Instagram

Follow @raniayuna

Sunday, December 17, 2017

Yuk Jadi Bunda Peduli Asupan Sehat (PAS)

1:14:00 AM 3 Comments
Periode Emas: 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Menjadi seorang ibu adalah anugerah yang sangat luar biasa. Setiap ibu pasti memiliki kisah yang memorable dan sulit untuk dilupakan. Begitu juga dengan saya, pengalaman saat hamil bisa dikatakan cukup bikin deg-degan karena di dua kehamilan saya dinyatakan mengidap tokso positif. 

Penyebabnya adalah adanya protozoa Toksoplasma Gondii yang ditularkan melalui daging / kotoran hewan yang terinfeksi. Seorang yang mengidap tokso positif tidak menunjukkan gejala yang signifikan / terlihat mata seperti halnya saya merasa dalam kondisi sehat dan baik-baik saja sampai dengan hasil Tes Torch menyatakan Tokso Positif.

Atas inisiatif sendiri, ketika dinyatakan hamil anak pertama saya mengajukan untuk dilakukan Tes Torch kepada Dokter Obgyn. Tes ini untuk mengetahui apakah ibu hamil terinfeksi  toxoplasmosis / rubella /cytomegalovirus / herpes simplex.

Bagi siapapun yang berencana hamil atau saat ini sedang hamil menurut saya tidak ada salahnya dan penting sekali untuk mengusulkan ke Dokter Obgyn supaya dilaksanakan Tes Torch. Pencegahan dan pengobatan lebih baik dilakukan daripada nantinya berdampak pada janin (kemungkinan cacat / prematur). Silahkan googling ya apa saja akibat dari  toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex apabila menginfeksi ibu hamil.

Sebagai ibu hamil dengan kondisi tokso positif tentunya perlu "extra effort" agar janin saya dapat tumbuh normal dan sehat. Saya pun mengikuti anjuran Dokter Obgyn untuk treatment obat selama 4 bulan dan tidak boleh lewat satu haripun untuk minum obat tersebut, jika tidak saya harus mengulang kembali treatment tersebut dari awal πŸ’†

Sebetulnya saya sudah berencana ketika akan promil anak kedua, ingin Tes Torch kembali agar dapat treatment seandainya masih tokso positif. Ternyata Allah SWT berkehendak lain saya dinyatakan hamil sebelum sempat periksa dan lagi-lagi di kehamilan kedua ini tokso masih betah di tubuh saya.

Selain berobat, effort lain yang saya upayakan adalah
  • Rajin yoga agar pikiran saya jauh dari stress. Kondisi kehamilan "yang tidak biasa" rentan untuk menghadirkan pikiran negatif dan saya memilih untuk tetap tenang dan bahagia selama hamil karena saya yakin apa yang saya rasakan juga dirasakan janin. 
  • Memantau secara rutin ke Dokter Obgyn perkembangan janin dan Tokso (USG bulanan, USG 4D, Cek darah rutin)
  • Memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi dan baik untuk janin (menghindari makanan instan dan junk food)
  • Minum Susu untuk Kehamilan 
  • Menambah vitamin yang mengandung Asam Folat dan DHA 
  • Rajin mencari tahu pantangan-pantangan bagi ibu hamil dengan tokso positif misal tidak makan daging yang mentah jadi kalau makan steak minta yang well done aja ya.

Bisa dikatakan selama masa kehamilan sampai dengan persalinan saya melakukan hipnosis dan sugesti kepada diri sendiri bahwa saya dan janin dalam kondisi sehat, sehat dan sehat. 

PR saya tidak berhenti setelah anak saya lahir sehat dan sempurna, karena golden period berjalan selama 1000 hari pertama kehidupannya yaitu dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

Salah satu ikhtiar saya adalah dengan terus mencari "ilmu" salah satunya menghadiri Seminar yang diadakan oleh PT Kalbe Blackmores Nutrition dengan topik yang sangat menarik yaitu "Blackmores - Bunda Peduli Asupan Sehat (Bunda PAS)" pada 9 Desember 2017 di Hotel Pullman Jakarta. 




