Instagram

Follow @raniayuna

Thursday, April 30, 2020

Menulis sebagai Self Healing

12:54:00 PM 0 Comments
Source: Pexels

Beberapa hari ini saya penasaran sekali dengan yang namanya Writing Therapy. Saya dapat info kalau salah satu teman yang seringkali merasa depresi mendapatkan efek yang positif sekali setelah melakukan journaling setiap harinya. Wah Sebagus itukah dampaknya?

Akhirnya saya mencoba search di Google Scholar ternyata ada 2.5 juta jurnal yang membahas tentang writing therapy, ternyata populer juga riset ini ya. Awal mula dari terapi menulis ini dikenalkan oleh Pennebaker di tahun 1986.

Kalau saya ingat-ingat jaman remaja dulu suka nulis diary sih sampai ada gemboknya supaya nggak dibaca orang lain hehe cuma dulu masih nulis-nulis aja tanpa tahu ternyata dampaknya ke psikologis sepositif itu.

Oke kita mulai bahas yuk.

Hasil dari baca-baca ternyata sejumlah penelitian sudah mengakui bahwa dengan menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam seseorang tentang gejolak emosi dapat secara positif mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Rupanya proses menulis menjadi salah satu tools yang dapat meregulasi emosi yang maladaptif dan memiliki healing power juga. Seseorang yang sedang dalam kondisi depresi cenderung menekan pikiran dan perasaannya dengan adanya terapi menulis menjadi salah satu saluran untuk menuangkan apa yang menjadi bebannya.

Pada salah satu riset terapi menulis, peserta yang depresi diminta untuk menulis tentang pengalaman yang membuat marah secara emosional selama 15-20 menit sehari selama 3-4 hari berturut-turut ternyata hasilnya mereka membuat lebih sedikit kunjungan ke dokter, menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan fungsi biologis dari stress/penyakit lain, peningkatan perilaku, berkurangnya absensi dari pekerjaan, dan mampu bekerja kembali setelah kehilangan pekerjaan sebelumnya. Wow menarik ya?

Lebih lanjut lagi, terapi ini berhasil jika seseorang benar-benar menuliskan perasaan terdalamnya (the deepest) bukan sekedar menuliskan narasi kejadian dari suatu peristiwa (ini berbeda lho). Jadi, benar-benar fokus pada emotional content-nya.

Sisi terapeutik dari menulis sendiri adalah adanya kelegaan karena sudah mengeluarkan emosi yang menyesakkan di dalam diri kita, menerima bahwa kita memiliki emosi tersebut (ya kita merasa sedih/marah/takut saat ini), dan selanjutnya acceptance bahwa merasakan emosi tersebut adalah hal yang wajar dialami manusia dan hal tersebut bukan hanya pada diri kita karena orang lain pun juga merasakan hal yang sama.

Dengan menulis, kita dapat merefleksi diri, lebih mengenal emosi yang ada dalam diri kita, mengklarifikasi suatu peristiwa sehingga membuka pikiran untuk melihat secara lebih objektif dan lebih jernih. Yaa bisa diibaratkan kita sedang menguraikan benang-benang yang kusut ya.

Namun, menulis ini tidak hanya untuk emosi negatif kita juga bisa menuliskan emosi positif  lho. Kita bisa mengawali menulis bagaimana indahnya pagi ini sehingga merasa nyaman dan damai. Inti dari menulis yang terapeutik adalah kita menghentikan kegiatan kita  sejenak dan merefleksi diri. Kita meminta izin kepada diri kita sendiri untuk masuk ke dalam dan mengetahui dimana posisi pikiran dan perasaan kita. Hal yang menyenangkan dari menulis adalah kita memiliki kebebasan untuk mengungkapkan apapun tanpa harus terbebani untuk menyenangkan orang lain, kita bisa menjadi diri kita di ruang kita sendiri dan efeknya kita menjadi lega setelahnya.

Di akhir sesi menulis jurnal pribadi, saya senang mengakhiri tulisan saya dengan kata-kata afirmasi positif dan memberi semangat untuk diri sendiri.

