Instagram

Follow @raniayuna

Monday, September 24, 2012

TestPack The Movie

6:46:00 PM 1 Comments





Sudah beberapa kali ngajakin calon suami nonton sampai akhirnya berubah status jadi suami buat nonton TestPack The Movie di bioskop tapi belom berhasil >,<
sampai suatu hari di Sabtu yang indaaaaah.... dia mau untuk diajakin nonton (Yess!!) :D

Mungkin dalam pikiran hubby, film testpack sama saja kaya film-film Indonesia lainnya yang judulnya aneh-aneh ya mungkin pada awalnya kalo denger film judulnya test pack.. bisa jadi yang kebayang bisa juga film yang aneh2 hehehehe...

tapi aku manteb banget buat nonton karna udah baca novelnya duluan dan novelnya bagussss banget, makasih teh ninit yunita si pengarang novel :))

dari film ini ada pelajaran yang bisa diambil bukan sekedar film selingan numpang lewat aja, aku suka quote saat mereka melangsungkan akad nikah..
kalau tidak salah ingat seperti ini..

"hidup saya sudah lengkap dengan adanya kamu"

jadi menerima pasangan bukan karena ada embel2nya..

saya akan sayang kamu terus
jika...bisa kasih baby
jika... bisa beliin rumah besar
jika...bisa ajak jalan2 dan shopping terus :p

Jadi, kita menerima dengan legawa bagaimana keadaan pasangan kita seperti saat akad nikah diucapkan pertama kali, disaat senang kita sayang dan disaat kita susah juga tidak mengurangi rasa sayang kita. kalau lagi sebel banget ama pasangan inget deh saat-saat paling membahagiakan dulu bisa moment akad nikah atau saat di propose :))

kalau inget2 aku ama si mas nih beda cara hidupnya hehehe...aku yang super rapi dan bersihan sedangkan dia suka yang apa adanya dan ada apanya wkwkwk (awalnya kaget2 juga siy) tapi hal kecil kaya gini aja kalo tidak bisa diatasi bisa jadi masalah yang super lho.. (yakin banget deh!) tapi inilah saatnya ujian kasih sayang kita bagaimana bisa menerima keadaan pasangan kita 100% :)

luv you mas :-*

#stiill waiting si mas jemput pulang kantor








Wednesday, September 12, 2012

Toxic People

1:37:00 PM 0 Comments
Ini hanya sepenggal ingatan setelah menonton sebuah acara talkshow di U Channel semalam. Pertama lihat, ada satu orang laki laki berumur 40an tahun (sepertinya sebagai pembawa acara talkshow itu, liatnya udah ditengah2 acara sih jadi masih mereka-reka) dan dua orang perempuan yang satu tua dan satu muda. Ibu yang agak berumur ini sebagai narasumber topik tersebut. Dia bersemangat sekali menjelaskan apa itu Toxic Relationship. Sedikit demi sedikit saya berusaha mencerna apa yang dikatakannya. Jadi, Toxic Relationship adalah suatu hubungan dimana salah satu lawan / pasangan dalam hubungan tersebut terlalu mendominasi seperti "menyetir" dan mengontrol apapun dalam hidupnya sehingga ia berlaku seperti vampir yang siap menghisap energi kita secara psikis maupun fisik (WOW). Pelakunya bisa teman kita, anggota keluarga, atasan, atau pasangan hidup kita sendiri. hmm.. mulai seru sepertinya topik ini setelah berjalan 10 menit karena sepertinya terdengar seperti pengalaman pribadi yang pernah saya alami...

Pernahkah kalian mengalami memiliki teman yang selalu suka mengeluh, mengkritik, menceritakan keburukan orang lain lalu bagaimana rasanya setelah mendengar semua keluhan yang ia alami? dan saya tambahkan hal tersebut berulang setiap saat!!! Atau pernahkah kalian mempunyai teman yang suka menceritakan segala macam kecemasan dan kekhawatiran yang dia hadapi sehingga sepanjang pembicaraan hanya berfokus kepada dia saja? dan bagaimana juga rasanya?