Sejalan dengan Visi dan Misi Kalbe Blackmores Nutrition yaitu menyediakan solusi kesehatan yang terbaik untuk membantu mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Please jangan malas untuk hadir di acara seminar semacam ini karena banyak ilmu yang didapat jadi supaya kita jadi bunda yang smart dan tidak termakan "mitos". Misal pernah dengarkan pantangan makan pedas karena nanti anaknya jadi belekan atau minum air kelapa membuat anak jadi kulitnya putih (nah kalau kedua orang tuanya sawo matang masa iya anaknya jadi berkulit putih?πŸ’†) dan masih banyak lagi mitos yang berkembang turun temurun.

Seminar Bunda PAS diawali dengan Ibu Lanny Kuswandi  seorang perawat bidan lulusan R.S. Carolus yang saat ini menjadi Pakar Hynobirthing. Bagi mommies yang sedang hamil saya share nih "ilmu" yang saya dapat:

Ibu Lanny Kuswandi - Pakar Hynobirthing
Sesi Hypnobirthing - Menanamkan sugesti dan mindset bahwa kehamilan dan melahirkan adalah proses yang menyenangkan

Sesi Hypnobirthing: Ibu Lanny Kuswandi
  • Kuncinya adalah kesabaran dan ketenangan
  • Selama masa kehamilan sering-seringlah untuk melakukan relaksasi dan memberikan sugesti baik kepada diri sendiri maupun untuk janin. Sugesti yang dicontohkan adalah : Papa dan mama sering ajak baby berkomunikasi ajak dia untuk bekerja sama agar tumbuh dengan sehat dan mudah saat persalinan, meyakinkan diri sendiri bahwa melahirkan adalah proses yang menyenangkan dan nyaman.
  • Berbahagialah dan hindari stress karena baby juga merasakan apa yang dirasakan oleh ibu.
  • Saat memasuki masa kontraksi jangan pasif tidur-tiduran saja tetapi lakukan hal yang menyenangkan dengan pasangan misal berdansa, duduk di gym ball, pijat, mendengarkan musik dan lain-lain. 

Sesi berikutnya adalah coaching clinic / talk show bersama Dr Raissa E Djuanda, M. Gizi, Sp. GK (Rs Hermina Jatinegara dan RS Pondok Indah Puri Indah), dr Bram Pradipta, SP.OG, Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Pengasuh Redaksi Spesialis Kebidanan dan Kandungan Klikdokter.com, Efranda Stefanus (Presenter), dan Alvina Christanti (Medical Marketing Manager Blackmores). 

Sesi Coaching Clining

Nah di sesi ini, "ilmu" yang didapat lebih beragam berikut saya sharing ya:
  • Sebelum hamil minimal 3 bulan sebelum mulailah untuk mengkonsumsi asam folat bisa melalui vitamin atau memperbanyak makanan dengan asam folat tinggi seperti alpukat dan jeruk.
  • Selama hamil sebaiknya mengurangi makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan minyak
  • Bagi setiap ibu hamil kenaikan berat badan normal ditentukan dari kondisi masing-masing untuk Ibu dengan berat badan Overweight / Obesitas maka kenaikan disarankan 7 kg, untuk Ibu berat badan normal disarankan maksimal 16 kg dan untuk Ibu Underweight disarankan maksimal 18 kg. Sedangkan untuk ibu dengan hamil kembar bisa mencapai kenaikan 20 kg. 
  • Nutrisi tepat maka berat badan bayi lahir normal yaitu minimal 2,5 kg. Apabila nutrisi tidak tepat maka beresiko bayi berat badan lahirnya rendah dan prematur.
  • Porsi makan ibu hamil bukan artinya makan 2 kali lebih banyak dibanding sebelum hamil yang terpenting adalah nutrisinya.
  • Ibu hamil sebaiknya mengurangi konsumsi berlebih terhadap durian, nanas dan tape karena mengandung prostaglandin yang bisa memicu kontraksi.
  • Solusi bagi anak yang susah makan / fase GTM : Anak diajak untuk terlibat dalam proses memasak, menggunakan peralatan makanan yang menarik, memodifikasi makanan misal buah dibuat ice cream, menambahkan olive oil dalam makanan anak, memberikan suplemen omega3 untuk meningkatkan nafsu makan dan untuk perkembangan otak. 
  • Bagi ibu hamil yang hilang nafsu makan sebaiknya mengkonsumsi suplemen omega3 (konsultasikan dengan obgyn terlebih dahulu).

