Instagram

Follow @raniayuna

Monday, May 21, 2018

Pengalaman pertama ke Dokter Spesialis Gizi (Nutritionist)

10:26:00 PM 4 Comments
Kehidupan dengan bayi di bawah satu tahun pasti tidak jauh-jauh dari jadwal imunisasi, timbang badan, ukur tinggi badan, obat demam, batuk pilek, mompa asi dan berbagai perintilan yang alhamdulillah menyenangkan πŸ’“





Sebetulnya si adik ini lahirnya nggak kecil-kecil amat 3,42 pertumbuhan berat badan cenderung normal sampai dengan hari masuk kerja dan si adik mulai kenal namanya batuk pilek. Saya pun lengah dan berat badannya drop bukan terjun bebas sih cuma per bulan naiknya irit banget.

Saya mulai berkelana mencari saran dari Dokter Spesialis Anak (DSA) dan tentunya saya sudah parno duluan siap-siap diomelin ama DSA. Iya... rasanya kalau ke DSA pengalaman si kakak dulu berasa kaya lagi rapotan ditanya berbagai hal kenapa berat badan kecil, asinya berapa kali, dikasih makan apa hiks. Pernah dulu anak pertama rasanya baper dan merasa gagal haha. Sekarang mesti lebih strong dong.

Ok mulai dari DSA pertama setelah cerita A sampai Z.

Ini adalah beberapa kalimat yang saya ingat dari DSA pertama:

"Bu, Kita nggak boleh menyia-nyiakan dua tahun golden period ya (bisa google tentang dua tahun pertama kehidupan) harus cepat ditangani, ibu coba pakai Bubur Instan dulu. Dalam bubur instan itu sudah ditakar kandungan gizinya dan ada zat besinya (oh iya Bayi ASI memiliki kecenderungan Anemia)"

"Ibu masak MPASI, dengan bubur, secuil daging, sayuran sudah yakin cukup nutrisinya?" πŸ˜“

"Ibu kalau sampai 9 bulan pertambahan berat badannya belum bagus campur susu formula ya" (apa kabar asi simpanan di rumah dalam hati cry and cry 😭)

Nah begitulah saya keluar dari ruangan DSA dengan lunglai haha lebay.

Akhirnya saya pun mulai mencoba untuk memberi selingan Bubur Instan awalnya hanya untuk sore hari kemudian saya coba setiap hari. Namun, saya campur juga dengan sayuran kukus yang sudah diblender. Sepertinya si adik belum berjodoh dengan si bubur dan akhirnya sembelit parah. Kasihan setiap mau BAB menangis kencang sampai pernah saya bawa ke UGD karena saya belum berani kasih Microlac dan si adik belum BAB hampir seminggu 😡 (setelah konsultasi dengan dokter ternyata diperbolehkan Microlac jika sudah 3-4 hari belum BAB dan ada tanda-tanda sembelit duh sudah terlanjur panik duluan sih haha).

Second Opinion: DSA Kedua

Akhirya saya mencoba DSA lain dan menceritakan yang sudah dilalui.
DSA kedua lebih kalem dan menyarankan untuk mengobati sembelitnya dahulu. Sebetulnya DSA kedua ini ingin meresepkan suplemen zat besi namun ditunda karena zat besi bisa memicu konstipasi.

MPASI si adik disarankan untuk beralih ke Bubur saring lengkap dengan sayuran dan lauknya ditambahkan extra virgin olive oil. Tidak lupa untuk diberi selingan buah. Selain itu, untuk menambah nutrisi sebaiknya diberi air perasan jeruk baby.

Jika sembelit sudah sembuh baru akan diberikan suplemen zat besi. Dijadwalkan Bulan Juni untuk ketemu lagi. Akhirnya saya mulai berjanji untuk menyiapkan semua makanan adik sebelum berangkat kerja jadi asisten rumah tangga cukup membantu menyuapi saja.

Rasanya lebih yakin kalau membuat sendiri dari sisi takaran dan higienitas. Walaupun tidak bisa menemani sepenuhnya di rumah karena harus bekerja tetapi setidaknya saya bisa tenang apa yang si adik makan tercukupi gizinya (sebelumnya saat makan bubur instan saya menyerahkan ke asisten di rumah untuk membuat karena saya pikir mudah dan lebih baik dibuat sebelum makan supaya fresh).

Setelah selesai dari DSA kedua, saya baru ingat belum menanyakan banyak hal karena terlalu fokus dengan sembelit si adik yang berkepanjangan. Akhirnya saya browsing dan menemukan artikel seorang blogger saya lupa alamat blognya bercerita tentang pengalaman ke Dokter Gizi.Terima kasih ilmuanya bermanfaat sekali.

Saya pun mencoba mengikuti jadwal makan yang diberikan Dokter Gizi tersebut dan si adik sembuh dari sembelitnya. Setiap timbang juga ada progress walau masih irit πŸ˜‚ tetap alhamdulillah deh.

