Wednesday, October 4, 2017

Personal tought : think happy be happy



Tak terasa sudah masuk satu bulan sejak kehadiran aleena di keluarga kami. Happy? Absolutely setiap lihat dia, bau wanginya, dengar tangisnya, gendong dia walau bekas operasi masih cenut cenut tetap bikin happy.

Semua orang di rumah memulai adaptasi dari awal mulai dari suami, kakak gibran, si mba di rumah dan juga saya. Suasana berubah 360 derajat 👶

Tidak mudah keluar dari hal rutin yang sudah lama dijalani intinya keluar dari comfort zone ya. Dulu setiap malam bisa tidur nyenyak sekarang harus begadang dan curi waktu supaya bisa nabung asi sebelum masuk kerja.

Dahulu fokus perhatian ke kakak gibran sekarang yang diperhatikan ada dua hehe. Wajar kalau kakak agak susah adaptasi di awal cepat sekali marah dan tantrum juga nggak sabaran. Maaf ya kak tapi pasti bisa dilalui dengan baik ujian kenaikan kelas ini.

Stress? Haha jangan ditanya semua rasanya campur aduk happy, stress, sedih, bingung bergabung jadi satu. Becandaan waktu itu cuma bilang ke suami kayanya kena Toodler Blues padahal dimana mana orang baru melahirkan kenanya Baby Blues ya ini justru yang menjadi pikiran saya adalah si kakak. 

Seiring berjalan waktu hingga kini satu bulan lamanya bergelut dengan proses adaptasi dan kesabaran. Sepertinya mulai membuahkan hasil 😃. Si kakak mulai sayang-sayang dan bisa diminta jagain adiknya kalau mama keluar kamar. Bahkan, sekarang kalau adik mulai nangis si kakak mulai nyanyi supaya adiknya diem. See? Semua badai pasti berlalu tidak selamanya anak akan tantrum kan? So don't panic just take a deep breath and think happy so you will be happy too.

Semoga ini menjadi ujian kenaikan kelas bagi keluarga kami supaya bisa lebih bahagia lagi amin :)

#Randomtought


Kakak Gibran 4 years old my beloved son

Xoxo,
Rani Ayuna

Friday, September 8, 2017

Jatuh Cinta dengan Mustela untuk Perawatan Kulit si Kecil

Baby Aleena 2 days old
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, saya akhirnya bisa bertemu malaikat kecil yang dikirimkan Allah SWT dari surga Alhamdulillah. Setelah penantian selama 39 minggu, kita bisa bertemu ya nak hallo my sweety baby girl Adik Aleena.

Hal pertama yang tentunya menjadi perhatian saya dan para ibu lainnya tentunya pada perawatan bayi pasca melahirkan. Ngomong-ngomong produk perawatan bayi sudah banyak sekali brand skincare baby yang sudah kita kenal, kalau produk Mustela sudah pernah kenal kah?


Jujur saya termasuk newbie tentang produk Mustela ini, awalnya tau saat datang ke pameran di JCC Jakarta beberapa waktu lalu dan cuma curi-curi pandang penasaran karena mba SPG yang manggil-manggil sambil cerita produk hihi.

Ternyata Brand Mustela ini sudah ada lho sejak tahun 1950 jadi merupakan brand senior juga ya (maafkan saya yang kudet ini hehe) dan sudah menjadi Brand Mother and Baby Skincare Nomor 1 di Eropa. Komitmen brand ini juga fokus pada perawatan kulit bayi  yang aman dan efektif.

Sedikit cerita, Produk Mustela Bebe di Indonesia memang cenderung masih baru (wajarlah ya kalau belum familiar hehe) yaitu baru masuk sejak awal tahun 2016 yang didistribusikan oleh salah satu produsen farmasi terbesar di Indonesia yaitu PT Interbat.

Kenapa saya lebih concern dengan Produk Skincare Baby untuk anak kedua?

Sedikit cerita saya pernah mengalami masa-masa suram hehe saat merawat anak pertama khususnya dalam perawatan kulit. Memang saat itu banyak kado sabun, shampoo, lotion dari kerabat.

Karena minimnya pengalaman dan informasi (maklum masih newbie sebagai ibu muda) saya santai saja berganti-ganti brand dan ternyata malah berakibat kurang baik ke kondisi kulit si kakak.

Waktu itu sempat ada semacam kerak di kulit kepalanya (sampai dibawa ke DSA buat konsultasi karena keraknya semakin melebar) ternyata akibat tidak cocok dengan shampoo dan hair lotion yang digunakan.

Tidak hanya itu, si kakak juga pernah kena Diaper Rash (ruam popok) jadi di bagian pantatnya muncul kemerah-merahan dan saya lihat dia tidak nyaman mungkin rasanya gatal duh pengalaman saat anak pertama memang masih serba trial and error maafkan mama ya kak huhu.

Nah, untuk perawatan Baby number 2 saya ingin memastikan produk kulit yang oke dan mulai mencari tau seputar perawatan kulit yang benar agar tidak terulang lagi kisah-kisah yang lalu.