Berdasarkan data dari Klikdokter.com, topik kehamilan merupakan topik yang paling dicari oleh pembaca atau sekitar 60% dari total 25 juta page view per bulannya. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman Bunda terkait masa kehamilan dan menyusui. 

dr Bram Pradipta, SP.OG juga menyampaikan bahwa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat dari kurangnya asupan nutrisi saat hamil seperti defisiensi zinc dan magnesium yang dapat menyebabkan preeklampsia dan kelahiran prematur. 

Berkaitan dengan nutrisi, saat ini sudah tersedia Produk Unggulan dengan kandungan super lengkap dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan menyusui yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (saya sudah konsumsi jauh sebelum menghadiri seminar Bunda PAS lho, ayo bumil dan busui sudah belum? πŸ˜‰).

Suplemen harian saya (diminum 2 kapsul / hari)

Suplemen ini memiliki kandungan tinggi DHA, tinggi kalsium, zat besi yang membantu mengurangi risiko konstipasi dan memenuhi kebutuhan akan vitamin dan mineral selama masa kehamilan dan menyusui. 

Saya pun masih mengkonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold sampai saat ini (anak saya berusia hampir 4 bulan). Saya merasa lebih fit dan saya yakin Asi saya dapat mencukupi kebutuhan nutrisi harian anak. 

ASI jadi lebih lancar dan bernutrisi

Walau saya "terkadang" masih suka-suka dalam memilih makanan ya kadangkalanya saya juga ingin makan fast food πŸ˜“yang saya tahu sebetulnya secara nutrisi masih "kurang"😜 dengan mengkonsumsi Blackmores ini setidaknya saya menambahkan sesuatu yang baik untuk tubuh saya dan juga untuk produksi ASI. 

Komposisi dan Keunggulan Blackmores (backgroundnya so sweet ya tiba-tiba kakak cium adek πŸ’—)

Komposisi:
Asam folat 400 Β΅g, Kalium iodide 196 Β΅g (Iodium 150 Β΅g), Fish oil 1000 mg mengandung 330 mg Omega-3 (DHA 250mg + EPA 50 mg), Fe (II) fumarate 31.4 mg (Zat besi 10 mg), Niasin 15 mg, Vitamin C 60 mg, Kalsium karbonat 600 mg (Kalsium 240 mg), Zinc sulfat 41.6 mg (Zinc 15 mg), Magnesium oksida 99.6 mg (Magnesium 60 mg), Thiamine nitrate 1000 Β΅g (Vitamin B1 810 Β΅g), Riboflavin (Vit B2 1500 Β΅g), Pyridoxine HCl (Vit B6 1500 Β΅g), Vit B12 3 Β΅g, d-alpha tocopherol (natural Vit E 10.42 IU), Dunaliella salina cell extract soft concentrate 144 mg

4 Keunggulan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold:
  1. Kandungan nutrisinya esensial dan sesuai rekomendasi WHO untuk kehamilan sehat
  2. Kandungan odourless fish oil dari sumber alami Omega 3 dari laut terdalam yang tidak berbau
  3. Dosis tertinggi yang sesuai dengan pemenuhan dosis harian akan kalsium dan DHA/EPA
  4. Dosis diformulasikan berdasarkan rekomendasi pemerintah

Yuk mommies, kita upayakan yang terbaik terutama untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil dari hal mendasar yaitu pastikan asupan yang kita berikan adalah asupan nutrisi yang sehat dan terbaik πŸ˜™.