Bubur Ubi Ungu Daging Cincang Labu Wortel Edamame


Jadwal dan Menu MPASI yang saya coba untuk si adik:

06.00  : 
ASI (100-120 ml)
08.00  : 
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
10.00 :
Juice/Buah: 50-60 ml (Salah 1)
Jeruk Baby
Melon
Apel
Pir
Pepaya (Sembelit)
Semangka
Pisang
12.00 :
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
14.00 :
ASI (100-120 ml)
16.00 :
Juice/Buah: 50-60 ml (Salah 1)
Jeruk Baby
Melon
Apel
Pir
Pepaya (Sembelit)
Semangka
Pisang
18.00 :
Karbohidrat: Tepung Beras Merah/Tepung Beras Cokelat/Oatmeal (Salah 1)
Prohe: Daging Ayam Cincang/Daging Sapi Cincang/Ikan Salmon/Ati Ayam/Gurame/ White Bait (1-2 Macam)
Prona: Edamame / Tahu (Salah 1)
Sayuran: Wortel / Butternutsquash / Brokoli / Kentang / Labu Parang / Kale (1-2 Macam)
Lemak Tambahan: UB, EVOO, Keju Belcube, Kaldu (Selalu ada)
> 20.00 :
ASI

Third Opinion: Dokter Spesialis Gizi / Nutritionist

Rasanya tidak sabar harus menunggu Bulan Juni untuk bertemu dengan DSA kedua, akhirnya saya mencari
Dokter Spesialis Gizi dan rata rata praktek di hari kerja.

Akhirnya saya mendapatkan nama Dr. Verawati Sudarma, Sp.GK di Kemang Medical Centre (KMC) Jakarta berpraktik di hari Sabtu.

Saat bertemu, dokternya ramah dan saya bisa bercerita dengan nyaman tanpa merasa terpojok. Saya juga bercerita kekhawatiran tentang pertambahan berat badan si adik yang irit banget.

Dr Verawati pun melihat catatan berat badan dan tinggi badan serta mengukur lengan si adik.

"Ibu ini anaknya secara berat badan memang kurang (sambil melihatkan grafik KMS), kalau tinggi badan sudah bagus di dalam range, lingkar lengannya juga masih masuk dalam range"

Saya akhirnya menyerahkan print out kertas menu mpasi si adik.
"Wah ibu sudah prepare ya sampai di print"  (dalam hati daripada harus ingat-ingat udah makan apa aja kan lebih baik udah ditulis dan tinggal disodorin aja hehe 😁)

Long Short Story..

Dr Verawati menyarankan:
  1. Mengganti Karbohidrat dengan Tepung Beras Putih saja karena tepung beras merah/tepung beras cokelat/oatmeal mengembang di perut dan lebih cepat kenyang.
  2. Menambahkan Extra Virgin Coconut Oil (EVCO). Jadi diseling misal senin-rabu Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dilanjutkan Kamis-Minggu dengan EVCO. Takarannya 1 sendok baby setiap makan.
  3. Dua kuning telur untuk satu hari (saya campurkan ke bubur)
  4. Buah diganti Perasan Air Jeruk Baby saja agar tidak sembelit dan membantu penyerapan zat besi (Buah yang mengandung Vitamin C bagus untuk penyerapan zat besi).
  5. Minum Interlac 1 kali sehari sebelum tidur (untuk pencernaan).
  6. Takaran daging untuk sekali makan 35 gram.
    Untuk permulaan dibuat 80 gram untuk sehari
  7. Porsi sekali makan 3/4 mangkuk bayi sudah baik dan dilanjutkan saja.
  8. Pemberian Unsalted Butter, Kaldu dan Keju bisa dilanjutkan
  9. Setiap hari Senin ukur berat badan dengan timbangan digital caranya timbang dengan gendong bayi dikurang dengan timbang sendiri (catatan: baby tanpa memakai baju).  
  10. Selain berat badan, diminta untuk ukur tinggi badan dengan meteran baju dari kepala sampai telapak kaki.

Yah.. kira-kira kurang lebihnya itu ilmu yang saya dapat dari beliau πŸ’“
Semoga ada perkembangan yang signifikan untuk berat badan si adik yang mungil. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Xoxo,
Rani Ayuna


















Saturday, April 28, 2018

Staycation di Rumah Kandjani Yogyakarta

10:39:00 PM 0 Comments
Liburan di luar kota? Hmm yang pertama disiapkan selain tiket pesawat adalah tempat untuk menginap. Tapi ternyata ada alternatif lain lho selain hotel. Berawal dari saya berencana ke Kota Yogyakarta 3 hari 2 malam tanpa membawa baby, saya mulai mencari hotel yang memiliki kulkas di dalam kamar untuk menyimpan asi.

Namun, saya belum juga menemukan hotel yang sesuai dengan keinginan saya sebetulnya bisa saja sih menitipkan asi dan ice gel di resepsionis untuk ditaruh di kulkas hotel cuma hmm karena saya akan mobile keliling Yogyakarta selama 3 hari dan akan pumping asi selama di jalan saya agak nggak enak hati kalau harus bolak balik minta resepsionis hotel untuk minta tolong ambil ice gel ketika berangkat, taruh ice gel lagi ketika kembali ke hotel, ambil lagi ketika pergi lagi fiuuuh kebayang si resepsionis akan rempong haha 😜. Apalagi saya stay 2 malam fix bukan hotel yang saya cari!

Beralih cari pakai airbn* Indonesia ada yang cocok nih model apartemen atau homestay cari yang ada kulkas dengan freezer. Ketemulah saya dengan si Rumah Kandjani dekat dengan UGM. Cuma info suami harus pakai credit card berhubung saya bukan pemakai credit card saya menyerah haha.

