Instagram

Follow @raniayuna

Monday, October 3, 2016

Our Dream List: Passive Income and Financial Free


Saat pillow talk dengan suami tiba-tiba topik kami beralih ke ranah investasi (ugh berat juga ya sambil ngantuk ngomongin investasi hehe, nggak kok ini topik yang menyenangkan karena ini adalah topik tentang impian), saat ini saya dan suami memang sama sama pekerja kantoran yang tiap bulan mendapat gaji bulanan dan sometimes juga bonus dari kantor alhamdulillah.

Beberapa kali kami berpikir kemana ya perginya uang uang itu hahaha. Sound similar? Namun setelah dihitung kembali, kami jadi tenang karena ternyata sudah masuk ke pos yang tepat, kami membagi pos utama seperti ini:
  1. Zakat
  2. Tabungan 
  3. Keperluan sehari-hari (makanan, asisten rumah tangga, listrik, kemanan, sampah, iuran rt dll)
  4. Pendidikan Anak (Biaya SPP dan Asuransi Pendidikan)
  5. Hutang (KPR, kami sengaja tidak membuat credit card atas saran papa saya hehe mungkin tahu anaknya ini doyan belanja
  6. Entertainment (Jalan-jalan dan hiburan)
  7. Investasi
Kami mulai belajar financial planning secara otodidak learning by doing mulai dari browsing, belajar dari teman, bertanya ke orang tua/yang lebih pengalaman namun belum sampai menggunakan jasa financial planner hehe (sebetulnya penasaran siy). 

Papa saya juga selalu memberikan pesan Pengeluaran itu setelah pendapatan dikurang dengan tabungan. Jadi, wajib menabung dulu baru bisa jajan hehe, karena kalau menabung di akhir maka bisa jadi pendapatan kita sudah habis atau tinggal sisa-sisa saja. Pasti pernah dengar jokes gaji 9 koma kalau tanggal 9 sudah koma, wah jangan sampai ya hehe.




Kembali ke Investasi :)
Di tahun awal pernikahan kami sudah mulai berinvestasi. Kami berdua mendaftar di asuransi jiwa dan kesehatan (proteksi) yang memiliki manfaat lain berupa investasi semacam dana pensiun yang bisa diambil dalam jangka waktu tertentu misal tahun ke 8, tahun ke 10 atau saat kami sudah pensiun nantinya. 

Setiap bulan kami menyisihkan untuk asuransi proteksi dan sekaligus menabung investasi, walau kesehatan dicover penuh dan nantinya mendapat dana pensiun dari tempat kami bekerja saat ini namun tidak ada salahnya berinvestasi untuk tujuan preventif dari bermacam kejadian tidak terduga yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Di tahun ke dua pernikahan dengan kehadiran si kecil, kami mulai memikirkan pendidikan buah hati dengan mulai mendaftar asuransi pendidikan di salah satu bank pemerintah. Mengapa asuransi pendidikan?  Sebagai orang tua kami ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak minimal sampai perguruan tinggi, dengan menggunakan asuransi pendidikan Insya Allah pendidikan anak telah dipersiapkan dengan baik. Dana pendidikan tersebut akan cair setiap awal anak memasuki jenjang pendidikan baru misal awal masuk SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. 

Kita tidak akan pernah tahu rencana Allah kedepan, apabila orang tua meninggal maka anak akan tetap mendapat 100% Uang Pertanggungan (biaya sekolah akan tetap ditanggung pihak asuransi), polis bebas premi dan dana pendidikan tetap dibayarkan sesuai jadwal. Asuransi ini pembayaran preminya bisa bulanan/triwulan/semester tergantung kesepakatan di awal untuk besar premi juga variatif. Proses pembayarannya kami memilih secara autodebet setiap bulan dari rekening tabungan meminimalisir terlewat/lupa untuk membayar.

Asuransi proteksi dan pendidikan anak telah kami persiapkan. Apalagi ya? malam itu saya dan suami mulai memikirkan peluang bisnis. Kami ingin mencontoh orang tua suami yang sudah berinvestasi sebelum pensiun dari pekerjaannya dengan investasi di bidang kuliner yang saat ini alhamdulillah telah buka di beberapa kota. Perjuangannya tentu tidak selalu mulus pasti ada jatuh bangun juga. Yaps passive income dan financial free masuk dalam dream list kami berdua

Buku Kumal ini saya bawa sejak tahun 2010 untuk menulis impian-impian saya


Sedikit cerita tentang Dream List

Kami mulai membuat dream list sesuai saran papa saya (thanks pap!). Dream list adalah daftar impian yang ingin kita capai, secara alam bawah sadar daftar yang sudah kita tulis akan membawa kita untuk meraihnya semacam ada magnet yang akan menarik kita ke arah tersebut. Bagaimana kita bisa sampai ke tujuan jika goalnya masih kabur dan samar samar hehe. Start tulis sekarang semua impianmu! Percaya tidak percaya saya sudah membuktikannya, impian yang saya tulis sejak tahun 2010 di sebuah buku kumal (6 tahun lalu) itulah yang terjadi hingga saat ini alhamdulillah (bisa dibilang impian yang saya tulis ini menjadi semacam proposal saya kepada Allah).


Gambar ini saya dapat dari papa saya :)

Diagram ini menceritakan, Marck McCormack yang melakukan interview kepada lulusan MBA di Harvard kemudian mendapat hasil hanya 3% yang memiliki impian dan dituliskan dengan jelas. 10 Tahun kemudian, 3% inilah yang mendapatkan kesuksesan meraih impiannya dibanding yang lainnya. Apakah kita sudah termasuk dalam yang 3% atau masih di golongan 63% yang bahkan tidak tahu impian kita apa?