Informasi lebih lanjut terkait Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold. 
Instagram: @BlackmoresID
Facebook: Blackmores Indonesia


Xoxo,
Rani Ayuna







Saturday, November 11, 2017

Recipe : Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam

9:38:00 PM 8 Comments
Sebagai ibu pekerja saya tidak bisa setiap saat mempunyai waktu untuk memasak, jadi saya menyiapkan cemilan atau "lauk darurat" untuk anak dalam bentuk frozen food setiap weekend. Terkadang makanan yang sudah disediakan di rumah, tiba-tiba anak tidak mau makan nah "lauk darurat" ini yang dikeluarkan dari freezer dan menjadi penyelamat hehe.

Sebelumnya saya juga sudah pernah share resep Nugget Ayam Keju Sayuran (silahkan dibuka linknya 😊)

Anak saya cenderung menyukai makanan yang crispy jadi saya menyiapakan stock nugget dan juga suka dengan yang berkuah seperti sop supaya lebih bergizi lagi saya tambahkan dimsum. Jadi saya menyiapkan dua stock frozen food ini di dalam freezer.

Berikut adalah dua resep yang bisa dijadikan sebagai alternatif stock frozen food di kulkas yaitu Nugget Ikan Dorry dan Dimsum Udang Ayam. Kedua resep ini dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan juga waktu yang cepat.

Recipe 1: Nugget Ikan Dorry

Nugget ini crispy di luar dan lembut di dalam karena menggunakan ikan dorry



Bahan:

  • Ikan dorry fillet (cuci bersih beri perasan jeruk nipis dan garam diamkan selama 15 menit kemudian cuci kembali)
  • Tepung terigu
  • Tepung roti / Bread crumbs
  • 1 butir telur (kocok dan siapkan di wadah)
  • 1 sdm saus teriyaki


Cara membuat:

  1. Potong ikan dorry fillet dalam bentuk memanjang
  2. Lumuri dengan saus teriyaki hingga merata
  3. Balur satu persatu potongan fillet ikan dengan urutan tepung terigu - telur - tepung roti
  4. Simpan dalam wadah tertutup di freezer


Recipe 2: Dimsum Udang Ayam


Dimsum udang ayam setelah dikukus


Bahan:

  • Kulit Pangsit
  • Udang cincang 200 gr (blender)
  • Ayam cincang 200 gr (blender)
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 buah wortel (setengah dipotong kecil dan setengah diparut)
  • 1 daun bawang (iris tipis)
  • 1 butir telur
  • 1/2 bawang bombay (cincang)
  • 1 bawang putih (dihaluskan dengan gula garam secukupnya)
  • 1 sdm saus teriyaki
  • 1/2 sdm minyak wijen 
  • kecap asin secukupnya

Cara membuat:

  1. Campur dalam wadah hingga menyatu dan menjadi adonan (udang, ayam, wortel yang dipotong kecil, telur, daun bawang, bawang bombay, bawang putih yang sudah dihaluskan, saus teriyaki, minyak wijen, kecap asin, dan tepung tapioka) 
  2. Ambil kulit pangsit dan letakkan adonan no 1 di bagian tengah 
  3. Taburi parutan wortel di atasnya
  4. Lakukan sampai adonan habis
  5. Kukus selama kurang lebih 25 menit
  6. Letakkan dalam wadah hingga dingin kemudian simpan di dalam freezer
  7. Penyajian dimsum ini bisa dikukus / digoreng / dicampur dalam sup

Tentunya tidak lagi khawatir karena makanan ini homemade, non msg, dan dari bahan berkualitas yang dipilih ibu sendiri 😊

Selamat mencoba dan semoga anak-anak suka ya..