“Eh bentar deh ternyata ada juga nih di Travelok*, mau nggak?” Kata suami

“Serius? Oke langsung coba booking ya πŸ˜ƒ” percobaan pertama ketika loading udah sold out πŸ˜‘

Percobaan kedua sejam kemudian muncul lagi dengan harga turun lagi memang semua indah pada waktunya haha. Langsung booking!

Review ini bukan sponsor ya cuma sekedar sharing untuk yang sedang mencari penginapan di sekitar UGM Yogyakarta dan mohon maaf nih fotonya cuma dari kamera handphone karena kamera tertinggal di rumah πŸ˜“

Day 1:
Setelah landing di bandara Adisutjipto kami segera bergegas ke tempat parkir karena sudah janjian dengan si abang rental mobil karena mobil sudah ready di parkiran bandara tinggal cuss kita bawa (oiya kontak rent car ini juga saya dapat dari pengelola Rumah Kandjani lho thank you a lot very helpfull πŸ’“). 

Jadi, asyiknya kita bisa janjian dengan rent car ketika mengambil dan nantinya mengembalikan mobil di bandara saja. Praktiskan?

Kami tidak langsung cek in karena waktu masih pagi jadi kami menghabiskan waktu dengan mencari sarapan dan mulai berkeliling di perumahan sekitar UGM.

Waktu pun sudah beranjak sore, sudah saatnya istirahat di Rumah Kandjani. Kami mengandalkan goggle maps dan memang posisinya harus masuk gang terlebih dahulu but its ok kami nggak nyasar  kok hehe.

Karena sebelumnya sudah lihat foto-fotonya di travelo** jadi kami tidak khawatir untuk lahan parkir karena tersedia cukup leluasa.

Masuk ke lobby, hmm rasanya hommy dan resepsionisnya pun ramah tanpa menunggu lama kami diantar ke kamar di lantai 3 (naik tangga ya olahraga dikit hehe πŸ’ͺπŸ’ͺ).

Testimoni tamu dari Jepang yang menginap
Saya perhatikan cukup banyak kamar di Rumah Kandjani. Saya buka pintu dan taraaa kamarnya memiliki lantai mezanine jadi ada tangga ke atas untuk kamar tidurnya. Di lantai bawah tersedia dapur kering (kulkas dengan freezer tentunya yeay!), ruang tv, kamar mandi (lengkap dengan handuk, sabun, shampoo, sikat gigi dan pasta gigi), dan disini banyak lemari untuk penyimpanan.

Peralatan Dapur: Gelas Jadul, Kopi, Teh, Gula, Pemanas Air

Kamar mandi dengan Shower (tersedia air panas ya), Sabun, Shampoo

Peralatan Sikat Gigi dan Sanitary Bag (disediakan 3 Set) karena kamar yang saya pesan sebetulnya untuk 3 orang

Sandal Kamar dan Keset Kaki

Pemandangan dari Kamar Tidur

Tempat Tidur untuk 3 orang, ssst tempat tidurnya King Koil berasa di Hotel berbintang ya πŸ˜„
Ruangan bersih dan yang saya suka handuknya nggak kucel dan wangi lho. TV kabel dan wifi pun tersedia top! Oiya untuk dapur yang di dalam kamar tidak disediakan kompor ya tetapi di luar kamar tersedia kok dapur bersama dan bisa digunakan untuk masak.

Oiya kami juga ditanya menu yang dipilih untuk sarapan pagi.

Menu Sarapan Pagi

Day 2: 
Pagi hari kami diketok ternyata sarapan sudah ready. Makanan yang datang sesuai dengan pilihan kami. Rasa makanannya pun enak saya memilih pancake dan suami memilih nasi goreng jawa plus diberi teh hangat manis hmm. Sederhana tetapi nikmat.

Sarapan pagi kami

minumnya pakai gelas jadul

Kalau pemandangan dari jendela kamar sih pemandangan rumah penduduk haha iya karena posisinya ada di dalam gang. But its ok just feel like home. Yogya banget kan πŸ˜†

Pemandangan dari Kamar Kami, dandan sambil lihat rumah penduduk πŸ˜‹

Day 3: 
Ini adalah hari terakhir menginap dan akan check out nanti siang. So far menginap disini saya belum ada keluhan setiap hari kami meminta kamar dibersihkan dan respon dari petugas sangat baik. Ruangan dan kamar mandi pun jadi bersih.

Asi saya pun aman duduk manis di dalam kulkas dan siap dibawa pulang. Kulkas dingin dan freezer juga ok tidak ada bunga es. 

Oiya di dapur tersedia wastafel jadi tidak perlu mencuci peralatan pompa asi di kamar mandi. 

Alhamdulillah kami pun siap kembali ke Jakarta thanks Rumah Kandjani.

Jika belum berubah berikut nomor yang bisa dihubungi:
Contact Person Rumah Kandjani: (0628)-17343393 / 0812 25073932
Rental Mobil: 0813 92023077

*) Bukan Artikel Bersponsor


Xoxo,
Rani ayuna
 

Monday, January 29, 2018

Beauty 101: Fall in Love with Extra Virgin Coconut Oil (EVCO)

8:51:00 AM 3 Comments
 

Perkenalan saya dengan Extra Virgin Coconut Oil (EVCO) alias minyak kelapa murni berawal dari instagram mom eliz (@elizabeth.zenifer).

