Instagram

Follow @raniayuna

Saturday, November 11, 2017

Recipe : Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam

9:38:00 PM 8 Comments
Sebagai ibu pekerja saya tidak bisa setiap saat mempunyai waktu untuk memasak, jadi saya menyiapkan cemilan atau "lauk darurat" untuk anak dalam bentuk frozen food setiap weekend. Terkadang makanan yang sudah disediakan di rumah, tiba-tiba anak tidak mau makan nah "lauk darurat" ini yang dikeluarkan dari freezer dan menjadi penyelamat hehe.

Sebelumnya saya juga sudah pernah share resep Nugget Ayam Keju Sayuran (silahkan dibuka linknya 😊)

Anak saya cenderung menyukai makanan yang crispy jadi saya menyiapakan stock nugget dan juga suka dengan yang berkuah seperti sop supaya lebih bergizi lagi saya tambahkan dimsum. Jadi saya menyiapkan dua stock frozen food ini di dalam freezer.

Berikut adalah dua resep yang bisa dijadikan sebagai alternatif stock frozen food di kulkas yaitu Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam. Kedua resep ini dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan juga waktu yang cepat.

Recipe 1: Nugget Ikan Dorry

Nugget ini crispy di luar dan lembut di dalam karena menggunakan ikan dorry



Bahan:

  • Ikan dorry fillet (cuci bersih beri perasan jeruk nipis dan garam diamkan selama 15 menit kemudian cuci kembali)
  • Tepung terigu
  • Tepung roti / Bread crumbs
  • 1 butir telur (kocok dan siapkan di wadah)
  • 1 sdm saus teriyaki


Cara membuat:

  1. Potong ikan dorry fillet dalam bentuk memanjang
  2. Lumuri dengan saus teriyaki hingga merata
  3. Balur satu persatu potongan fillet ikan dengan urutan tepung terigu - telur - tepung roti
  4. Simpan dalam wadah tertutup di freezer


Recipe 2: Dimsum Udang Ayam


Dimsum udang ayam setelah dikukus


Bahan:

  • Kulit Pangsit
  • Udang cincang 200 gr (blender)
  • Ayam cincang 200 gr (blender)
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 buah wortel (setengah dipotong kecil dan setengah diparut)
  • 1 daun bawang (iris tipis)
  • 1 butir telur
  • 1/2 bawang bombay (cincang)
  • 1 bawang putih (dihaluskan dengan gula garam secukupnya)
  • 1 sdm saus teriyaki
  • 1/2 sdm minyak wijen 
  • kecap asin secukupnya

Cara membuat:

  1. Campur dalam wadah hingga menyatu dan menjadi adonan (udang, ayam, wortel yang dipotong kecil, telur, daun bawang, bawang bombay, bawang putih yang sudah dihaluskan, saus teriyaki, minyak wijen, kecap asin, dan tepung tapioka) 
  2. Ambil kulit pangsit dan letakkan adonan no 1 di bagian tengah 
  3. Taburi parutan wortel di atasnya
  4. Lakukan sampai adonan habis
  5. Kukus selama kurang lebih 25 menit
  6. Letakkan dalam wadah hingga dingin kemudian simpan di dalam freezer
  7. Penyajian dimsum ini bisa dikukus / digoreng / dicampur dalam sup

Tentunya tidak lagi khawatir karena makanan ini homemade, non msg, dan dari bahan berkualitas yang dipilih ibu sendiri 😊

Selamat mencoba dan semoga anak-anak suka ya..

Xoxo,
Rani Ayuna

Wednesday, November 1, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 2 - Cinta pada Secangkir Cokelat

11:59:00 AM 2 Comments
Cinta pada Secangkir Cokelat

Yaps judul postingan blog ini masih serupa dengan postingan blog sebelumnya silahkan baca dahulu buat yang belum ya supaya ceritanya nyambung 😆  (Book Review: Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum) . 

Nah di bahasan yang sekarang saya mau sharing topik favorit kedua yang ada di buku Ummu Balqis ini yaitu Cinta pada Secangkir Cokelat. Kalau dari judulnya sudah pasti berbau-bau romantis ya 💝. Saya merasa kisah yang diangkat dekat dengan kehidupan suami istri sehari-hari yang sering diabaikan dan dianggap biasa saja namun jika didiamkan bisa "membahayakan".