Mau mencoba?

Xoxo,
Rani Ayuna

Reference:
Gortner, E.-M., Rude, S. S., & Pennebaker, J. W. (2006). Benefits of Expressive Writing in Lowering Rumination and Depressive Symptoms. Behavior Therapy, 37(3), 292–303. doi: 10.1016/j.beth.2006.01.004
Kathleen Connolly Baker & Nicholas Mazza (2004) The healing power of writing: applying the expressive/creative component of poetry therapy, Journal of Poetry Therapy, 17:3, 141-154, DOI: 10.1080/08893670412331311352
Marcus, P. H. (2017). Getting Write Into Therapy. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 56(5), 367–368. doi: 10.1016/j.jaac.2017.01.020






















Thursday, April 23, 2020

Psychological First Aid: Mengenali sumber stress

4:44:00 PM 0 Comments
Pernahkah merasa uring-uringan, marah, cemas, sedih dalam satu waktu tapi kita sendiri tidak tahu kenapa? atau tubuh kita bereaksi tidak sebagaimana semestinya seperti sering kesemutan, otot menegang, asam lambung meningkat? atau tanda-tanda adanya perubahan perilaku seperti ingin menghindar dari kehidupan sosial, seringkali lesu, tidak bergairah untuk menjalankan apapun.


Sinyal-sinyal itu jangan diacuhkan ya jika tidak bisa menjadi boomerang atau bom waktu di masa mendatang. Ketika kita mengalami stress ada 3 kemungkinan tanda yang muncul bisa berupa gejala psikologis, gejala fisik atau perubahan perilaku.


Namun, untuk mengatasi hal-hal yang menganggu tersebut kita perlu mengenali sumber stress dulu ya.  Caranya bagaimana?

Stessor atau sumber stress bisa datang darimana saja bisa karena faktor lingkungan (situasi ekonomi, politik dst), faktor personal (keluarga, ekonomi dst), faktor pekerjaan (tuntutan pekerjaan, hubungan yang kurang harmonis dengan rekan/atasan dst) atau lainnya.

Selain sumber stress, ada hal lain yang turut mempengaruhi yaitu faktor individual differences dan culture.

Contoh perbedaan reaksi karena adanya pengaruh individual differences


Sumber stress: beban pekerjaan tinggi + Individual Differences (melihat sebagai peluang/tantangan) maka ia dapat survive dan justru semakin bersemangat

sebaliknya di orang lain bisa jadi:

Sumber stress: beban pekerjaan tinggi + Individual Differences (melihat sebagai ancaman yang dapat mengurangi kebahagiaan) maka besar kemungkinan justru tidak produktif

Bisa kita lihat sumber stress yang sama bisa dipersepsikan secara berbeda karena adanya  individual differences

Saat ada teman / rekan / anak / suami curhat janganlah sekali-kali langsung menjudge "gitu aja ga bisa" karena setiap orang tidaklah sama

Seringkali seseorang menjadi stress karena sumber daya yang dimiliki tidak memadai untuk mengatasi sumber stress. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengenali darimana sumber stressnya dan apa yang bisa diupayakan untuk mengatasinya.

Oke sudah siap untuk mengenali sumber stress?

  1. Coba kita buat daftar apa saja yang membuat kita uring-uringan dari prioritas tertinggi sampai terendah
  2. Darimana sumbernya? eksternal/internal?
  3.  Kita punya sumber daya apa untuk mengatasi hal tersebut?
  4. Apakah kita bisa mengatasi sendiri atau membutuhkan orang lain?
  5. Apakah kita bisa mengakses informasi yang kita butuhkan?

Tips: Membuat catatan pribadi dalam jurnal akan membantu kita menemukan jalan/solusi dari setiap permasalahan.

Seringkali kita menyerah begitu saja ketika mendapatkan suatu masalah karena kita tidak mencoba memecahnya terlebih dahulu menjadi bagian-bagian kecil dan menyelesaikannya satu per satu.