Banyak banget sharingan dari mom eliz yang bermanfaat menurut saya makasih banget ya mom eliz😊

Pengalaman mom eliz berawal dari kondisi kulit wajahnya yang jerawatan parah dan cocok pakai si evco ini. So, yang kulitnya jerawatan bisa banget cobain ini apalagi yang kulitnya normal bisa banget.

Jadi, setelah saya kepo akhirnya berujung pengen nyobain juga karna sejalan dengan misi saya pingin banget pakai bahan alami dan natural saja untuk skincare sehari-hari. 

Nah ini honest review saya setelah hampir 4 bulan pakai evco. Sekarang segala macam pembersih wajah dan make up remover sudah tidak terpakai lagi tergantikan dengan si evco ini.

Awalnya khawatir bakal lengket nggak enak pas pakai ternyata nggak lho justru nyaman banget bersihin wakah sekaligus dimassage pakai evco. 

Saya pakai merk healthy choice tapi sekarang sudah banyak produk evco dengan beragam merk. Intinya apapun merknya pilih yang organik / virgin / raw / cold pressed.

Evco ini mengandung Polyphenol yang merupakan salah satu produk anti oksidan yang sangat kuat dan ampuh dalam menangkal radikal bebas. Polyphenol juga berperan sebagai anti aging (anti penuaan dini). Hebatkan? πŸ˜‰

Cara pemakaian evco untuk pembersih wajah harian sangat mudah dan anti ribet:
  1. Pastikan tangan kita sudah bersih
  2. Tuang evco ke telapak tangan kemudian ratakan di wajah 
  3. Pijat wajah dan juga area mata dengan lembut 
  4. Bilas dengan air 
  5. Gunakan facial wash di akhir
  6. Keringkan dengan handuk (bedakan handuk wajah dan handuk untuk badan ya, hayo siapa yang masih campur handuknya? nanti kotoran di badan bisa transfer ke wajah jadi percuma deh dibersihkan πŸ˜„)
Makeup yang saya gunakan sehari-hari

Setelah dibersihkan dengan EVCO terlihatkan bersih secara tuntas, karena EVCO bisa menjangkau pori-pori kulit dengan sempurna πŸ’—

Hasil:
Saya biasa menggunakan evco sebagai pembersih wajah sepulang kantor kalau pagi hari cukup dengan sabun wajah saja karena kulit tidak terlalu kotor. 

Evco ini ampuh buat angkat kotoran dan make up termasuk eyeliner waterproof lho superlove! Saat massage wajah pakai evco juga rasanya relaxing banget hmmm baunya seperti kue kelapa haha. 

Dulu daerah sekitar hidung gampang banget komedoan sekarang komedo dah minggat. Coba tahu dari dulu ya hehe. 

Jadi, so pasti saya akan pakai evco ini selamanya haha lebay banget ya tapi memang manfaat banget kerasa di kulit jadi lembut, kencang, nyaman dan bersih. Alami dan tidak ada efek samping ya karena pure asli tanpa bahan kimia berbahaya. 

Saya saranin banget buat cobain si evco insya allah cocok dan lebih hemat nggak perlu beli skincare yang mihil dulu saya pengguna skincare SK* hampir 2 tahun sekarang cukup pakai bahan dari dapur saja niy Alhamdulillah (sstt masih ada bahan di dapur lainnya lho yang bisa dipakai untuk skincare)

Saya jadi ingin eksplore lebih nih manfaat si evco yang lainnya. Teman teman juga bilang ada yang pakai evco ini untuk :
  • Mengatasi kulit kemerahan pada bayi
  • Ruam popok
  • Membersihkan payudara untuk ibu menyusui
  • Menghilangkan ketombe
  • Mengurangi keriput dll.
Oiya moms kalau sering pakai essential oil seperti young living bisa juga dicampurkan dengan evco kemudian bisa dipakai untuk massage. Next mau sharing juga nih tentang essential oil yang bermanfaat banget terutama saat  musim flu. 

Ada yang pernah pakai evco alias minyak kelapa juga kah? Boleh share juga supaya bisa saling tukar informasi πŸ˜†

*Postingan ini bukan sponsored post

Xoxo,
Rani ayuna

Sunday, December 17, 2017

Yuk Jadi Bunda Peduli Asupan Sehat (PAS)

1:14:00 AM 6 Comments
Periode Emas: 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Menjadi seorang ibu adalah anugerah yang sangat luar biasa. Setiap ibu pasti memiliki kisah yang memorable dan sulit untuk dilupakan. Begitu juga dengan saya, pengalaman saat hamil bisa dikatakan cukup bikin deg-degan karena di dua kehamilan saya dinyatakan mengidap tokso positif. 

Penyebabnya adalah adanya protozoa Toksoplasma Gondii yang ditularkan melalui daging / kotoran hewan yang terinfeksi. Seorang yang mengidap tokso positif tidak menunjukkan gejala yang signifikan / terlihat mata seperti halnya saya merasa dalam kondisi sehat dan baik-baik saja sampai dengan hasil Tes Torch menyatakan Tokso Positif.

Atas inisiatif sendiri, ketika dinyatakan hamil anak pertama saya mengajukan untuk dilakukan Tes Torch kepada Dokter Obgyn. Tes ini untuk mengetahui apakah ibu hamil terinfeksi  toxoplasmosis / rubella /cytomegalovirus / herpes simplex.