Jika berbicara tahun awal pernikahan pasti yang dibayangkan asyik ya akhirnya tinggal serumah bisa dekat dan tiap hari sayang-sayangan semanis dan seromantis drama korea. Maaf ya jika memupuskan impian para pasangan muda. Tapi nyatanya tidak selalu demikian 😅

Monday, October 30, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum

12:10:00 PM 0 Comments

"Mengasuh bukan mengeluh
Mendidik bukan menghardik"
-Ummu Balqis-

Kalimat di atas yang membawa saya akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Buku setebal 177 halaman tersebut. Rasanya membaca kalimat tersebut muncul rasa nyess di dada. Saya yang telah terlahir menjadi seorang ibu selama 4 tahun masih banyak sekali kekurangan dan ilmu. 

Saya pun mencari tahu tentang apa buku ini dan ternyata apa yang inginkan terangkum komplit di dalamnya mulai informasi seputar baby blues syndrome, mengenalkan Allah kepada anak, mendidik anak cinta Alquran, mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM), Toilet Training, mengajak anak cinta lingkungan sampai mengajarkan pendidikan seks bagi anak. Komplit kan untuk ukuran buku yang tidak setebal novel Harry Potter 😆


Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana dan tidak menggurui. Mengapa? karena disajikan dalam bentuk cerita atau pengalaman dari Ummu Balqis. Bahkan, cerita ini diawali dari tahapan yang paling awal saat Ummu dinyatakan hamil hingga memiki dua anak. 

Saya merasa seperti diajak untuk melihat pelajaran dan hikmah dari setiap pengalaman Ummu Balqis dan juga banyak tips-tips yang dibagikan.

Jika diminta memilih ada dua bahasan yang paling saya suka dan paling sering saya ulang untuk membacanya agar selalu saya ingat yaitu "Tantrum oh tantrum" dan "Cinta pada secangkir cokelat".


Pada bahasan "Tantrum oh Tantrum", Ummu bercerita betapa sedihnya Ummu saat melihat seorang ibu yang marah dan memberikan hukuman fisik kepada anaknya dikarenakan sang anak tantrum di minimarket.

Saya sendiri pernah melihat hal-hal semacam ini ketika bepergian ke mall yang menyedihkan sebelas-dua belas dengan cerita Ummu sang ibu memberi hukuman fisik sekaligus berteriak memarahi sang anak di depan umum lebih parahnya lagi karena ada seorang cleaning service yang memperhatikan kejadian tersebut jadilah ikut kena semprot oleh sang ibu tersebut katanya "kenapa lihat-lihat ini urusan keluarga saya" duhhh! si ibu 😐

kalau saya sendiri pengalaman anak tantrum juga pasti pernah apalagi saat si kakak di awal-awal punya adik duh tantrumnya ada di level puncaknya pernah saya sampai menangis di kamar mandi ya sedih kesal dan bingung jadi satu. Emang si kakak marahnya bagaimana? duh nggak bisa diceritakan pokoknya rasanya bikin mamanya broken heart banget.

Jadi, mengapa anak tantrum? Ummu menceritakan bahwa anak tantrum karena si anak menginginkan sesuatu secara menggebu-gebu tetapi sulit untuk menyampaikannya. Sehingga, yang terjadi anak meledak dan menangis. 

Ummu memberikan tips untuk mengatasi tantrum pada anak yaitu:
Pertama, kita harus fokus dan tidak emosi
Kedua, bawa anak ke tempat tenang dan sepi serta jauhkan dari barang yang bisa membahayakan anak dan sekitar (terkadang saat tantrum anak suka melempar barang-barang)
Ketiga, alihkan perhatiannya kepada hal lain / hal yang bisa menarik hatinya
Keempat, jika tetap meronta-ronta berikan waktu anak untuk menangis meluapkan emosi dan tetap berada di sampingnya
Kelima, saat anak tenang mulai peluk, usap punggungnya dan berikan pengertian kepada anak. 