Yuk kita bisa mencoba melakukan self healing diri kita sendiri dan menjadi pribadi yang lebih tangguh 💓

Sumber Inspirasi dan referensi:
Utami, M. S. (2020). Psychological First Aid. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior, Global Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Xoxo,
Rani Ayuna








Wednesday, November 6, 2019

Milna Nature Delight: Cara Mudah Makan Buah Zaman Now!

7:45:00 AM 1 Comments

Assalamualaikum moms,

Saya kali ini mau sharing seputar percemilan anak, apa sih yang biasa moms siapkan untuk cemilan anak sehari-hari? setiap weekend wajib hukumnya bagi saya dan suami berkunjung ke supermarket dekat rumah selain membeli kebutuhan rumah tangga yang sudah habis, kami juga selalu "menyetok" cemilan anak-anak supaya cemilan yang mereka konsumsi nggak sembarangan dan pastinya sudah lulus seleksi orang tuanya dulu. Jadi, sehari-hari memang saya tidak menitipkan uang jajan kepada si mba di rumah. Lalu apa saja sih cemilan yang biasa kami siapkan? mulai dari biskuit, yoghurt, cereal hingga jus. Cemilan untuk si kakak relatif lebih mudah karena kakak sudah cukup besar sekarang. Nah untuk si adik agak tricky karena kalau salah bisa jadi pengaruh ke pencernaan dan malah sembelit.

Kemasan Milna Nature Delight yang pas di genggaman si kecil

Perlengkapan sebelum pergi: mainan dan cemilan sehat untuk anak

Semakin dimudahkan menyiapkan cemilan sehat si kecil ketika ber-Travelling bersama Milna Nature Delight

Kemasan pouch yang tidak mudah tumpah dan ringkas untuk dibawa kemana saja


Setiap bepergian pun saya selalu menyelipkan cemilan di mobil yang paling sering dibawa ketika bepergian adalah buah dan sereal. Namun tidak semua buah bisa tahan lama ketika dibawa jalan-jalan seringnya si buah jadi menghitam dan rasanya berubah terutama kalau buah dibawa dalam bentuk puree (buah yang dihaluskan/ditumbuk). Selain itu keribetan yang hakiki harus blender buah dulu sebelum pergi apalagi jika harus menginap di hotel.

Hayoo siapa yang juga menjadi Generasi Bawa Puree aka GEN BAPUR? sebagai ibu zaman now yang dimudahkan untuk mengakses informasi harus pintar-pintar memilih asupan nutrisi yang baik untuk anak. Seperti halnya Milna Nature Delight yang semakin diminati para GEN BAPUR karena selain praktis, higienis juga baik dari sisi kandungan nutrisinya.

Nah, sekarang sudah tidak bingung lagikan kalau mau bawa puree buah tinggal selipin si Milna Nature Delight yang kemasannya mungil ini di tas bekal si adik. Cara minumnya pun seperti halnya minum jus praktis deh. Milna  yang merupakan brand dari Kalbe Nutritionals sudah tidak perlu diragukan lagi sebagai ahlinya makanan bayi.

dr. Atilla Dewanti, Sp. A(K)

Kenapa buah wajib dihadirkan setiap harinya?
dr. Atilla Dewanti, Sp. A(K) menginfokan bahwa makanan selingan anak bisa dengan buah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi anak terpenuhi, supaya tidak membosankan selain dimakan langsung bisa juga dengan model puree yang merupakan campuran dari buah-buahan agar lebih kaya rasa.

Keutamaan makan buah lainnya adalah buah lebih mudah dicerna oleh karena itu dalam ajaran Islam pun diutamakan makan buah terlebih dahulu sebelum makanan utama kan 😉
 
Christofer Samuel Lesmana
 "Milna Nature Delight merupakan fruit puree dalam kemasan pouch terbuat dari 100% buah murni tidak mengandung pengawet ataupun gula tambahan"
Christofer Samuel Lesmana - Business Unit Head for Baby and Kids Food Nutrition, Kalbe Nutritionals.