Bagi siapapun yang berencana hamil atau saat ini sedang hamil menurut saya tidak ada salahnya dan penting sekali untuk mengusulkan ke Dokter Obgyn supaya dilaksanakan Tes Torch. Pencegahan dan pengobatan lebih baik dilakukan daripada nantinya berdampak pada janin (kemungkinan cacat / prematur). Silahkan googling ya apa saja akibat dari  toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex apabila menginfeksi ibu hamil.

Sebagai ibu hamil dengan kondisi tokso positif tentunya perlu "extra effort" agar janin saya dapat tumbuh normal dan sehat. Saya pun mengikuti anjuran Dokter Obgyn untuk treatment obat selama 4 bulan dan tidak boleh lewat satu haripun untuk minum obat tersebut, jika tidak saya harus mengulang kembali treatment tersebut dari awal πŸ’†

Sebetulnya saya sudah berencana ketika akan promil anak kedua, ingin Tes Torch kembali agar dapat treatment seandainya masih tokso positif. Ternyata Allah SWT berkehendak lain saya dinyatakan hamil sebelum sempat periksa dan lagi-lagi di kehamilan kedua ini tokso masih betah di tubuh saya.

Selain berobat, effort lain yang saya upayakan adalah
  • Rajin yoga agar pikiran saya jauh dari stress. Kondisi kehamilan "yang tidak biasa" rentan untuk menghadirkan pikiran negatif dan saya memilih untuk tetap tenang dan bahagia selama hamil karena saya yakin apa yang saya rasakan juga dirasakan janin. 
  • Memantau secara rutin ke Dokter Obgyn perkembangan janin dan Tokso (USG bulanan, USG 4D, Cek darah rutin)
  • Memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi dan baik untuk janin (menghindari makanan instan dan junk food)
  • Minum Susu untuk Kehamilan 
  • Menambah vitamin yang mengandung Asam Folat dan DHA 
  • Rajin mencari tahu pantangan-pantangan bagi ibu hamil dengan tokso positif misal tidak makan daging yang mentah jadi kalau makan steak minta yang well done aja ya.

Bisa dikatakan selama masa kehamilan sampai dengan persalinan saya melakukan hipnosis dan sugesti kepada diri sendiri bahwa saya dan janin dalam kondisi sehat, sehat dan sehat. 

PR saya tidak berhenti setelah anak saya lahir sehat dan sempurna, karena golden period berjalan selama 1000 hari pertama kehidupannya yaitu dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

Salah satu ikhtiar saya adalah dengan terus mencari "ilmu" salah satunya menghadiri Seminar yang diadakan oleh PT Kalbe Blackmores Nutrition dengan topik yang sangat menarik yaitu "Blackmores - Bunda Peduli Asupan Sehat (Bunda PAS)" pada 9 Desember 2017 di Hotel Pullman Jakarta. 




Sejalan dengan Visi dan Misi Kalbe Blackmores Nutrition yaitu menyediakan solusi kesehatan yang terbaik untuk membantu mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Please jangan malas untuk hadir di acara seminar semacam ini karena banyak ilmu yang didapat jadi supaya kita jadi bunda yang smart dan tidak termakan "mitos". Misal pernah dengarkan pantangan makan pedas karena nanti anaknya jadi belekan atau minum air kelapa membuat anak jadi kulitnya putih (nah kalau kedua orang tuanya sawo matang masa iya anaknya jadi berkulit putih?πŸ’†) dan masih banyak lagi mitos yang berkembang turun temurun.

Seminar Bunda PAS diawali dengan Ibu Lanny Kuswandi  seorang perawat bidan lulusan R.S. Carolus yang saat ini menjadi Pakar Hynobirthing. Bagi mommies yang sedang hamil saya share nih "ilmu" yang saya dapat:

Ibu Lanny Kuswandi - Pakar Hynobirthing
Sesi Hypnobirthing - Menanamkan sugesti dan mindset bahwa kehamilan dan melahirkan adalah proses yang menyenangkan

Sesi Hypnobirthing: Ibu Lanny Kuswandi
  • Kuncinya adalah kesabaran dan ketenangan
  • Selama masa kehamilan sering-seringlah untuk melakukan relaksasi dan memberikan sugesti baik kepada diri sendiri maupun untuk janin. Sugesti yang dicontohkan adalah : Papa dan mama sering ajak baby berkomunikasi ajak dia untuk bekerja sama agar tumbuh dengan sehat dan mudah saat persalinan, meyakinkan diri sendiri bahwa melahirkan adalah proses yang menyenangkan dan nyaman.
  • Berbahagialah dan hindari stress karena baby juga merasakan apa yang dirasakan oleh ibu.
  • Saat memasuki masa kontraksi jangan pasif tidur-tiduran saja tetapi lakukan hal yang menyenangkan dengan pasangan misal berdansa, duduk di gym ball, pijat, mendengarkan musik dan lain-lain. 

Sesi berikutnya adalah coaching clinic / talk show bersama Dr Raissa E Djuanda, M. Gizi, Sp. GK (Rs Hermina Jatinegara dan RS Pondok Indah Puri Indah), dr Bram Pradipta, SP.OG, Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Pengasuh Redaksi Spesialis Kebidanan dan Kandungan Klikdokter.com, Efranda Stefanus (Presenter), dan Alvina Christanti (Medical Marketing Manager Blackmores). 