Jika kalian menjawab rasanya "melelahkan", "berasa kehabisan energi", "emosi negatifnya seperti menular kepada kita misal awalnya kita bukan tipe pencemas menjadi pencemas, pemarah dll" ??

Hal ini menunjukkan bahwa teman anda adalah salah satu karakter TOXIC PEOPLE...(dan kita harus be aware, karena jika tidak Toxic itu lambat laun akan semakin menumpuk dan meracuni diri kita)

Dalam acara talkshow tersebut, narasumber menyebutkan terkadang kita sebagai teman merasa "Bisa merubah" karakter orang tersebut, tetapi nyatanya "Tidak". yang harus kita lakukan adalah menutup pintu akses Toxic People kepada kita agar tidak semakin meracuni diri kita. 

Di Dunia Barat, Toxic People ini salah satunya adalah pelaku Human Trackficking (saat saya melihat tayangan ini, saya bertanya2 apakah hubungannya dengan pelaku Human Trackficking?) maksudnya adalah pelaku tersebut memiliki karakter suka mengontrol yang berlebihan dan menindas. Saya jadi teringat, kasus di Indonesia beberapa waktu lalu dimana seorang anak SMA menjual teman SMAnya sendiri. sungguh memprihatinkan ya...

Jadi definisi dari Toxic People seperti ini:
Sumber: http://bipolar.about.com/od/support/a/070315_toxic.htm
Who are the severely toxic people?
They are the ones who complain all the time. They are the ones who always blame you. They may always turn things around so things you felt they had done wrong are suddenly your fault. They overreact to bad events.


Tipe Toxic People: kita harus mewaspadai tipe Toxic People dengan mengetahui seperti apa karakter mereka..Read This!

Sumber: http://www.wikihow.com/Save-Yourself-from-Toxic-People


  • Angry at life: A person who is always angry, blowing up, shouting, and reacting to everyone in a volatile manner is a toxic person. They need a lot of help but you don't need to be their battering board. Staying around a person like this will cause you to become angry too, to see slights where there are none, to react instead of reflecting, and to fear things.
  • Everything in the world is rotten: A person with this worldview is always down and always finds the dark side in everything. And they love miserable company; the more dark thinkers agreeing with their conspiracies and frightening theories, the better. Oddly enough, this person will often be competitive about their misery, trying to outdo any other person's misery. Prone to seeing other people's mistakes as enormous transgressions (and therefore cannot forgive) and to fearing that people are going to let them down/let them go any moment, they live in constant state of fate-determining negativity and lack hope. Since they don't feel capable of changing their trajectory, they'll try to drag you in with them.
  • Attention seekers: Insecure, unable to create their own sense of self-worth, and emotionally immature, this person is a "clinger". They want your attention, they want it when they want it (now!) and they need to be at the center of everything. This person's constant need to be heard and rescued will wear you down eventually and their inability to settle down and take a good, long hard look at themselves means that they try to suck the energy and life from elsewhere, namely from you.
  • Gossips: When all else in your own life fails, spill the beans on other people's misfortunes is the motto of this difficult character. Instead of keeping confidences and being supportive, this person allows envious feelings to get the better of them instead of getting the better of their envious feelings. Unfortunately, gossip feels exciting to those receiving it initially but it's like a sugar high; it soon crashes and the nasty after-effects harm everyone. If you have found yourself caught up with a gossip and you've enabled them or benefited from them, don't get hung up on worrying about your complicity; forgive yourself, make a choice to only speak well of others from this point on, and remove yourself form their sphere.
  • Fearful frighteners: Worry, anxiety, "what ifs", and fear push this personality. Everything in life, from relationships to crossing the road, holds some potential for fear and terror, and this person's anxiety is unfortunately very contagious.



Sekarang mari kita berpikir bersama-sama, jangan sampai kita ditindas secara berkepanjangan oleh orang-orang semacam itu. Perhatikan apakah orang-orang yang berada di sekitar kita termasuk dalam tipikal toxic people?

Pasangan kita?
Anggota keluarga kita?
Teman kerja?
Sahabat dekat?
Atau diri kita sendiri??


Just Ask Your Self and Save Your Self from Toxic People!  :)