Tya Ariestya
  "Milna Nature Delight memang menjadi salah satu favorit putra sulung saya, Kanaka yang sampai saat ini tidak bosan karena ada 3 varian rasa berbeda dan bentuk serta warna pada kemasannya yang praktis dan menarik"
Tya Ariestya, konsumen setia Milna  
 

3 Varian Rasa: Apple Peach, Banana Strawberry Apple, Carrot Apple Pumpkin  

Saat bermain jangan lupa memberikan selingan sehat untuk si kecil

Oiya makanya sudah tidak heran lagi kalau penjualan Milna Nature Delight tahun 2019 meraih angka penjualan yang sangat baik yaitu meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Wow sudah banyak para moms yang melek untuk memberikan cemilan sehat untuk anak. Oleh karena itu, Milna melakukan penyesuaian harga dari Rp. 15.000,- menjadi Rp. 9.950,- Alhamdulillah ya Milna mendukung kebiasaan anak makan buah sejak dini.Produk ini bisa didapatkan di Alfamart, Carrefour, Hypermart, Lion, Superindo, Yogya Group atau toko terdekat lainnya.

Informasi lebih lanjut
Website: www.milna.com
Instagram: @milnaid
Facebook: Milnaid
Twitter: @bundamilna

Xoxo,
Rani Ayuna







Friday, June 21, 2019

No worry anak alergi susu sapi dengan Morinaga Chil kid Soya Madu

10:59:00 PM 0 Comments

Senyum ceria adik dengan susu kesayangannya


Penantian saya setelah lepas ASI si adik terjawab! di postingan saya sebelumnya saya pernah bercerita tentang si adik yang konstipasi setelah mengkonsumsi bubur instan yang diduga karena mengandung susu sapi dan zat besi tinggi. saya pernah ulas panjang lebar di post sebelumnya "Penting! Cari tau, Kenali, Atasi Alergi pada Anak" (cek ricek di link tersebut ya moms).

Nah, selepas ASI adik diberikan susu sapi formula dan fix seketika konstipasi lagi! sedih kalau lihat adik konstipasi mengejan sambil menangis dengan keringat bercucuran seketika itu susu sapi dicoret dari daftar belanjaan untuk adik. Lalu bagaimana untuk mencukupi kebutuhan susu si adik? begini cerita perjalanan saya sampai akhirnya memutuskan memilih Chil Kid Soya.

Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, mengungkapkan bahwa hasil survey Home Tester Tahun 2018 terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak yang alergi susu sapi menunjukkan bahwa 100% bunda setuju bahwa dengan mengkonsumsi Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges mampu mengurangi gejala alergi dan alergi tidak muncul. Berarti pilihan Chil Kid Soya sesuai untuk dikonsumsi anak yang rentan dengan kondisi alergi serta memiliki nutrisi yang diperkaya setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang si kecil. 

 
Fakta Nutrisi

Keunggulan dari  Moricare+ Prodiges:
  • Kecerdasan Multi Talenta. Didukung dengan nutrisi Kolin, asam lemak esensial AAL & AL (Alfa Linolenat & Linoleat), Zat Besi
  • Pertahanan Tubuh Ganda. Kombinasi probiotik (bakteri baik) dan Prebiotik FOS (makanan bakteri baik) bersinergi untuk kesehatan saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Tumbuh Kembang Optimal. Kombinasi vitamin D dan Kalsium dalam formula Morinaga membantu untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.
  • 100% Protein Soya. Kualitas setara susu sapo diperkaya L-Metionin, Karnitin, Asam Amino Esensial serta Vitamin dan Mineral.

Bagaimana dengan rasa?
Awalnya saya sempat merasa khawatir dengan rasa dari Morinaga Chil Kid Soya kira-kira adik suka tidak ya susu soya? untungnya kemasan Chil Kid Soya tersedia ukuran 300 gr jadi coba sajalah nggak ada salahnya daripada adik konstipasi dan terhambat tumbuh kembangnya. Kalau saya sih suka ya susu soya 😜. Hasilnya setelah dicoba adik suka dengan rasa dari susu Chil Kid Soya 😄. 

