikinya dan akhirnya membeli lagi. Ada yang mengalami?

Jadi, saya mulai belanja jika sabun di rumah mulai mendekati titik penghabisan. Keuntungannya juga di rumah jadi tidak menumpuk barang karena ketika dibeli bisa langsung digunakan.

Satu lagi saat belanja coba buat catatan daftar belanjaan, saya suka mencatat di handphone apa saja yang harus saya beli. Hal ini membantu untuk lebih fokus dan tentunya lebih hemat waktu ketika berbelanja. 

Ini adalah oleh-oleh dan sereal untuk sarapan pagi, saya sengaja memindahkan ke kotak transparan agar terlihat dan meminimalisir membeli barang serupa sebelum yang lama dihabiskan.

Decluttering.

Clutter artinya kekacauan, jadi simplenya kegiatan decluttering adalah kegiatan untuk membereskan kekacauan hehe. Coba lihat di sekeliling kita di meja kerja atau di rumah adakah timbunan barang-barang yang sudah lama tidak tersentuh? apakah masih dibutuhkan?

Saya merasakan ada perasaan lega dan lebih tenang ketika selesai melakukan decluttering. Barang-barang yang sudah tidak diperlukan bisa disisihkan untuk dijual, disewakan atau mungkin diberikan saja kepada yang kurang beruntung :)

Kedamaian dan kebahagiaan saya datang sesimple melihat isi kulkas tertata dengan rapi dan bersih rasanya lebih nyaman dan memberikan aura positif di rumah. Salah satu kegiatan decluttering di dapur yang rutin saya lakukan mengecek tanggal kadaluarsa bahan makanan. Yakin semua bahan makanan di rumah masih layak? kapan terakhir mengecek? Yuk bergerak!

Hasil Decluttering kulkas


Coba liat juga di meja rias atau di pouch make up ada yang masih menyimpan lipstik yang usianya sudah lebih dari dua tahun? ingat semua barang ada usianya lho. Sisihkan barang yang sudah habis masa pakainya daripada berefek tidak baik untuk kesehatan.

Yuk jadwalkan minimal sebulan sekali untuk kegiatan Decluttering ini bisa dimulai dari meja kerja, dapur, lemari pakaian dan seterusnya.

Sudah siap dengan Frugal Living? mulai menata, merapikan hal kecil dan mengerem hal-hal yang tidak perlu akan berdampak besar terhadap ketenangan batin kita. You will find your own inner peace. Trust Me :)

Baca juga:
Lifestyle: Make it simple as possible
Our Dream List: Passive Income and Financial Free

Xoxo,
Rani Ayuna








20 comments:

  1. Aaah iya setuju bgt sama gaya hidup frugal living. Belum dijalanin sih sama aku mba tp pingin mulai mencoba juga. Kebiasaan yg paling kerasa emng belanja bulanan, jd aja ada beberapa item yg numpuk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba saya juga kurang cocok belanja bulanan jadi lebih banyak pengeluaran dan menumpuk di rumah :)

      Delete
  2. Saya sudah pakai gaya hidup itu. Mikirnya lama banget kalau mau beli2 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teman-teman saya juga merasa kalau belanja bareng paling lama milihnya :D

      Delete
  3. setuju banget mbak nice post...memang hidup sederhana itu sangat penting ya mbak...mending membeli barang2 yg memang kita butuh ya mbak

    ReplyDelete
  4. Huwaaaa... Ini PR saya banget nih yang suka bablas belanja -_- thanks ya mbak tipsnya. Kadang suka kepengin beli lipstik padahal lipstik yang ada aja ga habis kepakai sampai kadaluarsa. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama mba kadang masih suka kepleset juga teracuni :D tapi mulai ngerem sekarang

      Delete
  5. Mbok ya pas decluttering, almond crispy nya kasih aku. Hehehe

    ReplyDelete
  6. Huwa sipp bgt, selalu berbobot deh baca postingannya:) sukak... Emm klo aku masih lebih milih belanja bulanan ran, udah pernah coba belanja pas habis,jadinya bolak balik belanja malah makin out of list hehe. Kulkas itu pe-er banget yaa... Aku juga tiap bersih2 banyak harta karunnya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru ya mba nemu harta karun hihihi, saya belanjanya di koperasi kantor jadi tinggal turun ke lantai bawah irit ongkos transport hehehe :)

      Delete
  7. Kalau soal frugal living ini aku belajar banget dari suamiku. Jadi kalau ngegas terlalu kenceng ada yang ngerem. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba ada yang ngegas dan ada yang ngerem jadi balance hehehe :D

      Delete
  8. Huwaaaaa, soal rapi2 rumah ya. Selalu termotivasi pengen beberes kalau baca artikel kyk gini hehehe
    TFS :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb April lega kalau sudah selesai beres rumah dan nyisihin yang sudah nggak dipakai :)

      Delete
  9. huaaa aku tertohok sekali sama postingan ini, makasi banyak ya mba sudah diingatkan.
    Suamimu persis kayak suamiku, dia akan beli baju/celana/sepatu kalau udah rusak, tapi aku istrinya masih gak kuat nahan godaan diskon :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama sama Mb Ayu, sama kok saya juga masih belajar ngerem hehe tiap jalan ke mall kayanya selalu ada kata diskon ya jangan-jangan memang strategi marketing supaya dibeli hehe

      Delete
  10. Hihihihi, iya ya, harus beli barang pas habis aja biar lebih hemat. Kadang tergoda diskonan mbak, pengen nyetooookkkk....

    ReplyDelete