Friday, August 18, 2017

Personal tought: Negosiasi dengan si toodler

Libur telah tiba hehehe iya sekarang sudah mulai masuk cuti melahirkan niy menanti detik detik bertemu si adek yang semakin gede aja di dalam perut (posisi badan sudah nggak kondusif mau ubah posisi dari bangun ke duduk susah atau dari duduk ke berdiri juga sakit hahahaha).

Ternyata bayangan cuti bisa santai di rumah itu ya nggak seindah bayangan. Entah kenapa si kakak yang biasa mandiri ga pake ngerengek kalau cuma sama si mba di rumah jadi super manjanya fiuuh.

 

Hari ini sudah berhasil ngebujuk buat berangkat sekolah yang tadinya kakak kekeh nggak mau sekolah kalau ada mamanya di rumah huhu..

Duuh pe er baru ini haha ternyata lebih capek di rumah dibanding kerja di kantor ya haha tapi mama menikmati tiap detiknya sama kakak :)

 


Okee mommy can handle this (singsingkan baju lengan) itu foto di atas semua mainan dibongkar. Tips saya siy nggak usah buru buru ngeberesin ntar capek sendiri haha kalau sudah puas main baru semua diberesin (tutup mata dulu aja).

Kesempatan ini saya gunakan untuk melatih negosiasi dengan si toodler 4 tahun ini. Saat negosiasi usahakan posisi tinggi kita sama dengan anak dan keep eye contact. Jangan menyerah kalau belum berhasil ya mommy2. 

Cari celah dan berpikir cepat apa yang kira kira bisa membuat mereka tertarik. Niy salah satu contoh negosiasi dengan kakak saat mau mandi tadi pagi. 

M: kak ayo mandi yuk nanti dijemput kakek sekolah kakak belum siap
K: tapi kan gibran masih mau main mobil truk
M: oh gitu ya.. mobil truk juga kotor tuh kak dimandiin yuk pakai sabun warna blue yang wangi itu di kamar mandi
K: oh iya dikasih air juga ya ma mobil truknya boleh?
M: oke boleh kak yuk diajak mandi :)

Nah gitulah kira-kira negosiasi ama si kakak karena kalau cuma nyuruh sekarang udah ga mempaaaaan hahaha karena toodler udah punya pikirannya sendiri. 

Karena nulisnya di bulan Agustus jadi foto kakak lagi moment agustusan juga

Oh iya nanti sore rencana mau check up rutin ke dokter rencana mau ajak si kakak buat ikut wish me luck :)

Xoxo,
Rani ayuna

Friday, June 23, 2017

#Sehatea dengan Pasangan - Bring More Joy and Happiness


Berbicara tentang menikah di usia muda merupakan salah satu wishlist saya sejak duluuuu karena saya melihat mama dengan anak-anaknya (3 perempuan semua hehe) bisa berkomunikasi dan bersahabat seperti layaknya kakak adik.

Yaps, kami selalu kompak bisa saling curhat satu sama lain, ke salon bareng, shopping bareng kadang juga adu argumen hahaha serunya kalau mengingat masa-masa masih satu rumah (sebentar lagi mudik lebaran asyik bisa kumpul dan rame lagi).

Usia mama saat menikah dulu umur 23 tahun dan saya pun Alhamdulillah bisa mengikuti jejaknya walau meleset setahun yaitu di umur 24 tahun. Saya mengenal suami kurang dari satu tahun dan tanpa babibu suami mengajukan lamaran dengan membawa keluarganya dari Jakarta ke rumah saya di Surabaya. Kaget? Pastinya hehe.

 

Saturday, April 15, 2017

My Precious Moment: Mempersiapkan yang Terbaik untuk yang Teristimewa di Masa Kehamilan

Jika saya mendengar kata kehamilan, yang terbayang adalah 9 bulan yang super excited sekaligus mendebarkan! Excited karena 9 bulan lagi akan bertemu dengan si kecil yang lucu dan menggemaskan dan tentu saja penantian uji coba test pack yang berulang kali itu akhirnya menemukan jawaban dengan munculnya garis dua! 

Ya.. bagi saya menanti dua menit saat uji test pack itu sama deg2annya seperti mau dilamar hehe. Dan ketika garis dua itu muncul rasanya ingin lompat dan segera lari cari suami untuk segera kasih tahu hehe. 

Saat hamil anak pertama, saya sengaja meletakkan hasil uji test pack begitu saja di kamar mandi hehe supaya suami saat masuk kamar mandi dapat kejutan and it works! Setelah 4 bulan menikah akhirnya doa siang dan malam itu terjawab.

Nah, sekarang saya sedang menanti kehadiran si kecil kedua. Walau sudah pernah hamil 4 tahun silam rasa super excited dan mendebarkan itu muncul kembali. Kenapa saya bilang masa kehamilan adalah masa yang mendebarkan? Masa kehamilan itu bisa diibaratkan seperti perjuangan. 