Sesi Coaching Clining

Nah di sesi ini, "ilmu" yang didapat lebih beragam berikut saya sharing ya:
  • Sebelum hamil minimal 3 bulan sebelum mulailah untuk mengkonsumsi asam folat bisa melalui vitamin atau memperbanyak makanan dengan asam folat tinggi seperti alpukat dan jeruk.
  • Selama hamil sebaiknya mengurangi makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan minyak
  • Bagi setiap ibu hamil kenaikan berat badan normal ditentukan dari kondisi masing-masing untuk Ibu dengan berat badan Overweight / Obesitas maka kenaikan disarankan 7 kg, untuk Ibu berat badan normal disarankan maksimal 16 kg dan untuk Ibu Underweight disarankan maksimal 18 kg. Sedangkan untuk ibu dengan hamil kembar bisa mencapai kenaikan 20 kg. 
  • Nutrisi tepat maka berat badan bayi lahir normal yaitu minimal 2,5 kg. Apabila nutrisi tidak tepat maka beresiko bayi berat badan lahirnya rendah dan prematur.
  • Porsi makan ibu hamil bukan artinya makan 2 kali lebih banyak dibanding sebelum hamil yang terpenting adalah nutrisinya.
  • Ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi berlebih terhadap durian, nanas dan tape karena mengandung prostaglandin yang bisa memicu kontraksi.
  • Solusi bagi anak yang susah makan / fase GTM : Anak diajak untuk terlibat dalam proses memasak, menggunakan peralatan makanan yang menarik, memodifikasi makanan misal buah dibuat ice cream, menambahkan olive oil dalam makanan anak, memberikan suplemen omega3 untuk meningkatkan nafsu makan dan untuk perkembangan otak. 
  • Bagi ibu hamil yang hilang nafsu makan sebaiknya mengkonsumsi suplemen omega3 (konsultasikan dengan obgyn terlebih dahulu).

Berdasarkan data dari Klikdokter.com, topik kehamilan merupakan topik yang paling dicari oleh pembaca atau sekitar 60% dari total 25 juta page view per bulannya. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman Bunda terkait masa kehamilan dan menyusui. 

dr Bram Pradipta, SP.OG juga menyampaikan bahwa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat dari kurangnya asupan nutrisi saat hamil seperti defisiensi zinc dan magnesium yang dapat menyebabkan preeklampsia dan kelahiran prematur. 

Berkaitan dengan nutrisi, saat ini sudah tersedia Produk Unggulan dengan kandungan super lengkap dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan menyusui yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (saya sudah konsumsi jauh sebelum menghadiri seminar Bunda PAS lho, ayo bumil dan busui sudah belum? πŸ˜‰).

Suplemen harian saya (diminum 2 kapsul / hari)

Suplemen ini memiliki kandungan tinggi DHA, tinggi kalsium, zat besi yang membantu mengurangi risiko konstipasi dan memenuhi kebutuhan akan vitamin dan mineral selama masa kehamilan dan menyusui. 

Saya pun masih mengkonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold sampai saat ini (anak saya berusia hampir 4 bulan). Saya merasa lebih fit dan saya yakin Asi saya dapat mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak. 

ASI jadi lebih lancar dan bernutrisi

Walau saya "terkadang" masih suka-suka dalam memilih makanan ya kadangkalanya saya juga ingin makan fast food πŸ˜“yang saya tahu sebetulnya secara nutrisi masih "kurang"😜 dengan mengkonsumsi Blackmores ini setidaknya saya menambahkan sesuatu yang baik untuk tubuh saya dan juga untuk produksi ASI. 

Komposisi dan Keunggulan Blackmores (backgroundnya so sweet ya tiba-tiba kakak cium adek πŸ’—)

Komposisi:
Asam folat 400 Β΅g, Kalium iodide 196 Β΅g (Iodium 150 Β΅g), Fish oil 1000 mg mengandung 330 mg Omega-3 (DHA 250mg + EPA 50 mg), Fe (II) fumarate 31.4 mg (Zat besi 10 mg), Niasin 15 mg, Vitamin C 60 mg, Kalsium karbonat 600 mg (Kalsium 240 mg), Zinc sulfat 41.6 mg (Zinc 15 mg), Magnesium oksida 99.6 mg (Magnesium 60 mg), Thiamine nitrate 1000 Β΅g (Vitamin B1 810 Β΅g), Riboflavin (Vit B2 1500 Β΅g), Pyridoxine HCl (Vit B6 1500 Β΅g), Vit B12 3 Β΅g, d-alpha tocopherol (natural Vit E 10.42 IU), Dunaliella salina cell extract soft concentrate 144 mg

4 Keunggulan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold:
  1. Kandungan nutrisinya esensial dan sesuai rekomendasi WHO untuk kehamilan sehat
  2. Kandungan odourless fish oil dari sumber alami Omega 3 dari laut terdalam yang tidak berbau
  3. Dosis tertinggi yang sesuai dengan pemenuhan dosis harian akan kalsium dan DHA/EPA
  4. Dosis diformulasikan berdasarkan rekomendasi pemerintah

Yuk mommies, kita upayakan yang terbaik terutama untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil dari hal mendasar yaitu pastikan asupan yang kita berikan adalah asupan nutrisi yang sehat dan terbaik πŸ˜™.