Xoxo,
Rani Ayuna

Wednesday, November 1, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 2 - Cinta pada Secangkir Cokelat

11:59:00 AM 2 Comments
Cinta pada Secangkir Cokelat

Yaps judul postingan blog ini masih serupa dengan postingan blog sebelumnya silahkan baca dahulu buat yang belum ya supaya ceritanya nyambung πŸ˜†  (Book Review: Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum) . 

Nah di bahasan yang sekarang saya mau sharing topik favorit kedua yang ada di buku Ummu Balqis ini yaitu Cinta pada Secangkir Cokelat. Kalau dari judulnya sudah pasti berbau-bau romantis ya πŸ’. Saya merasa kisah yang diangkat dekat dengan kehidupan suami istri sehari-hari yang sering diabaikan dan dianggap biasa saja namun jika didiamkan bisa "membahayakan".

Jika berbicara tahun awal pernikahan pasti yang dibayangkan asyik ya akhirnya tinggal serumah bisa dekat dan tiap hari sayang-sayangan semanis dan seromantis drama korea. Maaf ya jika memupuskan impian para pasangan muda. Tapi nyatanya tidak selalu demikian πŸ˜…

Monday, October 30, 2017

Book Review: Bukan Ibu Biasa by Ummu Balqis Part 1 - Tantrum oh Tantrum

12:10:00 PM 0 Comments

"Mengasuh bukan mengeluh
Mendidik bukan menghardik"
-Ummu Balqis-

Kalimat di atas yang membawa saya akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Buku setebal 177 halaman tersebut. Rasanya membaca kalimat tersebut muncul rasa nyess di dada. Saya yang telah terlahir menjadi seorang ibu selama 4 tahun masih banyak sekali kekurangan dan ilmu. 

Saya pun mencari tahu tentang apa buku ini dan ternyata apa yang inginkan terangkum komplit di dalamnya mulai informasi seputar baby blues syndrome, mengenalkan Allah kepada anak, mendidik anak cinta Alquran, mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM), Toilet Training, mengajak anak cinta lingkungan sampai mengajarkan pendidikan seks bagi anak. Komplit kan untuk ukuran buku yang tidak setebal novel Harry Potter πŸ˜†


Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sederhana dan tidak menggurui. Mengapa? karena disajikan dalam bentuk cerita atau pengalaman dari Ummu Balqis. Bahkan, cerita ini diawali dari tahapan yang paling awal saat Ummu dinyatakan hamil hingga memiki dua anak. 

Saya merasa seperti diajak untuk melihat pelajaran dan hikmah dari setiap pengalaman Ummu Balqis dan juga banyak tips-tips yang dibagikan.

Jika diminta memilih ada dua bahasan yang paling saya suka dan paling sering saya ulang untuk membacanya agar selalu saya ingat yaitu "Tantrum oh tantrum" dan "Cinta pada secangkir cokelat".


Pada bahasan "Tantrum oh Tantrum", Ummu bercerita betapa sedihnya Ummu saat melihat seorang ibu yang marah dan memberikan hukuman fisik kepada anaknya dikarenakan sang anak tantrum di minimarket.

Saya sendiri pernah melihat hal-hal semacam ini ketika bepergian ke mall yang menyedihkan sebelas-dua belas dengan cerita Ummu sang ibu memberi hukuman fisik sekaligus berteriak memarahi sang anak di depan umum lebih parahnya lagi karena ada seorang cleaning service yang memperhatikan kejadian tersebut jadilah ikut kena semprot oleh sang ibu tersebut katanya "kenapa lihat-lihat ini urusan keluarga saya" duhhh! si ibu 😐

kalau saya sendiri pengalaman anak tantrum juga pasti pernah apalagi saat si kakak di awal-awal punya adik duh tantrumnya ada di level puncaknya pernah saya sampai menangis di kamar mandi ya sedih kesal dan bingung jadi satu. Emang si kakak marahnya bagaimana? duh nggak bisa diceritakan pokoknya rasanya bikin mamanya broken heart banget.