Ini dia Dream List saya yang telah direncanakan sejak awal tahun 2016 dan pencapaiannya. Saya tulis disini secara garis besarnya saja kalau spesifiknya ada di coret-coretan buku. List ini saya share bukan untuk menyombongkan diri ya tetapi untuk mengajak siapa saja yang membaca tulisan ini untuk mulai mencari tahu lebih jauh apa impian masing-masing dan menuliskannya secara spesifik ingat ya spesifik hehe. Contoh dream list saya tahun 2016:
  1. Bangun Rumah (done)
  2. Ganti mobil (done)
  3. Daftar haji (soon sedang menyiapkan dokumen insya Allah ^^)
  4. Liburan luar negeri (done)
  5. Gibran masuk play group di sekolah xxx (done)
  6. Olahraga rutin 3-4 kali seminggu (done)
  7. Investasi bisnis 
  8. dst
Nah, untuk di poin ke 7 kami masih mencari tahu kira-kira apa ya peluang bisnis di masa depan yang menarik? Tiba-tiba ada seorang teman yang memberi informasi peluang bisnis via email. Saya dan suami langsung tertarik untuk diskusi tentang informasi peluang bisnis yang diberikan teman saya tersebut, ternyata penawaran kerjasama Alfamart. Pasti sudah sangat familiarkan dengan Brand Minimarket satu ini? :)
 
Gambar dari waralaba.alfamartku.com

Saat ini memang sudah menjamur bisnis minimarket ya. Hal ini menunjukkan bisnis ini menjanjikan. Setelah kami baca, secara garis besar penawaran yang diberikan ada 3 bentuk kerjasama yaitu:
  • Gerai Baru : Gerai yang baru dibuka sesuai luas lahan yang dimiliki.
  • Gerai Take Over: Mengambil alih gerai milik Alfamart yang telah beroperasi dengan baik.
  • Gerai Konversi: Kerjasama waralaba kepada pemilik toko minimarket lokal/ kelontong/  yang ingin mengembangkan usahanya.

Nah Ini adalah ilustrasi untuk membuka Gerai Baru:

Gambar dari http://waralaba.alfamartku.com

Terlihat menarik kan? seharga membeli mobil baru kita sudah bisa memiliki minimarket sendiri. Saya dan suami pun mulai bermimpi, untuk awal mula membuka bisnis bisa juga dengan partnership yaitu  berkolaborasi dengan keluarga atau teman hehe. Yuk kita mulai berpikir untuk berinvestasi bisnis tidak harus langsung dengan yang besar tetapi bisa dimulai dari yang kecil sembari menabung untuk meraih yang kita idamkan (ingat jika ini menjadi impianmu segera tulis dengan jelas dan spesifik ya).

Gambar dari Pexels.com


Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream

As the world gives us it's best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here
*) Lirik Lagu "The Power Of The Dream" by Celine Dion


Xoxo,
Rani Ayuna




17 comments:

  1. Wuihh mantap, emang ya mikirin dana lebih buat persiapan biaya pendidikan, haji, dll dll mayan bikin pusing, kudu pinter2 cari investasi yang tepat. Semangaat maaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuuu bikin mumet kalau ga hitung dengan rinci hehehehe nanti waktu anak masuk sekolah pusing tujuh keliling dengan biaya pangkal yang eheeeem sesuatu banget :D

      Delete
  2. Inspiratif...sharingnya mantapp.. thankyou rani..😇👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Deny makasih sudah mampir ya, semoga bermanfaat ya :D

      Delete
    2. hai..yuhuuuu...amienn...*SalamSuper...👍😁👍😁

      Delete
  3. Buku impian..... Tulislah mulai sekarang..... Jangan menunggu sampai dirumah.... Kurang lebih begitu kata salah satu guru saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah guru kita sama? hehe, betul banget mas Sya'ban karena kalau menunggu di rumah nanti keburu lupa :)

      Delete
  4. Tiga "spell" yang ampuh buat m0tivasi
    Man jadda wajada: Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
    Man shabara zhafira: siapa yang sabar akan beruntung.
    Man saara ala darbi washala: siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan.
    - Negeri 5 Menara -

    ReplyDelete
  5. Thankyu sharing ttg biaya franchise alfamartnya mbaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mba semoga bisa memberi gambaran :)

      Delete
  6. wah keren bisa atur keuangan dan investasi dalam waktu singkat.
    bagi tipsnya dong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mb aymiranti, belajar singkat karena menyerap ilmu dari yang sudah pengalaman lama hehe misal ke orang tua mba sampai sekarang juga masih belajar supaya disiplin di pos-pos yang sudah dibuat dannn menahan diri jika memang hanya "ingin" bukan "butuh" :)

      Delete
  7. wow, perencanaan yang komplit. harus belajar banyak nih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama belajar yuk mba, mungkin punya ilmu lain boleh disharing juga nanti saya blogwalking ke mba haeriah hehe :)

      Delete
  8. Kalau pendapatan pas-pasan,
    dari mana mulainya agar bisa punya pasive income?
    thank dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mas Wadiyo, wah sepertinya saya yang harusnya berguru ke Mas Wadiyo sebagai expert dalam bidang manajemen keuangan ya hehe, saran dari papa saya sebagai guru plus trainer pribadi saya adalah.... menjadikan hobi sebagai media penghasil passive income misal hobi menulis blog maka bisa memasang add sense sebagai sarana passive income dan begitu juga dengan hobi-hobi lainnya :)

      Delete