Kabar baiknya sekarang Chil Kid Soya muncul varian baru yaitu rasa madu jadi bisa ganti-ganti rasa  supaya lebih variatif. Launching varian terbaru tersebut diadakan saat Morinaga Allergy Week 2019, madu dipilih sebagai varian rasa baru karena selain rasanya yang memang nikmat tetapi madu juga memiliki kandungan yang berkhasiat yaitu mengandung banyak nutrisi dan antioksidan. Selain itu, madu membantu proses pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuh anak dan melawan sumber penyebab alergi atau histamin yang menyebabkan alergi. Jadi, kandungan madu ini bisa untuk boosting imun anak sehingga tidak mudah sakit.

Belanja Chil Kid Soya setiap minggu di supermarket dekat rumah
Saya memilih Morinaga Chil Kid karena sejak anak pertama (si kakak) selesai ASI sudah mengkonsumsi susu Chil Kid ini dan sangat terbantu dalam pemenuhan nutrisi hariannya. Selain itu, Susu Chil Kid juga merupakan produk dari PT Kalbe Nutritionals bekerjasama dengan Morinaga Jepang sejak tahun 1986 dengan visinya yaitu Nourishing the Platinum Generation for Platinum Nation yang bertujuan untuk menyediakan nutrisi berkualitas dan terbaik dan berkomitmen tinggi untuk secara kontinu berkontribusi untuk perkembangan generasi unggul, Generasi Platinum. 

Saya juga melihat bahwa PT Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang secara konsisten dan serius menangani anak dengan kondisi alergi dengan mengadakan Morinaga Allergy Week  tiap tahunnya. Mengapa buat saya itu penting? karena menurut World Allergy Week tahun ini yang diselenggarakan pada tanggal 7-13 April 2019 dengan tema "The Global Problem of Food Allergy" disampaikan bahwa masalah alergi adalah masalah global dan bersifat "unik" antar anak oleh karena itu orang tua perlu untuk diedukasi secara berkelanjutan agar dapat disikapi dengan bijak sehingga dapat diatasi serta dapat dicegah sehingga anak dengan alergi tetap dapat tumbuh optimal dan berprestasi. Nah kepedulian PT Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang memberikan brand image positif bagi saya sehingga memilih Morinaga Chilkid untuk kedua anak saya. 

Dewi Angraeni, Senor Brand Manager Kalbe Nutritionals, menyampaikan bahwa Morinaga Allergy Week mempersembahkan program #BekalPrestasi yang terdiri dari edukasi alergi melalui hospital seminar yang didukung oleh dokter spesialis anak ahli alergi di berbagai kota besar di Indonesia, kesempatan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak dari KLIKDOKTER, penyediaan asuransi pendidikan anak*, penyediaan asuransi jiwa untuk orang tua*, serta inovasi varian baru dari Chilkid Soya Madu yang saya singgung sebelumnya. Saya mau kasih bocoran ya infonya nih untuk program #BekalPrestasi ada dana persiapan pendidikan dari Astra Life senilai total Rp 500.000.000,- untuk 5 orang pemenang, dana asuransi jiwa senilai total 1 Miliar rupiah untuk 2000 pemenang serta voucher belanja masing-masing Rp 200.000,- untuk 3 pemenang mingguan selama periode program berlangsung. Oiya program ini bisa diikuti di supermarket, hypermarket dan website www.cekalergi.com/BekalPrestasi


Seminar Edukasi Morinaga Allergy Week 2019

Anak Alergi tetap Bisa Berprestasi






Informasi lebih lanjut:
Facebook: Morinaga Platinum
Instagram: @Morinagaplatinum
Twitter: @MorinagaID
Youtube: MorinagaPlatinum 


Xoxo,
Rani Ayuna


#MorinagaAllergyWeek
#AlergiTetapBerprestasi
#SusuAlergiAnak
#SusuAlergi
#SusuMorinaga
#AllergySolution
#Morinaga
#ChilkidSoya
#SolusiAlergi
#AlergiAnak
#ChilkidSoyaSolusiAlergi
#BekalPrestasi