Ummu juga memberikan pesan:
"Bentakan dan pukulan mungkin dengan cepat menghentikan tangisan anak tapi hal itu akan membekas di ingatannya. Kelak ia bisa melakukan hal yang sama karena merasa diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah"

Saya langsung sedih membayangkan ketika besar anak akan membentak atau naudzubillah memukul karena dahulu pernah diperlakukan sama saat anak masih kecil 😞. Hati ibu mana yang tidak sakit diperlakukan seperti itu ya apalagi mengingat bagaimana perjuangan saat melahirkan dan membesarkan anak. Semua jiwa raga ibu pasti dicurahkan untuk anak kemudian mendapatkan balasan seperti itu 💔 😢.

Dear all mommy, selalu ingat masa seperti ini tidak akan berlangsung selamanya jangan sampai apa yang sudah terjadi sekarang akan menjadi penyesalan kita selamanya. Seperti cuaca akan ada hari hujan yang lebat disertai badai tetapi akan ada waktunya badai itu akan pergi tergantikan dengan pelangi yang indah kan?

Setiap emosi saya sudah memuncak saya selalu teringat anak kecil di depan saya ini yang dahulu saat bayinya saya timang, peluk dan cium. Masa saya tega mau memukulnya? tahan mommies jangan sampai kita kalah dengan emosi.



Nah, kalimat terakhir ini yang menyentuh banget buat saya dan menjadi pengingat supaya bisa menjadi ibu yang sabar, cerdas dan baik. Bahwa anak bukanlah milik kita namun anak adalah titipan yang diberikan Allah SWT.

Buat saya secara pribadi, anak adalah guru terbaik. Saat anak tantrum sebenarnya Allah sedang memberikan ujian "kesabaran" agar kita bisa naik kelas. Saat kita harus mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan anak sehingga tidak bisa membeli barang yang kita inginkan sebetulnya kita sedang diuji tentang "keikhlasan". Dan masih banyak lagi pelajaran yang telah diberikan oleh guru terbaik yaitu dari anak kita sendiri.

Dahulu terkadang saya mempertanyakan kepada Allah diawali dengan "Why" kenapa saya yang harus mengalami ini dan itu? tapi sekarang saatnya merubahnya menjadi "What" apa sebenarnya yang ingin Allah ajarkan kepada saya dari situasi yang sedang terjadi?

Selalu bersyukur di setiap situasi, there is always a reason to smile 😊
Jadi, apakah kita sudah siap untuk ujian kenaikan kelas?

Review to be continued di Part 2 membahas satu lagi topik yang paling saya sukai dari Buku Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis yaitu "Cinta pada secangkir cokelat" 😍.

Xoxo,
Rani Ayuna



Friday, October 27, 2017

Beauty Review: Skincare V 10 Plus (Water Based Peeling & Acne Treatment Serum)

9:21:00 PM 0 Comments
 

Jujur sejak kehamilan masuk trisemester akhir (7-9 bulan) rasanya saya malaaaas sekali untuk pakai serangkaian perawatan skincare sehari-hari. Ternyata malasnya berlanjut sampai selesai lahiran jadi sehari hari cuma ketemu sama sabun wajah saja waktu mandi pagi dan sore selebihnya nggak pake apa apa lagi. Akhirnya kulit menjadi kering dan agak kusam 😑.

Nah kalau cerita tentang skincare rasanya nggak ada ujungnya karena terus berinovasi dan berkembang seperti produk skincare dari Jepang ini namanya V10 Plus. Secara pribadi brand ini masih terdengar asing ya. Namun, ternyata sudah mendapat 14 penghargaan Internasional di Asia dan Eropa sejak tahun 2011. Selain itu juga digunakan sebagai produk perawatan resmi untuk Mrs Singapura sejak tahun 2013.

Sebelum memutuskan untuk mencoba saya mencari tahu dahulu tentang skincare V10 Plus ini karena saya nggak mau pakai produk asal-asalan dan malah merugikan kulit wajah saya.

Saya dapat dua produk ini Peeling dan Serum (Upps tulisan Serumnya kebalik 😛)


Wednesday, October 25, 2017

Beauty 101: Oatmeal Scrub, You will love it!