Informasi lebih lanjut terkait Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold. 
Instagram: @BlackmoresID
Facebook: Blackmores Indonesia


Xoxo,
Rani Ayuna







Saturday, November 11, 2017

Recipe : Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam

9:38:00 PM 10 Comments
Sebagai ibu pekerja saya tidak bisa setiap saat mempunyai waktu untuk memasak, jadi saya menyiapkan cemilan atau "lauk darurat" untuk anak dalam bentuk frozen food setiap weekend. Terkadang makanan yang sudah disediakan di rumah, tiba-tiba anak tidak mau makan nah "lauk darurat" ini yang dikeluarkan dari freezer dan menjadi penyelamat hehe.

Sebelumnya saya juga sudah pernah share resep Nugget Ayam Keju Sayuran (silahkan dibuka linknya 😊)

Anak saya cenderung menyukai makanan yang crispy jadi saya menyiapakan stock nugget dan juga suka dengan yang berkuah seperti sop supaya lebih bergizi lagi saya tambahkan dimsum. Jadi saya menyiapkan dua stock frozen food ini di dalam freezer.

Berikut adalah dua resep yang bisa dijadikan sebagai alternatif stock frozen food di kulkas yaitu Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam. Kedua resep ini dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan juga waktu yang cepat.

Recipe 1: Nugget Ikan Dorry

Nugget ini crispy di luar dan lembut di dalam karena menggunakan ikan dorry



Bahan:

  • Ikan dorry fillet (cuci bersih beri perasan jeruk nipis dan garam diamkan selama 15 menit kemudian cuci kembali)
  • Tepung terigu
  • Tepung roti / Bread crumbs
  • 1 butir telur (kocok dan siapkan di wadah)
  • 1 sdm saus teriyaki


Cara membuat:

  1. Potong ikan dorry fillet dalam bentuk memanjang
  2. Lumuri dengan saus teriyaki hingga merata
  3. Balur satu persatu potongan fillet ikan dengan urutan tepung terigu - telur - tepung roti
  4. Simpan dalam wadah tertutup di freezer


Recipe 2: Dimsum Udang Ayam


Dimsum udang ayam setelah dikukus


Bahan:

  • Kulit Pangsit
  • Udang cincang 200 gr (blender)
  • Ayam cincang 200 gr (blender)
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 buah wortel (setengah dipotong kecil dan setengah diparut)
  • 1 daun bawang (iris tipis)
  • 1 butir telur
  • 1/2 bawang bombay (cincang)
  • 1 bawang putih (dihaluskan dengan gula garam secukupnya)
  • 1 sdm saus teriyaki
  • 1/2 sdm minyak wijen 
  • kecap asin secukupnya

Cara membuat:

  1. Campur dalam wadah hingga menyatu dan menjadi adonan (udang, ayam, wortel yang dipotong kecil, telur, daun bawang, bawang bombay, bawang putih yang sudah dihaluskan, saus teriyaki, minyak wijen, kecap asin, dan tepung tapioka) 
  2. Ambil kulit pangsit dan letakkan adonan no 1 di bagian tengah 
  3. Taburi parutan wortel di atasnya
  4. Lakukan sampai adonan habis
  5. Kukus selama kurang lebih 25 menit
  6. Letakkan dalam wadah hingga dingin kemudian simpan di dalam freezer
  7. Penyajian dimsum ini bisa dikukus / digoreng / dicampur dalam sup

Tentunya tidak lagi khawatir karena makanan ini homemade, non msg, dan dari bahan berkualitas yang dipilih ibu sendiri 😊

Selamat mencoba dan semoga anak-anak suka ya..

Xoxo,
Rani Ayuna

Wednesday, November 1, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 2 - Cinta pada Secangkir Cokelat

11:59:00 AM 2 Comments
Cinta pada Secangkir Cokelat

Yaps judul postingan blog ini masih serupa dengan postingan blog sebelumnya silahkan baca dahulu buat yang belum ya supaya ceritanya nyambung πŸ˜†  (Book Review: Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum) . 

Nah di bahasan yang sekarang saya mau sharing topik favorit kedua yang ada di buku Ummu Balqis ini yaitu Cinta pada Secangkir Cokelat. Kalau dari judulnya sudah pasti berbau-bau romantis ya πŸ’. Saya merasa kisah yang diangkat dekat dengan kehidupan suami istri sehari-hari yang sering diabaikan dan dianggap biasa saja namun jika didiamkan bisa "membahayakan".

Jika berbicara tahun awal pernikahan pasti yang dibayangkan asyik ya akhirnya tinggal serumah bisa dekat dan tiap hari sayang-sayangan semanis dan seromantis drama korea. Maaf ya jika memupuskan impian para pasangan muda. Tapi nyatanya tidak selalu demikian πŸ˜…

Monday, October 30, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum

12:10:00 PM 0 Comments

"Mengasuh bukan mengeluh
Mendidik bukan menghardik"
-Ummu Balqis-

Kalimat di atas yang membawa saya akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Buku setebal 177 halaman tersebut. Rasanya membaca kalimat tersebut muncul rasa nyess di dada. Saya yang telah terlahir menjadi seorang ibu selama 4 tahun masih banyak sekali kekurangan dan ilmu. 

Saya pun mencari tahu tentang apa buku ini dan ternyata apa yang inginkan terangkum komplit di dalamnya mulai informasi seputar baby blues syndrome, mengenalkan Allah kepada anak, mendidik anak cinta Alquran, mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM), Toilet Training, mengajak anak cinta lingkungan sampai mengajarkan pendidikan seks bagi anak. Komplit kan untuk ukuran buku yang tidak setebal novel Harry Potter πŸ˜†


Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana dan tidak menggurui. Mengapa? karena disajikan dalam bentuk cerita atau pengalaman dari Ummu Balqis. Bahkan, cerita ini diawali dari tahapan yang paling awal saat Ummu dinyatakan hamil hingga memiki dua anak. 