Kehamilan kedua usia 5 bulan

Yap berjuang agar si kecil tetap sehat sampai hari kelahirannya tiba. Selain itu, kondisi tubuh ibu juga perlu dijaga. Di awal kehamilan badan rasanya mudah lelah dan lemas, dan tentu saja mual serta muntah juga tidak terelakkan.

Di tiga bulan pertama, saya agak kesulitan untuk makan. Saat berhasil makan terkadang malah keluar lagi dan berakhir di kamar mandi. Demi si kecil agar tumbuh sehat, akhirnya saya tetap makan lagi agar si kecil tetap mendapat nutrisi yang optimal.

Sabtu lalu tepatnya pada 8 April 2017, diselenggarakan Prenagen Pregnancy Education Journey di Hotel Pullman Jakarta dengan tema "Terbaik untuk yang Teristimewa". Saat acara itu Dr Boy Abidin menjelaskan juga terkait pentingnya asupan nutrisi yang seimbang untuk janin istilahnya "You are what your mother eat". 

Monday, March 27, 2017

Just Stay Healhty: Perkuat Sistem Imun #Sehat365hari



Peralihan Bulan Februari ke Bulan Maret ini cuaca sering berubah-ubah ada kalanya hujan terus menerus seharian penuh dan ada kalanya panas terik menyengat.

Beberapa kali weekend kami memutuskan untuk stay di rumah saja berkumpul bersama keluarga di rumah dan memperbanyak stok buah-buahan untuk cemilan sehat.

Perubahan kondisi tubuh pun berubah dengan cepat, Hari sabtu dan minggu kemarin Gibran lagi semangat banget makan sampai-sampai nambah terus makannya. Eh tak disangka-sangka di hari senin pagi drop batuk pilek sampai muntah.

Walau sudah menjaga asupan makanan, penyakit bisa masuk dari arah mana saja bisa dari makanan, minuman, pernapasan, atau kontak dengan penderita baik langsung maupun tidak langsung.  Duh sepertinya saya kecolongan, bisa jadi saat pergi ke luar rumah Gibran kontak dengan orang yang sedang batuk pilek atau memegang barang yang sudah terkontaminasi.

Tubuh Anak memang lebih rentan karena sistem imunnya masih dalam proses perkembangan dan belum sempurna. Selain anak, orang dengan usia lanjut juga sama rentannya karena sistem imun seringkali mengalami penurunan.

Lalu bagaimana dengan kita yang berada di posisi tengah? sama juga walau sistem imun masih baik kita harus tetap menjaga supaya tidak sakit. Apalagi seorang ibu tuntutannya sehat terus karena yang kebagian mengurus keluarga. Kalau sakit juga nggak bisa lama-lama hehe. Jadi, menjaga kesehatan buat saya wajib hukumnya.

Saat anak jatuh sakit pasti sedih ya pikirannya jadi bercabang-cabang, untuk pertolongan pertama saya langsung memberinya minuman hangat dicampur madu dan obat batpil yang biasa dipakai, tapi itu belum cukup karena untuk mempercepat penyembuhan anak, saya mendapatkan informasi dari serbaherba untuk minum Stimuno Syrup setiap hari. 

Stimuno Syrup
Pemberian Stimuno dalam kondisi sehat cukup 1x sehari sedangkan ketika sudah jatuh sakit menjadi 3x sehari.

Tuesday, March 14, 2017

Sharing Resep: Nugget Ayam Keju Sayuran

Masa-masa toodler si abang gibran ada kalanya mulai pilih pilih makanan ada saatnya maunya dibikinin ayam ala kentucky atau yang lagi sering sekarang ini maunya nugget dan nugget. 

Awalnya saya selalu beli di supermarket nugget dorry (iya bahan dasarnya ikan dorry dan dia suka). Cuma ya harganya juga lumayan ya kalau beli terus hehe dan belum lagi kalau ada pengawetnya huhu. Akhirny dilema itu berakhir dengan browsing resep bikin nugget rumahan yang saya modif sedikit ala saya. Yuk cobain mungkin bisa jadi solusi anak-anak yang sulit makan sayuran juga.

Bahan 1:
400 gr daging ayam dada fillet - potong kecil
1 slice keju cheddar (bisa juga pakai keju parut)
1 wortel - parut
5 kuntum brokoli - parut
80 gr tepung panir atau bread crumbs
125 ml air 
2 siung bawang putih - haluskan
1 daun bawang - iris tipis tipis
1 telur - kocok
Gula garam secukupnya
2 sendok teh kaldu bubuk non msg

Bahan 2 - untuk celupan:
200 gr bread crumbs 
3 putih telur - kocok

Cara membuat: 
1. Blender bahan 1 sampai halus 
2. Kukus bahan 1 yang sudah diblender kurang lebih 30 menit
3. Potong sesuai bentuk yang diinginkan 
4. Celupkan dalam putih telur kemudian gulingkan dalam bread crumbs - sampai adonan habis
5. Simpan dalam freezer supaya set 
6. Goreng dan sajikan

Nugget Ayam Keju Sayuran