12:22:00 PM 6 Comments
Siapa yang belum tahu oatmeal? saya pikir mostly sudah tahu ya apa itu oatmeal. Yaps betul makanan yang rasanya enak banget kalau dibikin overnight oat (sarapan terfavorit ditambah strawberry, almond, susu atau yoghurt udah enak pakai banget). Eh tapi sekarang saya bukan mau membahas resep overnight oat tetapi oatmeal sebagai scrub 😊


Jadi, ceritanya lagi-lagi saya sedang suka banget cari tahu tentang produk alami yang bisa dipakai untuk skincare rutin supaya nggak perlu lagi beli skincare yang mahal-mahal itu kulit wajah jadi sehat dan efeknya juga bagus untuk tubuh kita mengurangi bahan-bahan kimia yang nggak jelas kan. Salah satunya yang berbahan oatmeal ini. Salah dua dan tiganya ada lain-lain lagi juga sih tapi disimpan dulu deh buat postingan blog berikutnya hehe.

Monday, October 23, 2017

Beauty Review: Must Have Item! Chetapil Gentle Skin Cleanser

10:53:00 PM 0 Comments

Rasanya sayang banget kalau sudah dapat produk yang bagus dan nggak dishare infonya ke orang lain ya. Jadi awal mulanya saya berpikir dengan bertambahnya usia saya ingin mereduce / meminimalisir penggunaan skincare yang mengandung bahan-bahan kimia berlebih / berat.

Salah satu produk yang ingin saya sharing sekarang adalah sabun pembersih wajah. Ngomongin sabun pembersih wajah pasti banyak sekali ya ragamnya. Begitu juga dengan saya sudah tidak terhitung beberapa kali berganti brand pembersih wajah. Dulu saya pikir semakin banyak busa maka akan semakin bersih kulit kita. Hmm dan ternyata saya salah.

Pernah nggak ketika kita menggunakan sabun wajah yang berbusa-busa ketika dibilas wajah berasa kesat? Kulit wajah terasa kesat itu menandakan kulit kita menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya 😕

Setelah saya cari tahu sabun yang baik itu justru yang sedikit mengandung deterjen / busa atau lebih bagus lagi jika tidak berbusa. Salah satu produk yang lagi saya suka banget kurang lebih satu bulan ini adalah Chetapil Gentle Skin Cleanser.

Cetaphil memiliki jargon "Ahli Kulit Sehat" 💓

Wednesday, October 4, 2017

Personal thought : think happy be happy

2:11:00 PM 0 Comments


Tak terasa sudah masuk satu bulan sejak kehadiran aleena di keluarga kami. Happy? Absolutely setiap lihat dia, bau wanginya, dengar tangisnya, gendong dia walau bekas operasi masih cenut cenut tetap bikin happy.

Semua orang di rumah memulai adaptasi dari awal mulai dari suami, kakak gibran, si mba di rumah dan juga saya. Suasana berubah 360 derajat 👶

Tidak mudah keluar dari hal rutin yang sudah lama dijalani intinya keluar dari comfort zone ya. Dulu setiap malam bisa tidur nyenyak sekarang harus begadang dan curi waktu supaya bisa nabung asi sebelum masuk kerja.

Dahulu fokus perhatian ke kakak gibran sekarang yang diperhatikan ada dua hehe. Wajar kalau kakak agak susah adaptasi di awal cepat sekali marah dan tantrum juga nggak sabaran. Maaf ya kak tapi pasti bisa dilalui dengan baik ujian kenaikan kelas ini.

Stress? Haha jangan ditanya semua rasanya campur aduk happy, stress, sedih, bingung bergabung jadi satu. Becandaan waktu itu cuma bilang ke suami kayanya kena Toodler Blues padahal dimana mana orang baru melahirkan kenanya Baby Blues ya ini justru yang menjadi pikiran saya adalah si kakak. 

Seiring berjalan waktu hingga kini satu bulan lamanya bergelut dengan proses adaptasi dan kesabaran. Sepertinya mulai membuahkan hasil 😃. Si kakak mulai sayang-sayang dan bisa diminta jagain adiknya kalau mama keluar kamar. Bahkan, sekarang kalau adik mulai nangis si kakak mulai nyanyi supaya adiknya diem. See? Semua badai pasti berlalu tidak selamanya anak akan tantrum kan? So don't panic just take a deep breath and think happy so you will be happy too.

Semoga ini menjadi ujian kenaikan kelas bagi keluarga kami supaya bisa lebih bahagia lagi amin :)

#Randomtought


Kakak Gibran 4 years old my beloved son

Xoxo,
Rani Ayuna