Jadi, mengapa anak tantrum? Ummu menceritakan bahwa anak tantrum karena si anak menginginkan sesuatu secara menggebu-gebu tetapi sulit untuk menyampaikannya. Sehingga, yang terjadi anak meledak dan menangis. 

Ummu memberikan tips untuk mengatasi tantrum pada anak yaitu:
Pertama, kita harus fokus dan tidak emosi
Kedua, bawa anak ke tempat tenang dan sepi serta jauhkan dari barang yang bisa membahayakan anak dan sekitar (terkadang saat tantrum anak suka melempar barang-barang)
Ketiga, alihkan perhatiannya kepada hal lain / hal yang bisa menarik hatinya
Keempat, jika tetap meronta-ronta berikan waktu anak untuk menangis meluapkan emosi dan tetap berada di sampingnya
Kelima, saat anak tenang mulai peluk, usap punggungnya dan berikan pengertian kepada anak. 

Ummu juga memberikan pesan:
"Bentakan dan pukulan mungkin dengan cepat menghentikan tangisan anak tapi hal itu akan membekas di ingatannya. Kelak ia bisa melakukan hal yang sama karena merasa diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah"

Saya langsung sedih membayangkan ketika besar anak akan membentak atau naudzubillah memukul karena dahulu pernah diperlakukan sama saat anak masih kecil 😞. Hati ibu mana yang tidak sakit diperlakukan seperti itu ya apalagi mengingat bagaimana perjuangan saat melahirkan dan membesarkan anak. Semua jiwa raga ibu pasti dicurahkan untuk anak kemudian mendapatkan balasan seperti itu πŸ’” 😒.

Dear all mommy, selalu ingat masa seperti ini tidak akan berlangsung selamanya jangan sampai apa yang sudah terjadi sekarang akan menjadi penyesalan kita selamanya. Seperti cuaca akan ada hari hujan yang lebat disertai badai tetapi akan ada waktunya badai itu akan pergi tergantikan dengan pelangi yang indah kan?

Setiap emosi saya sudah memuncak saya selalu teringat anak kecil di depan saya ini yang dahulu saat bayinya saya timang, peluk dan cium. Masa saya tega mau memukulnya? tahan mommies jangan sampai kita kalah dengan emosi.



Nah, kalimat terakhir ini yang menyentuh banget buat saya dan menjadi pengingat supaya bisa menjadi ibu yang sabar, cerdas dan baik. Bahwa anak bukanlah milik kita namun anak adalah titipan yang diberikan Allah SWT.

Buat saya secara pribadi, anak adalah guru terbaik. Saat anak tantrum sebenarnya Allah sedang memberikan ujian "kesabaran" agar kita bisa naik kelas. Saat kita harus mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan anak sehingga tidak bisa membeli barang yang kita inginkan sebetulnya kita sedang diuji tentang "keikhlasan". Dan masih banyak lagi pelajaran yang telah diberikan oleh guru terbaik yaitu dari anak kita sendiri.

Dahulu terkadang saya mempertanyakan kepada Allah diawali dengan "Why" kenapa saya yang harus mengalami ini dan itu? tapi sekarang saatnya merubahnya menjadi "What" apa sebenarnya yang ingin Allah ajarkan kepada saya dari situasi yang sedang terjadi?

Selalu bersyukur di setiap situasi, there is always a reason to smile 😊
Jadi, apakah kita sudah siap untuk ujian kenaikan kelas?

Review to be continued di Part 2 membahas satu lagi topik yang paling saya sukai dari Buku Bukan Ibu Biasa By Ummu Balqis yaitu "Cinta pada secangkir cokelat" 😍.