Saya merasa seperti diajak untuk melihat pelajaran dan hikmah dari setiap pengalaman Ummu Balqis dan juga banyak tips-tips yang dibagikan.

Jika diminta memilih ada dua bahasan yang paling saya suka dan paling sering saya ulang untuk membacanya agar selalu saya ingat yaitu "Tantrum oh tantrum" dan "Cinta pada secangkir cokelat".


Pada bahasan "Tantrum oh Tantrum", Ummu bercerita betapa sedihnya Ummu saat melihat seorang ibu yang marah dan memberikan hukuman fisik kepada anaknya dikarenakan sang anak tantrum di minimarket.

Saya sendiri pernah melihat hal-hal semacam ini ketika bepergian ke mall yang menyedihkan sebelas-dua belas dengan cerita Ummu sang ibu memberi hukuman fisik sekaligus berteriak memarahi sang anak di depan umum lebih parahnya lagi karena ada seorang cleaning service yang memperhatikan kejadian tersebut jadilah ikut kena semprot oleh sang ibu tersebut katanya "kenapa lihat-lihat ini urusan keluarga saya" duhhh! si ibu 😐

kalau saya sendiri pengalaman anak tantrum juga pasti pernah apalagi saat si kakak di awal-awal punya adik duh tantrumnya ada di level puncaknya pernah saya sampai menangis di kamar mandi ya sedih kesal dan bingung jadi satu. Emang si kakak marahnya bagaimana? duh nggak bisa diceritakan pokoknya rasanya bikin mamanya broken heart banget.

Jadi, mengapa anak tantrum? Ummu menceritakan bahwa anak tantrum karena si anak menginginkan sesuatu secara menggebu-gebu tetapi sulit untuk menyampaikannya. Sehingga, yang terjadi anak meledak dan menangis. 

Ummu memberikan tips untuk mengatasi tantrum pada anak yaitu:
Pertama, kita harus fokus dan tidak emosi
Kedua, bawa anak ke tempat tenang dan sepi serta jauhkan dari barang yang bisa membahayakan anak dan sekitar (terkadang saat tantrum anak suka melempar barang-barang)
Ketiga, alihkan perhatiannya kepada hal lain / hal yang bisa menarik hatinya
Keempat, jika tetap meronta-ronta berikan waktu anak untuk menangis meluapkan emosi dan tetap berada di sampingnya
Kelima, saat anak tenang mulai peluk, usap punggungnya dan berikan pengertian kepada anak. 

Ummu juga memberikan pesan:
"Bentakan dan pukulan mungkin dengan cepat menghentikan tangisan anak tapi hal itu akan membekas di ingatannya. Kelak ia bisa melakukan hal yang sama karena merasa diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah"

Saya langsung sedih membayangkan ketika besar anak akan membentak atau naudzubillah memukul karena dahulu pernah diperlakukan sama saat anak masih kecil 😞. Hati ibu mana yang tidak sakit diperlakukan seperti itu ya apalagi mengingat bagaimana perjuangan saat melahirkan dan membesarkan anak. Semua jiwa raga ibu pasti dicurahkan untuk anak kemudian mendapatkan balasan seperti itu πŸ’” 😒.

Dear all mommy, selalu ingat masa seperti ini tidak akan berlangsung selamanya jangan sampai apa yang sudah terjadi sekarang akan menjadi penyesalan kita selamanya. Seperti cuaca akan ada hari hujan yang lebat disertai badai tetapi akan ada waktunya badai itu akan pergi tergantikan dengan pelangi yang indah kan?

Setiap emosi saya sudah memuncak saya selalu teringat anak kecil di depan saya ini yang dahulu saat bayinya saya timang, peluk dan cium. Masa saya tega mau memukulnya? tahan mommies jangan sampai kita kalah dengan emosi.



Nah, kalimat terakhir ini yang menyentuh banget buat saya dan menjadi pengingat supaya bisa menjadi ibu yang sabar, cerdas dan baik. Bahwa anak bukanlah milik kita namun anak adalah titipan yang diberikan Allah SWT.

Buat saya secara pribadi, anak adalah guru terbaik. Saat anak tantrum sebenarnya Allah sedang memberikan ujian "kesabaran" agar kita bisa naik kelas. Saat kita harus mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan anak sehingga tidak bisa membeli barang yang kita inginkan sebetulnya kita sedang diuji tentang "keikhlasan". Dan masih banyak lagi pelajaran yang telah diberikan oleh guru terbaik yaitu dari anak kita sendiri.

Dahulu terkadang saya mempertanyakan kepada Allah diawali dengan "Why" kenapa saya yang harus mengalami ini dan itu? tapi sekarang saatnya merubahnya menjadi "What" apa sebenarnya yang ingin Allah ajarkan kepada saya dari situasi yang sedang terjadi?

Selalu bersyukur di setiap situasi, there is always a reason to smile 😊
Jadi, apakah kita sudah siap untuk ujian kenaikan kelas?

Review to be continued di Part 2 membahas satu lagi topik yang paling saya sukai dari Buku Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis yaitu "Cinta pada secangkir cokelat" 😍.

Xoxo,
Rani Ayuna