Xoxo,
Rani Ayuna



Friday, October 27, 2017

Beauty Review: Skincare V 10 Plus (Water Based Peeling & Acne Treatment Serum)

9:21:00 PM 0 Comments
 

Jujur sejak kehamilan masuk trisemester akhir (7-9 bulan) rasanya saya malaaaas sekali untuk pakai serangkaian perawatan skincare sehari-hari. Ternyata malasnya berlanjut sampai selesai lahiran jadi sehari hari cuma ketemu sama sabun wajah saja waktu mandi pagi dan sore selebihnya nggak pake apa apa lagi. Akhirnya kulit menjadi kering dan agak kusam πŸ˜‘.

Nah kalau cerita tentang skincare rasanya nggak ada ujungnya karena terus berinovasi dan berkembang seperti produk skincare dari Jepang ini namanya V10 Plus. Secara pribadi brand ini masih terdengar asing ya. Namun, ternyata sudah mendapat 14 penghargaan Internasional di Asia dan Eropa sejak tahun 2011. Selain itu juga digunakan sebagai produk perawatan resmi untuk Mrs Singapura sejak tahun 2013.

Sebelum memutuskan untuk mencoba saya mencari tahu dahulu tentang skincare V10 Plus ini karena saya nggak mau pakai produk asal-asalan dan malah merugikan kulit wajah saya.

Saya dapat dua produk ini Peeling dan Serum (Upps tulisan Serumnya kebalik πŸ˜›)


Wednesday, October 25, 2017

Beauty 101: Oatmeal Scrub, You will love it!

12:22:00 PM 6 Comments
Siapa yang belum tahu oatmeal? saya pikir mostly sudah tahu ya apa itu oatmeal. Yaps betul makanan yang rasanya enak banget kalau dibikin overnight oat (sarapan terfavorit ditambah strawberry, almond, susu atau yoghurt udah enak pakai banget). Eh tapi sekarang saya bukan mau membahas resep overnight oat tetapi oatmeal sebagai scrub 😊


Jadi, ceritanya lagi-lagi saya sedang suka banget cari tahu tentang produk alami yang bisa dipakai untuk skincare rutin supaya nggak perlu lagi beli skincare yang mahal-mahal itu kulit wajah jadi sehat dan efeknya juga bagus untuk tubuh kita mengurangi bahan-bahan kimia yang nggak jelas kan. Salah satunya yang berbahan oatmeal ini. Salah dua dan tiganya ada lain-lain lagi juga sih tapi disimpan dulu deh buat postingan blog berikutnya hehe.

Monday, October 23, 2017

Beauty Review: Must Have Item! Chetapil Gentle Skin Cleanser

10:53:00 PM 0 Comments

Rasanya sayang banget kalau sudah dapat produk yang bagus dan nggak dishare infonya ke orang lain ya. Jadi awal mulanya saya berpikir dengan bertambahnya usia saya ingin mereduce / meminimalisir penggunaan skincare yang mengandung bahan-bahan kimia berlebih / berat.

Salah satu produk yang ingin saya sharing sekarang adalah sabun pembersih wajah. Ngomongin sabun pembersih wajah pasti banyak sekali ya ragamnya. Begitu juga dengan saya sudah tidak terhitung beberapa kali berganti brand pembersih wajah. Dulu saya pikir semakin banyak busa maka akan semakin bersih kulit kita. Hmm dan ternyata saya salah.

Pernah nggak ketika kita menggunakan sabun wajah yang berbusa-busa ketika dibilas wajah berasa kesat? Kulit wajah terasa kesat itu menandakan kulit kita menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya πŸ˜•

Setelah saya cari tahu sabun yang baik itu justru yang sedikit mengandung deterjen / busa atau lebih bagus lagi jika tidak berbusa. Salah satu produk yang lagi saya suka banget kurang lebih satu bulan ini adalah Chetapil Gentle Skin Cleanser.

Cetaphil memiliki jargon "Ahli Kulit Sehat" πŸ’“